JawaPos.com–Kabar mengejutkan datang dari tubuh PSIS Semarang. Pelatih kepala Andri Ramawi secara tiba-tiba memutuskan mundur dari jabatannya di tengah kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026 yang masih berjalan.
Keputusan ini diumumkan secara resmi oleh manajemen klub pada Rabu (15/4) pagi, tak lama setelah laga pekan ke-24 yang mempertemukan PSIS dengan Persiku Kudus.
”Maturnuwun coach Andri. Pelatih Andri Ramawi mengundurkan diri dari jabatan pelatih kepala PSIS Semarang dan sementara tim akan dipimpin carateker assistant pelatih Anang Dwita. Terima kasih atas dedikasinya selama membesut Laskar Mahesa Jenar,” dikutip dari akun instagram @psisofficial.
Baca Juga: Rekap Pekan 24 Pegadaian Championship: Dominasi Tuan Rumah dan Nasib Tragis Persipal
Momen pengunduran diri tersebut cukup mengejutkan, mengingat performa tim dalam beberapa pertandingan terakhir terbilang cukup stabil. Di bawah arahan Andri Ramawi, PSIS menunjukkan tren yang tidak buruk.
Dalam enam pertandingan terakhir, tim berjuluk Mahesa Jenar itu mencatatkan dua kemenangan, tiga hasil imbang, dan hanya satu kekalahan. Catatan ini menjadi indikasi bahwa tim sedang berada dalam jalur kompetitif untuk bertahan di Pegadaian Championship.
Namun di balik performa yang relatif konsisten tersebut, terdapat faktor lain yang menjadi alasan utama mundurnya sang pelatih. Keputusan ini disebut berkaitan dengan komitmen pribadi yang sebelumnya telah disepakati bersama sosok penting di klub, yakni Angel Alfredo Vera.
Andri memilih untuk mengikuti langkah Angel Alfredo Vera yang lebih dulu meninggalkan PSIS. Keputusan ini menunjukkan adanya loyalitas profesional yang cukup kuat, meskipun harus diambil di tengah situasi tim yang masih membutuhkan stabilitas.
Meski tidak langsung mundur saat Vera lebih dulu pergi, Andri sempat bertahan untuk membantu tim melewati beberapa pertandingan penting.
Langkah tersebut dilakukan demi memastikan posisi PSIS tetap aman dan tidak terpuruk di papan klasemen. Setelah merasa situasi cukup terkendali, barulah keputusan mundur itu benar-benar diambil.
Manajemen PSIS sendiri menerima keputusan tersebut dengan sikap terbuka. Mereka menyampaikan apresiasi atas kontribusi Andri selama menangani tim, terutama dalam menjaga performa tim tetap kompetitif di tengah tekanan kompetisi yang ketat.
Sebagai langkah cepat untuk menjaga kestabilan tim, manajemen menunjuk asisten pelatih Anang Dwita sebagai pelatih sementara. Penunjukan ini dilakukan untuk mengisi kekosongan kursi pelatih kepala sekaligus memastikan persiapan tim tetap berjalan menjelang tiga laga sisa musim ini.
Situasi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi PSIS. Pergantian pelatih di fase krusial kompetisi bisa berdampak pada dinamika tim, baik dari sisi strategi maupun mental pemain.
Baca Juga: Fans Soroti Dua Keputusan Blunder Arne Slot yang Membuat Liverpool Tersingkir dari Liga Champions!
Konsistensi permainan akan menjadi faktor penting yang harus dijaga agar target akhir musim tetap bisa tercapai.
Di sisi lain, momentum ini juga menjadi kesempatan bagi pemain untuk menunjukkan profesionalisme mereka di tengah perubahan. Peran pelatih sementara akan sangat krusial dalam menjaga fokus tim agar tidak terpengaruh oleh situasi di luar lapangan.
Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, setiap poin menjadi sangat berharga. PSIS dituntut untuk tetap solid dan tidak kehilangan arah meskipun harus menjalani fase transisi kepemimpinan secara mendadak.
Kepergian Andri Ramawi menjadi salah satu dinamika menarik dalam perjalanan PSIS musim ini. Kini, sorotan tertuju pada bagaimana tim mampu beradaptasi dan tetap kompetitif hingga akhir kompetisi.