← Beranda
Bikin Bonek Menangis! Rakhmat Basuki Bongkar Cara Madura United Permalukan Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 18 April 2026 | 15.09 WIB
Selebrasi pemain Madura United usai mencetak gol ke gawang Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo. (Madura United)

 

JawaPos.com — Kekalahan menyakitkan harus ditelan Persebaya Surabaya saat menjamu Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Green Force justru takluk 1-2 akibat strategi disiplin yang diterapkan tim tamu.

Hasil ini tak lepas dari pendekatan taktis yang disiapkan pelatih sementara Madura United, Rakhmat Basuki.

Ia secara terbuka membongkar kunci sukses timnya dalam meredam agresivitas Persebaya Surabaya sepanjang pertandingan.

Pelatih sementara (caretaker) Madura United Rakhmat Basuki mengungkapkan disiplin dalam bertahan serta efektivitas untuk memanfaatkan transisi permainan, menjadi kunci membungkam tuan rumah Persebaya Surabaya.

Baca Juga: Wasit Jadi Biang Kerok!  Bernardo Tavares Bongkar Kejanggalan Gol Kedua Madura United ke Gawang Persebaya Surabaya

Pendekatan itu terbukti ampuh, terutama saat menghadapi tekanan bertubi-tubi dari Green Force.

"Sepak bola itu tentang bertahan, kami tekankan pemain harus kuat dalam bertahan dan mereka mampu menjalankan itu dengan baik malam ini," kata Rakhmat, Jumat (17/4/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan fondasi permainan Madura United dimulai dari lini belakang.

Baca Juga: GBT Nggak Angker Lagi! Simak 3 Fakta Menarik Kekalahan Persebaya Surabaya Atas Madura United

Ia menjelaskan, strategi tersebut telah dipersiapkan sejak sesi latihan, terutama dalam membangun organisasi pertahanan yang solid untuk meredam tekanan tuan rumah.

Fokus utama tim adalah menjaga kedisiplinan posisi serta komunikasi antar pemain agar tidak mudah ditembus.

Selain itu, kata dia, pemain juga diberikan kebebasan untuk berkreasi saat menyerang, khususnya ketika berhasil melakukan transisi dari bertahan ke menyerang.

Skema ini membuat serangan Madura United terlihat lebih cair dan sulit diprediksi oleh lini belakang Persebaya Surabaya.

Ia menilai pendekatan tersebut mampu dimaksimalkan hingga menghasilkan dua gol yang menjadi penentu kemenangan. Momentum transisi cepat menjadi titik lemah yang gagal diantisipasi dengan baik oleh tuan rumah.

"Skenario ini sudah kami latih, ketika bertahan harus mengikuti skema, tetapi saat menyerang silakan gunakan kreativitas masing-masing," ucapnya.

Baca Juga: Update Klasemen Super League! Persebaya Surabaya Mandek di Peringkat 6 Usai Dipermak Madura United

Kombinasi antara disiplin dan kebebasan ini menjadi keseimbangan ideal dalam permainan Madura United.

Di sisi lain, ia juga mengapresiasi kinerja lini belakang yang mampu menahan gempuran Persebaya sepanjang pertandingan dan hanya kebobolan satu gol.

Ketangguhan sektor pertahanan menjadi kunci utama yang menjaga keunggulan tim hingga peluit akhir.

Ia menilai soliditas pertahanan menjadi fondasi utama dalam mengamankan tiga poin di kandang lawan. Tanpa koordinasi yang baik, mustahil bagi timnya untuk keluar sebagai pemenang di laga seketat ini.

Baca Juga: Memalukan! Persebaya Surabaya Disikat Madura United 1-2 di Gelora Bung Tomo

"Saya jujur memuji pertahanan kami malam ini karena mereka tampil disiplin dan menjalankan instruksi dengan baik," tuturnya. Pujian tersebut menunjukkan betapa pentingnya peran lini belakang dalam skema permainan yang ia usung.

Selain itu, Rakhmat menekankan pentingnya fokus terhadap permainan sendiri tanpa terpengaruh hasil tim lain, terutama dalam upaya menjauh dari zona degradasi.

Ia ingin anak asuhnya tetap konsisten dalam setiap pertandingan yang tersisa.

Ia meminta para pemain untuk terus menjaga konsistensi hingga akhir musim kompetisi. Fokus dan kerja keras dinilai sebagai faktor utama untuk bertahan di kompetisi kasta tertinggi.

"Kami hanya perlu fokus pada diri sendiri, terus bertarung dan tidak kehilangan poin sampai musim selesai," ujarnya. Pernyataan ini menjadi sinyal perjuangan Madura United masih jauh dari kata aman.

Sementara itu, pemain Madura United Pedro Monteiro menilai kemenangan tersebut tidak lepas dari semangat juang tim yang terus terjaga sepanjang pertandingan, meski mendapat tekanan dari tuan rumah.

Ia menilai kekompakan tim menjadi faktor yang sulit dikalahkan.

Baca Juga: Bonek Pusing! Persebaya Surabaya Disikat Madura United 0-1 di Babak Pertama

"Kami bertahan bersama dan menyerang bersama, itu yang membuat kami bisa mendapatkan tiga poin di laga yang tidak mudah ini," kata Pedro. Solidaritas tim menjadi kekuatan utama yang membawa mereka mencuri kemenangan penting.

Ia menyebut kekompakan tim menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan antara lini pertahanan dan serangan. Tanpa kerja sama yang solid, strategi yang disiapkan tidak akan berjalan maksimal di lapangan.

Lebih lanjut, ia menambahkan kemenangan tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi laga berikutnya, mengingat posisi tim masih berada dalam tekanan di papan bawah klasemen.

Tiga poin ini menjadi suntikan moral yang sangat berarti bagi tim.

"Kami harus terus melanjutkan perjuangan ini karena situasi kami masih belum aman," tuturnya. Madura United kini membawa pulang kepercayaan diri tinggi usai menaklukkan Persebaya Surabaya di kandangnya sendiri.

Kekalahan ini tentu menjadi evaluasi besar bagi Persebaya Surabaya yang gagal memanfaatkan status tuan rumah. Green Force dituntut segera bangkit jika tidak ingin terus tertahan di papan tengah klasemen.

EDITOR: Edi Yulianto