← Beranda
Dibuang Persebaya Surabaya, Flavio Silva Menggila! Sembilan Gol di Afrika Jadi Tamparan Keras Green Force
Moch. Rizky Pratama Putra• Kamis, 16 April 2026 | 20.22 WIB
Flavio Silva merayakan gol bersama Kaizer Chiefs saat performanya justru meningkat usai meninggalkan Persebaya Surabaya. (Dok. Instagram/@flaviosilvaa_9)

JawaPos.com — Performa tajam Flavio Silva usai meninggalkan Persebaya Surabaya menjadi sorotan tajam di tengah mandulnya lini depan Green Force musim ini. Striker asal Portugal itu justru menemukan ketajamannya bersama Kaizer Chiefs di Liga Afrika Selatan.

Situasi ini berbanding terbalik dengan kondisi Persebaya Surabaya yang masih kesulitan mencetak gol secara konsisten. Kehilangan sosok Flavio Silva kini terasa makin nyata, terutama saat tim kerap buntu di depan gawang lawan.

Baca Juga: Kasus Kematian Diego Maradona Disidang Ulang, Diduga Ada Kelalaian Tim Medis

Flavio Silva seperti membuktikan bahwa kualitasnya belum habis setelah dilepas Persebaya Surabaya pada awal musim. Bersama Kaizer Chiefs, ia sudah mengoleksi 6 gol dan 1 assist dari 15 pertandingan di musim 2025/2026.

Jika ditotal sejak bergabung pada 1 Juli 2025, Flavio Silva sudah mencetak 9 gol dan 1 assist dari 25 laga. Catatan itu jauh lebih efisien dibanding saat ia masih berseragam Persebaya Surabaya.

Bersama Persebaya Surabaya, Flavio Silva membutuhkan 33 pertandingan untuk mencetak 9 gol dan 2 assist di kompetisi domestik. Kini, produktivitasnya meningkat drastis dalam waktu yang lebih singkat.

Ketajaman itu bahkan terlihat konsisten dalam beberapa pertandingan terakhir bersama Kaizer Chiefs. Flavio Silva tampak lebih percaya diri dan klinis dalam menyelesaikan peluang di depan gawang.

“Main bagus, tiga poin, cetak gol, istirahat bagus, besok lagi,” tulis Flavio Silva di kanal Instagram pribadinya. Ungkapan singkat itu mencerminkan performa positif yang sedang ia nikmati saat ini.

Di sisi lain, Persebaya Surabaya justru menghadapi persoalan serius di lini depan. Duet Bruno Paraiba dan Mihailo Perovic belum mampu menjadi solusi ketika tim membutuhkan gol.

Masalah tersebut terlihat jelas saat Persebaya Surabaya menghadapi Persija Jakarta pada pekan ke-27 Super League Indonesia 2025/2026.

Dalam laga itu, Green Force harus menelan kekalahan telak 0-3 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Lebih memprihatinkan, Persebaya Surabaya tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan. Padahal, mereka memiliki 10 percobaan tembakan yang semuanya gagal mengarah ke gawang.

Statistik menunjukkan betapa tumpulnya lini depan Persebaya Surabaya dalam laga tersebut. Minimnya efektivitas menjadi masalah utama yang belum juga terpecahkan hingga saat ini.

Pelatih Bernardo Tavares pun menyoroti faktor mental sebagai salah satu penyebab utama performa buruk timnya. Ia menilai gol cepat dari Persija Jakarta membuat para pemain kehilangan fokus.

“Gol pertama yang kami terima berawal dari kesalahan yang sangat mendasar. Itu yang membuat saya kecewa. Padahal sejak awal pekan kami sudah membahas kemungkinan situasi seperti penalti atau kesalahan yang bisa berujung gol,” ujar Bernardo Tavares.

Gol penalti pada menit ke-16 memang menjadi titik balik dalam pertandingan tersebut. Setelah itu, Persebaya Surabaya kesulitan mengembangkan permainan dan terus berada di bawah tekanan.

“Setelah gol penalti itu, Persija bermain semakin nyaman. Apalagi mereka didukung ribuan suporternya di stadion. Kami terlalu banyak memberikan ruang kepada mereka,” tambahnya.

Kondisi mental pemain kembali menjadi sorotan setelah tim gagal bangkit sepanjang pertandingan. Persebaya Surabaya bahkan kembali kebobolan dua gol tambahan di babak kedua.

“Ketika situasi tidak berjalan baik, kontrol emosi dan fokus kami menurun. Hal seperti itu tidak boleh terjadi jika kami ingin menjadi tim yang lebih baik. Mentalitas juga harus diperbaiki,” tegasnya.

Kekalahan tersebut semakin mempertegas persoalan klasik Persebaya Surabaya musim ini, yakni ketajaman lini depan. Minimnya penyelesaian akhir membuat peluang yang tercipta menjadi sia-sia.

Bandingkan dengan Flavio Silva yang kini tampil lebih efektif bersama Kaizer Chiefs. Ia mampu memaksimalkan peluang menjadi gol dengan rasio yang jauh lebih baik dibanding saat di Indonesia.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar di kalangan suporter. Apakah Persebaya Surabaya terlalu cepat melepas pemain yang sebenarnya masih bisa berkembang?

Apalagi hingga pekan ke-27, belum ada sosok striker yang benar-benar konsisten menggantikan peran Flavio Silva. Bruno Paraiba (1 gol) dan Mihailo Perovic (5 gol) masih inkonsisten dalam urusan mencetak gol.

Situasi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Bernardo Tavares jelang laga berikutnya. Persebaya Surabaya dijadwalkan menghadapi Madura United pada pekan ke-28 dengan tekanan untuk segera bangkit.

Jika masalah lini depan tak segera teratasi, bukan tidak mungkin tren negatif akan terus berlanjut. Sementara di belahan benua lain, Flavio Silva terus membuktikan dirinya layak diperhitungkan.

Kontras performa ini menjadi ironi tersendiri bagi Persebaya Surabaya. Saat mantan striker mereka bersinar, tim justru masih mencari jawaban atas tumpulnya lini serang.

Kini, publik menunggu apakah Persebaya Surabaya mampu bangkit dan menemukan solusi. Atau justru kisah Flavio Silva akan terus menjadi bayang-bayang yang menghantui Green Force hingga akhir musim.

Baca Juga: Ramon Tanque Terapkan Pilates, Langsung Gacor Jadi Mesin Gol Baru Persib Bandung!

EDITOR: Hendra