← Beranda
Cuma Lepaskan 4 Tembakan! Francisco Rivera Muhasabah Diri Usai Kekalahan Memalukan Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 19 April 2026 | 13.54 WIB
Francisco Rivera (kiri) tampil dominan meski Persebaya Surabaya kalah dari Madura United di Gelora Bung Tomo. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Kekalahan menyakitkan harus ditelan Persebaya Surabaya saat menjamu Madura United, dan sorotan tajam langsung mengarah ke lini serang yang tumpul. Francisco Rivera pun tak bisa menahan kekecewaan setelah Green Force gagal memaksimalkan dominasi di kandang sendiri.

Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (17/4/2026) malam, Persebaya Surabaya dipaksa menyerah dengan skor 1-2.

Dukungan penuh Bonek dan Bonita tak cukup mengangkat performa tim yang justru kehilangan efektivitas di momen krusial.

Tim tamu tampil disiplin dengan strategi menunggu dan melakukan serangan balik. Dua gol berhasil dicetak di dua babak berbeda, sementara Persebaya Surabaya hanya mampu membalas lewat Riyan Ardiansyah pada menit ke-82.

Baca Juga: Supersub Persebaya Surabaya! Simak Statistik Permainan Riyan Ardiansyah Saat Kalah dari Madura United

Hasil ini terasa semakin pahit karena Green Force sebenarnya tampil dominan sepanjang pertandingan. Penguasaan bola mencapai 71 persen, tetapi keunggulan itu tak mampu dikonversi menjadi kemenangan.

Francisco Rivera menjadi salah satu pemain yang paling terpukul dengan hasil tersebut. Dalam sesi konferensi pers usai laga, gelandang asal Meksiko itu mengungkapkan kekecewaan yang mendalam.

“Kami sangat kecewa. Kami kecewa karena kalah,” ujar Rivera dengan nada tegas. Kalimat singkat itu menggambarkan betapa berat hasil yang harus diterima skuad Persebaya Surabaya.

Baca Juga: Kecewa Berat! Francisco Rivera Ungkap Kondisi Ruang Ganti Persebaya Surabaya Usai Kalah dari Madura United

Ia menilai timnya sebenarnya sudah menjalankan instruksi pelatih dengan baik sepanjang pertandingan. Bahkan, kontrol permainan sempat berada sepenuhnya di tangan Green Force.

“Saya pikir kami mampu mengontrol permainan dan mengikuti rencana dari pelatih. Kami selalu mencoba memberikan yang terbaik untuk tim,” katanya. Namun, dominasi tersebut terasa sia-sia tanpa penyelesaian akhir yang efektif.

Rivera juga menyoroti cara bermain Madura United yang sudah diprediksi sejak awal. Menurutnya, lawan memang datang dengan strategi bertahan total dan mengandalkan serangan balik cepat.

“Kami tahu mereka akan bertahan dan menunggu kesempatan. Kami menciptakan peluang, tetapi tidak bisa mencetak gol,” terangnya. Pernyataan itu seolah menegaskan masalah klasik Persebaya Surabaya musim ini: finishing yang belum tajam.

Jika melihat statistik individu, sebenarnya Rivera tampil cukup impresif di atas lapangan. Ia bahkan menjadi motor serangan utama tim sepanjang pertandingan.

Baca Juga: Malik Risaldi Dapat Rapor Merah! Ini Rating Pemain Persebaya Surabaya Usai Dipermalukan Madura United

Gelandang berusia 31 tahun tersebut mencatatkan rating tinggi 8.0, menunjukkan kontribusi besar dalam menghidupkan permainan.

Pergerakannya terlihat aktif hampir di seluruh area penyerangan, terutama di sepertiga akhir lapangan lawan.

Namun, dari sisi penyelesaian, angka yang muncul justru menjadi ironi tersendiri. Rivera hanya mampu melepaskan empat tembakan, dengan tiga di antaranya berhasil diblok dan tidak ada yang tepat sasaran.

Meski begitu, kreativitasnya tetap terlihat menonjol sepanjang laga. Ia sukses mencatatkan lima dribel sempurna tanpa gagal, menunjukkan kualitas individu yang sulit dihentikan lawan.

Baca Juga: Bernardo Tavares Blak-blakan! Bongkar Alasan Persebaya Surabaya Dipermalukan Madura United di GBT

Selain itu, Rivera juga menciptakan satu umpan kunci yang berpotensi menjadi gol. Akurasi umpannya mencapai 73 persen, dengan 37 umpan sukses dari total 51 percobaan.

Kontribusinya tak hanya berhenti di lini serang. Rivera juga aktif membantu pertahanan dengan mencatatkan empat recoveries, satu intersepsi, dan satu sapuan penting.

Dalam duel satu lawan satu, ia juga tampil cukup solid. Rivera memenangkan tujuh dari 13 duel darat serta tidak melakukan satu pun pelanggaran sepanjang pertandingan.

Meski tampil dominan secara individu, Rivera tetap menempatkan hasil tim sebagai prioritas utama. Ia memahami kekecewaan besar yang dirasakan para suporter setelah kekalahan ini.

“Kami tahu para suporter kecewa. Percayalah, para pemain juga marah dan kecewa. Kami tidak suka kalah. Kami sudah bekerja sangat keras sepanjang minggu ini,” jelasnya.

Pernyataan itu memperlihatkan adanya tekanan emosional yang dirasakan seluruh tim.

Kekalahan ini membuat Persebaya Surabaya mencatat dua hasil negatif secara beruntun. Situasi tersebut jelas tidak ideal di fase krusial kompetisi Super League 2025/2026.

Baca Juga: Bikin Bonek Menangis! Rakhmat Basuki Bongkar Cara Madura United Permalukan Persebaya Surabaya

Saat ini, Green Force tertahan di peringkat keenam klasemen dengan koleksi 42 poin. Posisi tersebut masih belum aman karena Persita Tangerang berpeluang menyalip jika meraih kemenangan di laga mereka.

Tekanan pun semakin besar bagi Persebaya Surabaya untuk segera bangkit. Setiap pertandingan ke depan akan menjadi penentu arah perjalanan tim musim ini.

Rivera menegaskan timnya tidak ingin larut dalam kekecewaan terlalu lama. Fokus kini mulai diarahkan pada laga berikutnya yang tak kalah penting.

“Kami sangat kecewa. Tetapi minggu depan kami akan bekerja lebih keras dan berjuang 100 persen,” tegasnya. Komitmen itu menjadi sinyal tim masih memiliki semangat untuk bangkit.

Baca Juga: Wasit Jadi Biang Kerok!  Bernardo Tavares Bongkar Kejanggalan Gol Kedua Madura United ke Gawang Persebaya Surabaya

Kesempatan tersebut akan datang saat Persebaya Surabaya bertandang ke markas Malut United. Laga itu menjadi momentum penting untuk menghentikan tren negatif sekaligus menjaga asa di papan atas klasemen.

Dengan performa dominan namun minim gol, evaluasi di lini depan menjadi pekerjaan rumah utama. Jika tidak segera dibenahi, dominasi seperti yang ditunjukkan Rivera dan kawan-kawan hanya akan kembali berujung sia-sia.

EDITOR: Edi Yulianto