← Beranda
Rakhmat Basuki Waspada Ledakan Bernardo Tavares! Madura United Bidik Poin di Kandang Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 16 April 2026 | 16.29 WIB
Pelatih interim Madura United Rakhmat Basuki optimistis jelang laga panas melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo. (Madura United)

 

JawaPos.com — Madura United tak datang ke Surabaya dengan rasa santai jelang Derbi Suramadu. Tim tamu justru membawa kewaspadaan tinggi terhadap potensi 'ledakan' Persebaya Surabaya yang tengah terluka.

Pertandingan pekan ke-28 Super League 2025/2026 akan tersaji panas di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (17/04/2026). Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga pertaruhan gengsi dua tim Jawa Timur.

Pelatih interim Madura United, Rakhmad Basuki, terang-terangan mengakui ancaman dari tuan rumah. Ia melihat Persebaya Surabaya punya motivasi berlipat setelah hasil buruk di laga sebelumnya.

“Yang jelas yang kami perhatikan adalah motivasi Persebaya sekarang untuk bisa menang di Derbi Suramadu,” kata Rakhmat Basuki, Rabu (15/04/2026).

Baca Juga: Bahaya! Lulinha dan Junior Brandao Diprediksi Absen di Derbi Suramadu, Duel Persebaya Surabaya vs Madura United

Pernyataan itu menegaskan laga ini tak akan berjalan mudah bagi tim tamu.

Kekalahan dari Persija Jakarta menjadi pemantik kewaspadaan tersebut. Rakhmat menilai hasil negatif itu justru bisa menjadi bahan bakar bagi Green Force untuk bangkit lebih ganas.

“Mengingat laga terakhir mereka juga dikalahkan oleh Persija. Jadi saya yakin mereka termotivasi untuk bisa memenangkan pertandingan di Derbi Suramadu ini,” tegasnya.

Baca Juga: Breaking News! Derbi Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Terancam Pindah, Tak Bisa Gunakan Stadion Kanjuruhan

Situasi ini membuat Madura United harus ekstra fokus sejak menit awal.

Meski demikian, Madura United tidak melakukan perubahan besar dalam persiapan. Tim berjuluk Laskar Sapeh Kerrab itu memilih menjaga stabilitas permainan yang sudah terbukti efektif.

Kemenangan atas Persik Kediri menjadi acuan utama. Dalam laga tersebut, Madura United tampil disiplin dalam bertahan sekaligus tajam saat melakukan transisi.

“Karena kita juga melihat bahwa di pertandingan terakhir saat menang lawan Persik Kediri, kita bertahan dengan sangat baik dan memanfaatkan situasi transisi positif juga lumayan bagus,” jelasnya.

Evaluasi itu menjadi modal penting menghadapi tekanan di Surabaya.

Rakhmat Basuki tampaknya tak ingin mengutak-atik formula yang sudah berjalan. Ia lebih memilih memaksimalkan kesiapan pemain agar tetap konsisten di lapangan.

Baca Juga: Capai 100 Laga di Persebaya Surabaya, Simak Perolehan Gol, Assist, Kartu Kuning, dan Kartu Merah Catur Pamungkas

Fokus utama justru diarahkan pada aspek kebugaran. Jadwal padat membuat waktu pemulihan pemain menjadi sangat terbatas jelang pertandingan penting ini.

“Jadi secara fisik itu yang harus kami benar-benar hati-hati mempersiapkan pemain. Karena yang jelas tensi pertandingan ini sangat tinggi,” lanjut Rakhmat.

Ia sadar laga derbi selalu menguras energi lebih besar, baik fisik maupun mental.

Derbi Suramadu memang dikenal sebagai salah satu pertandingan dengan tensi tinggi di kompetisi domestik. Atmosfer stadion, tekanan suporter, hingga gengsi regional membuat duel ini selalu berlangsung keras.

Baca Juga: Tembus 100 Laga Bersama Persebaya, Arief Catur Pamungkas Ungkap Perjalanan Panjang dan Harapan Juara

Persebaya Surabaya di sisi lain dipastikan tampil ngotot di hadapan pendukungnya sendiri. Dukungan Bonek di Gelora Bung Tomo kerap menjadi energi tambahan yang sulit ditandingi tim tamu.

Situasi ini membuat Madura United harus pintar mengelola emosi. Kesalahan kecil bisa berujung fatal jika tidak diantisipasi sejak awal pertandingan.

Rakhmat Basuki tampaknya memahami betul risiko tersebut. Ia menekankan keseimbangan antara kesiapan fisik dan penerapan taktik agar timnya tidak kehilangan arah permainan.

“Mudah-mudahanlah apa yang kami persiapkan baik itu secara fisik terutama dan secara taktik juga bisa berjalan dengan baik di pertandingan lawan Persebaya,” pungkasnya.

Harapan itu menjadi penutup optimisme sekaligus kehati-hatian dari kubu Madura United.

Di atas kertas, Persebaya Surabaya tetap diunggulkan karena bermain di kandang sendiri. Namun, Madura United bukan tanpa peluang jika mampu menjaga disiplin permainan seperti saat menghadapi Persik Kediri.

Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat sejak menit pertama. Kedua tim sama-sama punya kepentingan besar untuk mengamankan poin demi menjaga posisi di klasemen.

Baca Juga: PR Mauricio Souza Usai Persija Jakarta Hantam Persebaya Surabaya 3-0: Fokus Tingkatkan Konsistensi!

Bagi Persebaya Surabaya, kemenangan menjadi harga mati untuk membalas kekalahan sebelumnya. Sementara bagi Madura United, mencuri poin di Surabaya sudah menjadi hasil positif yang sangat berharga.

Derbi Suramadu kali ini pun berpotensi menghadirkan drama yang tak terduga. Momentum, mental, dan efektivitas strategi akan menjadi penentu siapa yang keluar sebagai pemenang.

Satu hal yang pasti, peringatan Rakhmat Basuki soal potensi kebangkitan Green Force bukan tanpa alasan. Jika lengah sedikit saja, Madura United bisa menjadi korban amukan Persebaya Surabaya di kandangnya sendiri.

EDITOR: Edi Yulianto