← Beranda
Malik Risaldi Dapat Rapor Merah! Ini Rating Pemain Persebaya Surabaya Usai Dipermalukan Madura United
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 18 April 2026 | 17.24 WIB
Ekspresi Malik Risaldi Persebaya Surabaya saat menghadapi Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali harus menelan pil pahit setelah takluk 1-2 dari Madura United di kandang sendiri. Hasil ini terasa semakin menyakitkan karena Green Force tampil dominan, namun gagal mengonversi keunggulan statistik menjadi kemenangan.

Sorotan utama justru tertuju pada rating pemain yang menunjukkan kontras performa di lapangan. Di tengah dominasi permainan, ada satu nama yang mencuri perhatian karena mendapatkan nilai terendah, yakni Malik Risaldi.

Secara statistik, Persebaya Surabaya tampil superior dengan 72 persen penguasaan bola dan 23 tembakan.

Baca Juga: Bernardo Tavares Blak-blakan! Bongkar Alasan Persebaya Surabaya Dipermalukan Madura United di GBT

Namun, hanya enam yang tepat sasaran, menandakan masalah klasik dalam penyelesaian akhir yang belum kunjung teratasi.

Pelatih Bernardo Tavares pun tidak menampik persoalan tersebut usai pertandingan.

“Memang ini menjadi masalah ketika kami tidak bisa mencetak gol. Kami menciptakan banyak peluang, tetapi akurasinya masih kurang. Itu yang harus kami perbaiki,” ujarnya.

Baca Juga: Bikin Bonek Menangis! Rakhmat Basuki Bongkar Cara Madura United Permalukan Persebaya Surabaya

Di tengah hasil mengecewakan itu, sejumlah pemain sebenarnya tampil cukup solid dan layak mendapat apresiasi.

Pedro Ricardo Rodrigues De Matos dan Francisco Israel Rivera Davalos menjadi dua pemain dengan rating tertinggi di angka 8.0.

Keduanya tampil konsisten dalam mengatur ritme permainan dan membangun serangan dari lini tengah. Pergerakan mereka membuat Persebaya Surabaya mampu mendominasi jalannya pertandingan, terutama di babak kedua.

Di lini belakang, Risto Mitrevski mencatatkan rating 7.7 dan tampil cukup disiplin dalam mengawal pertahanan.

Ia juga didukung Bruno Pereira De Alburquerque yang meski berposisi sebagai penyerang, mampu memberikan kontribusi dengan rating yang sama.

Toni Firmansyah juga menunjukkan performa stabil dengan rating 7.3 di lini tengah. Sementara itu, Jefferson Junio Antonio Da Silva mencatatkan nilai 7.2 berkat kontribusinya dalam membantu transisi bertahan ke menyerang.

Nama lain seperti Gustavo Fernandes Henrique Querino dan Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas masing-masing memperoleh rating 7.1. Keduanya tampil cukup baik meski belum mampu membawa tim keluar dari tekanan hasil akhir.

Baca Juga: Wasit Jadi Biang Kerok!  Bernardo Tavares Bongkar Kejanggalan Gol Kedua Madura United ke Gawang Persebaya Surabaya

Di sisi sayap, Arief Catur Pamungkas mencatatkan rating 7.0 dan tampil cukup konsisten sepanjang laga. Namun, kontribusinya belum cukup untuk menembus pertahanan rapat Madura United yang bermain lebih efektif.

Kontras terjadi pada Malik Risaldi yang hanya memperoleh rating 6.3. Performa winger ini dinilai kurang maksimal, terutama dalam pengambilan keputusan di sepertiga akhir lapangan.

Ia beberapa kali gagal memanfaatkan peluang yang seharusnya bisa menjadi gol. Hal ini membuatnya menjadi satu-satunya pemain dengan rating “merah” dalam laga tersebut.

Baca Juga: GBT Nggak Angker Lagi! Simak 3 Fakta Menarik Kekalahan Persebaya Surabaya Atas Madura United

Di posisi penjaga gawang, Andhika Ramadhani mencatatkan rating 6.1. Meski kebobolan dua gol, ia sebenarnya tidak tampil buruk, namun minimnya penyelamatan krusial membuat nilainya relatif rendah.

Dari bangku cadangan, Milos Raickovic dan Riyan Ardiansyah justru tampil impresif dengan rating tinggi 8.8. Keduanya memberikan energi baru dan sempat meningkatkan intensitas serangan Persebaya Surabaya.

Moch Ichsas Baihaqi dan Koko Ari Araya masing-masing mendapatkan rating 6.8 setelah masuk sebagai pemain pengganti. Sementara Mihailo Perovic mencatatkan nilai 6.6 dalam kontribusinya yang cukup terbatas.

Meski secara individu banyak pemain tampil cukup baik, efektivitas tetap menjadi pembeda utama. Madura United mampu memanfaatkan peluang dengan lebih klinis, sesuatu yang gagal dilakukan Green Force sepanjang laga.

Bernardo Tavares juga menyoroti fenomena ini sebagai hal yang kerap terjadi dalam sepak bola modern.

“Hal seperti ini juga terjadi pada tim-tim besar di Eropa. Mereka bisa menguasai bola dan menciptakan banyak tembakan, tetapi lawan datang satu atau dua kali ke gawang dan langsung mencetak gol. Hari ini Madura melakukan hal itu,” tegasnya.

Baca Juga: Update Klasemen Super League! Persebaya Surabaya Mandek di Peringkat 6 Usai Dipermak Madura United

Ia juga menambahkan performa tim sebenarnya mengalami peningkatan, khususnya di babak kedua.

“Di babak kedua saya pikir kami menciptakan banyak peluang dan dinamika permainan yang baik. Tetapi terkadang kami kurang beruntung. Ada tembakan yang diblok, ada yang keluar, atau peluang yang tidak berbuah gol,” lanjutnya.

Kekalahan ini tentu menjadi pukulan telak bagi Persebaya Surabaya yang tampil di hadapan pendukung sendiri.

“Kami sangat sedih karena kalah di kandang sendiri. Terlebih lagi karena saya melihat para pemain bekerja sangat keras. Tetapi inilah sepak bola,” ucapnya.

Baca Juga: Memalukan! Persebaya Surabaya Disikat Madura United 1-2 di Gelora Bung Tomo

Ke depan, Persebaya Surabaya dihadapkan pada tantangan berat dengan dua laga tandang. Mereka akan menghadapi Malut United dan Arema FC, dua tim yang juga memiliki ambisi besar di kompetisi.

Kondisi tim juga belum sepenuhnya ideal karena beberapa pemain mengalami cedera. Tavares berharap tim medis bisa segera memulihkan kondisi skuad agar memiliki lebih banyak opsi.

“Kami berharap tim medis bisa membantu memulihkan beberapa pemain agar kami memiliki lebih banyak pilihan. Saat ini saya masih harus melihat siapa saja yang tersedia,” tandasnya.

Rapor pemain dalam laga ini menjadi cerminan nyata dominasi tanpa efektivitas tidak akan berarti.

Persebaya Surabaya harus segera menemukan solusi jika tidak ingin kembali terjebak dalam skenario yang sama di pertandingan berikutnya.

EDITOR: Edi Yulianto