JawaPos.com — Kekalahan telak Timnas Timor Leste U-17 dari Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF U-17 2026 menyisakan cerita menarik di luar lapangan. Sorotan justru datang dari sosok bintang Persebaya Surabaya, Gali Freitas, yang terlihat memantau langsung laga tersebut dari tribun VIP Stadion Gelora Joko Samudro.
Timnas Timor Leste U-17 harus mengakui keunggulan Indonesia setelah kalah dengan skor 0-4 pada laga pembuka Grup A.
Permainan efektif dan intensitas tinggi yang ditunjukkan skuad Garuda Muda menjadi pembeda mencolok sepanjang pertandingan.
Di tengah dominasi Indonesia, kehadiran Gali Freitas di stadion menghadirkan nuansa emosional tersendiri.
Pemain yang kini menjadi bagian penting Persebaya Surabaya itu berada dalam posisi yang tidak mudah, antara mendukung tanah kelahirannya atau mengapresiasi permainan tim tuan rumah.
“Ya, seharusnya saya mendukung negara saya, tapi ini kita lawan tetangga juga kan. Ya, siapa yang menang, kita bersyukurlah atas kerja keras mereka bisa menang. Selamat buat Indonesia sudah menang malam ini,” ujar Gali Freitas saat ditemui JawaPos.com, Senin (13/4/2026).
Pernyataan itu menggambarkan kedewasaan Gali Freitas dalam memandang pertandingan. Ia tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga menghargai kerja keras kedua tim yang sudah berjuang di atas lapangan.
Meski datang langsung ke stadion, Gali Freitas ternyata tidak sempat berinteraksi dengan para pemain muda Timor Leste U-17. Momen itu terlewat karena dirinya tiba saat pertandingan sudah dimulai.
“Enggak sempat (ngobrol ke adik-adik), soalnya aku datang mereka sudah mulai main.”
Baca Juga: Jelang Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto: Tiap Laga Adalah Final!
Sebagai pemain senior yang sudah merasakan atmosfer kompetisi profesional, Gali Freitas tetap memberikan perhatian terhadap perkembangan pemain muda negaranya. Ia menilai perjalanan karier mereka masih sangat panjang dan membutuhkan dukungan moral.
“Ya, semuanya soalnya mereka juga perjalanan karier masih panjang sekali buat mereka. Kita tetap kasih motivasi, kasih semangat buat mereka biar ke depannya lebih bagus lagi.”
Dalam pengamatannya selama pertandingan, Gali Freitas juga melihat adanya perbedaan signifikan antara babak pertama dan kedua. Ia menyoroti hilangnya konsentrasi di awal laga sebagai salah satu faktor kekalahan Timor Leste.
“Iya, babak pertama adik-adik kayaknya hilang konsentrasi, soalnya kayak agresif mainnya, intensitasnya tinggi, mau gol juga tapi mereka lupa press di bagian lini belakang. Ya, babak kedua kayaknya pelatih ubah, saya enggak tahu, tapi syukur enggak kebobolan lagi di babak kedua.”
Analisis tersebut menunjukkan Gali Freitas tidak sekadar hadir sebagai penonton. Ia tetap melihat pertandingan dengan sudut pandang seorang pemain profesional yang memahami detail teknis di lapangan.
Menurutnya, semangat menyerang yang terlalu tinggi tanpa diimbangi kedisiplinan bertahan menjadi celah yang dimanfaatkan Timnas Indonesia U-17.
Hal itu membuat lini belakang Timor Leste mudah ditembus pada babak pertama.
Meski demikian, Gali Freitas tetap melihat sisi positif dari performa para pemain muda Timor Leste.
Ia percaya pengalaman menghadapi tim kuat seperti Indonesia akan menjadi pelajaran berharga untuk perkembangan mereka ke depan.
“Iya, pesan saya setiap saya balik waktu libur di Timor Leste, saya selalu kasih motivasi mereka, saya kasih semangat mereka bisa sukses di karier mereka. Tetap semangat, tetap disiplin, jaga komunikasi sama keluarga biar ke depannya lebih bagus lagi.”
Pesan tersebut menjadi bukti kepedulian Gali Freitas terhadap regenerasi sepak bola di negaranya.
Ia tidak hanya fokus pada karier pribadi bersama Persebaya Surabaya, tetapi juga berkontribusi dalam membangun mental pemain muda Timor Leste.
Di sisi lain, kemenangan ini semakin memperkuat posisi Timnas Indonesia U-17 di Grup A Piala AFF U-17 2026. Hasil positif di laga pembuka menjadi modal penting untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.
Sementara itu, Timnas Timor Leste U-17 harus segera bangkit dari kekalahan tersebut. Mereka dijadwalkan menghadapi Vietnam pada laga kedua Grup A, Kamis (16/4/2026).
Pertandingan tersebut akan menjadi ujian berikutnya bagi Timor Leste untuk membuktikan perkembangan mereka. Evaluasi dari kekalahan melawan Indonesia menjadi kunci untuk memperbaiki performa di laga berikutnya.
Kisah Gali Freitas di tribun VIP pun menjadi warna tersendiri dalam laga ini. Di tengah rivalitas pertandingan, terselip cerita tentang profesionalisme, empati, dan harapan untuk masa depan sepak bola Asia Tenggara.