JawaPos.com - Tanggung jawab besar harus dipikul oleh Andhika Ramadhani. Menggantikan kiper Ernando Ari yang cedera, Andhika harus menjadi tembok tangguh terakhir di jantung pertahanan Persebaya Surabaya agar tidak banyak kemasukan gol.
Namun, kondisi di lapangan tak selalu sesuai harapan. Sempat mencatatkan cleansheet saat menang 1-0 atas Persita Tangerang, gawang Persebaya yang dikawal Andhika harus kebobolan tiga gol oleh Persija di hadapan Jakmania yang memadati Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (11/4) lalu.
Hasil tersebut tentu mengecewakan pemain yang akrab disapa Cak Dhik itu. Ia pun bertekad untuk melakukan evaluasi agar performanya menjadi lebih baik saat menghadapi Madura United, dengan catatan Ernando Ari masih belum bisa bermain.
“Secara pribadi saya berusaha memberikan yang terbaik setiap kesempatan yang diberikan. Tapi sebagai pemain, tentu hasil ini tidak yang kami inginkan. Kami harus evaluasi dan bangkit di pertandingan berikutnya,” ujar Andhika seperti dikutip dari laman resmi klub.
Andhika menambahkan, evaluasi ini tentunya tidak hanya dilakukan oleh ia saja, tetapi juga seluruh elemen skuad Persebaya, demi kembali ke jalur kemenangan.
“Kami satu tim. Bukan hanya lini belakang atau kiper saja, tapi semua harus berbenah. Kami akan bekerja lebih keras supaya bisa kembali ke jalur kemenangan,” tambah pemain jebolan tim internal Persebaya, El Faza itu.
Pada laga menghadapi Persija, Cak Dhik memang sempat melakukan sejumlah penyelamatan gemilang. Misalnya pada menit 56, ia dengan sigap memotong umpan cutback Allano Souza di depan gawang yang mengarah ke Eksel Runtukahu.
Kemudian pada menit ke-71, dalam situasi satu lawan satu menghadapi Eksel, Andhika tampil tenang dan berhasil memblok bola yang mengarah ke gawang.
Secara statistik, Cak Dhik mencatatkan tiga penyelamatan, dua intersep, serta 14 passing yang menunjukkan perannya dalam membantu distribusi bola dari lini belakang.
Baca Juga: Iran Terancam Mundur, Begini Peluang Indonesia Tembus Play-off Piala Dunia 2026!
Jelang menjalani laga Derby Suramadu, ia berharap Bonek memadati Stadion Gelora Bung Tomo pada Jumat (17/4) mendatang karena ia tidak menampik bahwa dukungan suporter sangat penting untuk membangkitkan mentalitas bertanding skuad Green Force setelah dilumat Macan Kemayoran.
“Tentu kami ingin meraih hasil maksimal untuk kembali ke jalur positif. Kami berharap dukungan Bonek dan Bonita untuk datang langsung dan memberikan semangat di stadion,” pungkasnya.
Sementara itu, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, masih harap-harap cemas dengan kondisi sejumlah pemainnya, apakah sudah pulih dari cedera atau masih harus menunggu pemulihan cedera lebih lama lagi.
“Saat ini banyak pemain yang tidak bisa membantu tim. Saya berharap beberapa dari mereka bisa segera pulih untuk pertandingan berikutnya. Kami masih menghadapi situasi dengan banyak pemain yang cedera maupun sakit,” ujar Tavares.
Ia mencontohkan bahwa kondisi Leo Lelis masih tanda tanya karena ia hanya mampu tampil satu babak saat menghadapi Persija akibat cedera. Sedangkan kondisi Bruno Moreira dan kiper utama Ernando Ari juga masih belum pasti bermain.
Pelatih asal Portugal ini pun tak ingin berlarut dalam kegalauan menghadapi para pemainnya yang cedera, karena ia memilih fokus terhadap para pemain yang tersedia.
"Saat ini fokus kami adalah menyiapkan pemain yang tersedia. Kami harus memastikan siapa saja yang siap membantu tim. Para pemain yang ada harus bekerja keras dan memberikan yang terbaik untuk pertandingan nanti,” pungkasnya.