← Beranda
PSIS Ditinggal Andri Ramawi, Ketua Panser Biru Bongkar Alasan Sebenarnya
Andre Rizal HanafiKamis, 16 April 2026 | 01.34 WIB
Ilustrasi PSIS melakukan persiapan laga. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kabar mundurnya Andri Ramawi dari kursi pelatih kepala PSIS Semarang sempat memicu berbagai spekulasi di kalangan suporter.

Isu konflik internal hingga campur tangan manajemen sempat beredar luas, terutama di media sosial. Namun, Ketua Panser Biru, Wareng, memastikan kabar tersebut tidak benar.

Melalui akun Instagram pribadinya @kepareng_wareng, Wareng mengunggah surat pengunduran diri yang ditandatangani langsung oleh Andri Ramawi. Unggahan itu dimaksudkan untuk meluruskan informasi yang simpang siur.

Baca Juga: Dorong Liga Indonesia Naik Kelas! I.League Bidik Kolaborasi dengan Eredivisie, La Liga, J.League dan Bundesliga

“Biar jelas semua, jadi pelatih tidak diganti oleh manajemen, Fariz, Amry atau Ebleh, tapi karena benar-benar mengajukan pengunduran diri,” tulis Wareng dalam keterangan unggahannya.

Ia juga meminta suporter untuk tetap memberikan dukungan kepada manajemen baru PSIS. Menurutnya, kondisi tim saat ini membutuhkan kepercayaan, bukan justru kritik tanpa dasar.

“Mohon percoyo sek, beri kesempatan manajemen baru berjuang untuk PSIS. Jangan malah diganggu dengan omongan yang tidak ada dasarnya,” lanjutnya.

Baca Juga: Jegal Garuda Muda! Muhammad Shukor Adan Bongkar Kekuatan Timnas Indonesia U-17, Malaysia U-17 Siap Bangkit di Piala AFF U-17 2026

Dalam unggahan lainnya, Wareng juga mengungkap alasan di balik keputusan Andri Ramawi mundur. Ternyata, keputusan tersebut tidak lepas dari situasi yang dialami AV, sosok yang berperan membawa Andri bergabung ke PSIS.

AV sebelumnya menjabat sebagai direktur teknik PSIS. Namun, ia harus meninggalkan klub karena masih terikat dalam sistem di Madura United, sehingga tidak bisa didaftarkan secara resmi sebagai bagian dari tim.

Situasi ini sempat memicu masalah serius. Bahkan, manajemen PSIS dikabarkan menerima somasi dari pihak Madura United hanya dua hari sebelum laga melawan Deltras Sidoarjo.

Dalam kondisi mendesak, manajemen PSIS memberikan ultimatum kepada AV untuk memilih salah satu klub.

Namun hingga mendekati pertandingan melawan Persipal, persoalan tersebut belum juga tuntas.

Dalam sebuah percakapan yang diunggah Wareng, disebutkan bahwa Andri Ramawi memiliki kesepakatan pribadi dengan AV. Ia siap mundur jika AV benar-benar meninggalkan PSIS.

Baca Juga: Statistik Buruk PSIM Tanpa Sang Kapten di Lini Belakang, Persentase Kalah Capai 67 Persen 

Keputusan itu akhirnya terjadi. Andri memilih mengikuti langkah AV sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok yang membawanya ke klub berjuluk Laskar Mahesa Jenar tersebut.

Mundurnya Andri Ramawi tentu menjadi tantangan tersendiri bagi PSIS Semarang. Terlebih, kompetisi Pegadaian Championship masih menyisakan tiga laga penting di putaran ketiga.

Sedangkan posisi PSIS yang ada diperingkat 8 saat ini masih belum 100% aman dari ancaman masuk ke zona play off degradasi ke Liga 3 dan selisih 3 poin dari Persiba Balikpapan yang berada di peringkat 9.

Baca Juga: Statistik Buruk PSIM Tanpa Sang Kapten di Lini Belakang, Persentase Kalah Capai 67 Persen 

Di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil, PSIS kini dituntut untuk segera beradaptasi. Manajemen harus bergerak cepat menentukan arah baru tim agar performa di sisa kompetisi tidak semakin terganggu.

Bagi suporter, momen ini menjadi ujian untuk tetap solid mendukung tim. Sebab, di saat kondisi sulit seperti ini, dukungan dari tribun justru menjadi salah satu energi penting bagi para pemain di lapangan.

EDITOR: Banu Adikara