← Beranda
Timnas Indonesia U-17 Pincang! Mierza Firjatullah Terancam Absen Lawan Malaysia U-17 di Piala AFF U-17 2026
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 16 April 2026 | 15.06 WIB
Mierza Firjatullah (tengah) mengalami cedera hamstring saat membela Timnas Indonesia U-17 di laga perdana Piala AFF U-17 2026. (Instagram @mierza_09)

 

JawaPos.com — Kabar kurang sedap menghampiri Timnas Indonesia U-17 jelang duel krusial melawan Malaysia U-17 di Piala AFF U-17 2026. Striker andalan, Mierza Firjatullah, terancam absen akibat cedera hamstring yang dialaminya di laga perdana.

Situasi ini jelas menjadi perhatian serius bagi tim pelatih. Pasalnya, Mierza Firjatullah selama ini menjadi salah satu tumpuan di lini depan Garuda Asia.

Bintang Persik Kediri Elite Pro Academy (EPA) U-16 itu memang bukan nama baru. Ini merupakan penampilan keduanya di ajang Piala AFF U-17 setelah sebelumnya tampil impresif pada edisi 2024.

Baca Juga: Mandul di Babak Kedua! Kurniawan Dwi Yulianto Evaluasi Timnas Indonesia U-17 Jelang Lawan Malaysia U-17 di Piala AFF U-17 2026

Kala itu, Mierza Firjatullah ikut membawa Timnas Indonesia U-17 meraih peringkat ketiga. Kontribusinya tidak main-main, dengan torehan empat gol yang membuat namanya mulai dikenal luas.

Ketajamannya sebagai striker menjadi nilai lebih yang sulit tergantikan. Apalagi, ia juga sudah mencicipi atmosfer kompetisi level dunia saat tampil di Piala Dunia U-17 2025.

Pengalaman tersebut membuat ekspektasi publik terhadap Mierza Firjatullah semakin tinggi. Tak heran jika dirinya langsung dipercaya sebagai starter saat menghadapi Timor Leste U-17 di Stadion Joko Samudro, Gresik.

Dalam laga yang berakhir dengan kemenangan 4-0 itu, sebenarnya Timnas Indonesia U-17 tampil dominan. Namun, Mierza Firjatullah justru harus mengakhiri pertandingan lebih cepat.

Baca Juga: Putu Ekayana Jadi Kapten Timnas Indonesia U-17, Lanjutkan Tradisi Bek Bali yang Semakin Bersinar!

Pemain berusia 17 tahun itu mengalami cedera saat laga baru berjalan 34 menit. Ia pun terpaksa ditarik keluar dan tidak bisa melanjutkan pertandingan.

“Oke, memang tadi Mierza ada kendala di hamstring-nya. Kita coba... ini sudah dalam penanganan dari tim medis kita, kita coba apa namanya, diagnosa lagi malam ini. Dan secepatnya tim medis pasti akan bekerja super keras tentunya, karena memang kita ada dokter, ada fisio, ya kan,” ujar Kurniawan, Senin (13/4/2026).

Cedera hamstring memang kerap menjadi momok bagi pesepak bola. Pemulihannya membutuhkan waktu dan tidak bisa dipaksakan jika tidak ingin memperparah kondisi pemain.

Saat ini, kondisi Mierza Firjatullah masih dalam pemantauan tim medis. Keputusan terkait tampil atau tidaknya sang pemain akan ditentukan setelah observasi lanjutan.

Kurniawan Dwi Yulianto pun memberi sinyal tidak ingin mengambil risiko. Ia menegaskan hanya akan memainkan pemain yang benar-benar dalam kondisi 100 persen.

Baca Juga: Fakta Menarik Jelang Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Kurniawan Dwi Yulianto Punya Kedekatan Unik!

“Jadi, apa tindakannya setelah diobservasi, mungkin tim medis baru akan memberikan report pada kami. Tapi sekali lagi bahwa kita ke depannya itu tetap akan memberikan jam bermain untuk pemain-pemain yang memang siap,” imbuh Kurniawan.

“Dan kita percaya dengan semua pemain yang ada. Tidak ada yang lebih penting daripada pemain lain, semua pemain sama pentingnya di tim ini. Jadi, pemain yang benar-benar 100 persen ini yang akan kita mainkan."

Pernyataan tersebut membuka peluang besar absennya Mierza Firjatullah saat melawan Malaysia U-17. Laga ini sendiri dijadwalkan berlangsung pada 16 April dan menjadi penentu langkah Garuda Asia di fase grup.

Tanpa Mierza, kekuatan lini depan Timnas Indonesia U-17 jelas sedikit berkurang. Namun, tim ini masih memiliki sejumlah opsi yang bisa diandalkan.

Baca Juga: Preview Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia U-17 di Piala AFF U-17 2026: Ujian Berat Garuda Muda di Laga Kedua

Nama Sean Rahman muncul sebagai kandidat kuat pengganti. Selain itu, ada juga Fardhan Ary yang dikenal sebagai top skor EPA U-16 2024/2025.

Kehadiran pemain-pemain pelapis ini menjadi bukti kedalaman skuad Garuda Asia. Mereka diharapkan mampu menjawab kepercayaan pelatih jika benar-benar mendapat kesempatan tampil.

Laga melawan Malaysia U-17 dipastikan tidak akan mudah. Rivalitas kedua tim selalu menghadirkan tensi tinggi dan penuh tekanan.

Kondisi tanpa salah satu striker utama tentu menjadi tantangan tersendiri. Namun, situasi ini juga bisa menjadi momentum bagi pemain lain untuk unjuk kemampuan.

Timnas Indonesia U-17 tetap dituntut tampil maksimal demi meraih hasil positif. Dukungan publik juga diharapkan mampu menambah motivasi para pemain di lapangan.

Dengan jadwal yang padat, rotasi pemain menjadi hal yang tidak terhindarkan. Apalagi, setelah menghadapi Malaysia, Garuda Asia juga harus bersiap melawan Vietnam pada 19 April.

Manajemen kondisi fisik pemain menjadi kunci penting dalam turnamen seperti ini. Tim pelatih harus cermat mengambil keputusan agar performa tim tetap stabil.

Absennya Mierza Firjatullah memang menjadi kehilangan. Namun, ini juga menjadi ujian kedewasaan bagi Timnas Indonesia U-17 secara keseluruhan.

Apakah Garuda Asia mampu tetap tajam tanpa sosok andalan di lini depan? Jawabannya akan terlihat saat peluit kick-off melawan Malaysia U-17 dibunyikan.

EDITOR: Edi Yulianto