← Beranda
Wasit Jadi Biang Kerok!  Bernardo Tavares Bongkar Kejanggalan Gol Kedua Madura United ke Gawang Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 18 April 2026 | 15.04 WIB
Bernardo Tavares meluapkan kekecewaan usai Persebaya Surabaya kalah kontroversial dari Madura United di Gelora Bung Tomo. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Kekalahan Persebaya Surabaya dari Madura United menyisakan cerita panas yang tak hanya soal skor akhir. Pelatih Bernardo Tavares secara terbuka menyoroti keputusan wasit yang dinilai krusial dan merugikan timnya.

Laga pekan ke-28 Super League 2025/2026 itu berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Madura United. Namun, sorotan utama justru tertuju pada sejumlah momen kontroversial yang terjadi sepanjang pertandingan.

Tavares tak bisa menyembunyikan kekecewaannya saat berbicara dalam konferensi pers usai laga di Stadion Gelora Bung Tomo.

Baca Juga: GBT Nggak Angker Lagi! Simak 3 Fakta Menarik Kekalahan Persebaya Surabaya Atas Madura United

Ia mempertanyakan beberapa keputusan penting yang menurutnya berpengaruh langsung terhadap hasil pertandingan.

"Terutama terkait pelanggaran di area penalti lawan yang tidak diberikan serta proses terjadinya gol kedua Madura United," kata Tavares.

Pernyataan itu menjadi sinyal kuat ada hal yang dianggap tidak berjalan semestinya di atas lapangan.

Salah satu momen yang paling disorot adalah insiden yang melibatkan Bruno Paraiba di dalam kotak penalti. Dalam situasi tersebut, Persebaya Surabaya merasa seharusnya mendapatkan hadiah penalti.

Baca Juga: Update Klasemen Super League! Persebaya Surabaya Mandek di Peringkat 6 Usai Dipermak Madura United

Namun, wasit tidak memberikan pelanggaran dan permainan tetap dilanjutkan. Keputusan itu langsung memicu reaksi dari bench Green Force yang merasa dirugikan.

Tak berhenti di situ, Tavares juga mempertanyakan peran video assistant referee (VAR) yang dinilai tidak maksimal. Ia menilai teknologi tersebut seharusnya bisa membantu mengoreksi keputusan penting yang luput dari pengamatan wasit.

“Saya tidak mengerti kenapa VAR tidak menunjukkan itu,” ucapnya. Kalimat singkat tersebut menggambarkan kebingungan sekaligus frustrasi atas minimnya intervensi VAR dalam situasi krusial.

Menurut Tavares, ketidaktegasan dalam penggunaan VAR menjadi salah satu faktor yang membuat Persebaya Surabaya kehilangan momentum. Padahal, dalam pertandingan ketat seperti derby, detail kecil bisa menentukan hasil akhir.

Sorotan lain yang lebih tajam datang dari proses gol kedua Madura United. Tavares menilai gol tersebut tidak sesuai prosedur dan seharusnya tidak disahkan oleh wasit.

Baca Juga: Memalukan! Persebaya Surabaya Disikat Madura United 1-2 di Gelora Bung Tomo

Ia mengungkapkan adanya kejanggalan dalam momen sebelum gol terjadi. Menurutnya, ada pemain lawan yang masuk ke lapangan tanpa izin resmi dari wasit.

“Dalam situasi itu, pemain datang dari luar tanpa kami melihat ada izin dari wasit, lalu mengambil bola dan mencetak gol,” ucapnya.

Pernyataan ini langsung memantik perdebatan karena menyangkut aspek fundamental dalam regulasi pertandingan.

Situasi tersebut dinilai sangat merugikan karena terjadi saat Persebaya Surabaya sedang menguasai bola. Momentum yang seharusnya bisa dimanfaatkan justru berbalik menjadi keuntungan bagi lawan.

Tavares menegaskan prosedur pergantian pemain seharusnya dijalankan dengan ketat. Pemain pengganti wajib menunggu sinyal resmi dari perangkat pertandingan sebelum memasuki lapangan.

Baca Juga: Bonek Pusing! Persebaya Surabaya Disikat Madura United 0-1 di Babak Pertama

Jika aturan ini dilanggar, maka seharusnya permainan dihentikan oleh wasit. Namun dalam kasus ini, kejadian justru dibiarkan berlanjut hingga berujung gol.

“Situasi seperti ini tidak boleh terjadi saat kami menguasai bola,” tuturnya. Ia menilai insiden tersebut sebagai salah satu titik balik yang mengubah jalannya pertandingan.

Meski begitu, Tavares tetap mencoba bersikap realistis terhadap hasil akhir. Ia mengakui kekalahan tersebut, meskipun menyimpan kekecewaan mendalam.

Pelatih asal Portugal itu juga memastikan tidak akan membawa masalah ini ke jalur laporan resmi. Ia merasa langkah tersebut tidak akan memberikan perubahan berarti terhadap hasil pertandingan.

“Untuk apa dilaporkan. Pertandingan sudah selesai,” ucapnya. Pernyataan itu menunjukkan sikap pragmatis meski di sisi lain menyiratkan rasa kecewa yang belum sepenuhnya hilang.

Alih-alih larut dalam polemik, Tavares memilih mengalihkan fokus ke evaluasi tim. Ia ingin memastikan Persebaya Surabaya bisa bangkit dan tampil lebih baik di laga berikutnya.

Baca Juga: Bruno Paraiba Starter! Susunan Mengejutkan Persebaya Surabaya di Derby Suramadu Bikin Penasaran

“Sekarang kami harus fokus ke pertandingan selanjutnya dan mencoba lebih baik,” katanya. Fokus pada perbaikan menjadi kunci agar Green Force tidak terus terjebak dalam hasil negatif.

Kekalahan ini memang terasa menyakitkan, apalagi terjadi di kandang sendiri dengan dukungan penuh Bonek. Namun, kontroversi yang menyertainya membuat laga ini akan terus diperbincangkan dalam beberapa waktu ke depan.

Bagi Persebaya Surabaya, tantangan berikutnya bukan hanya soal teknis permainan, tetapi juga mentalitas tim. Mereka harus mampu bangkit dari tekanan sekaligus membuktikan kualitas di pertandingan selanjutnya.

EDITOR: Edi Yulianto