← Beranda
Krisis Pemain Hantui PSIM Yogyakarta Jelang Lawan Bhayangkara FC, Jean Paul Van Gastel Minta Tim Kerja Keras
Andre Rizal HanafiRabu, 15 April 2026 | 17.43 WIB
PSIM Yogyakarta mematangkan persiapan jelang laga tandang pekan ke-28 menghadapi Bhayangkara FC di Super League 2025/2026. (Dok. I.League)

JawaPos.com - PSIM Yogyakarta terus mematangkan persiapan jelang laga tandang pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026. Tim berjuluk Laskar Mataram itu dijadwalkan menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Jumat (17/4).

Meski baru saja menelan hasil kurang memuaskan di laga sebelumnya, pelatih kepala Jean Paul Van Gastel memastikan kondisi tim tetap dalam semangat tinggi.

Ia menyebut para pemain tetap bekerja keras di tengah keterbatasan skuad akibat cedera dan akumulasi kartu.

Baca Juga: Vinicius Junior Optimis! Taktik Simpel Carlo Ancelotti Jadi Magis Timnas Brasil di Piala Dunia 2026

“Kondisi pemain bagus. Mereka tetap bekerja keras walaupun ada beberapa yang cedera dan terkena larangan bermain. Persiapannya memang jadi sedikit lebih rumit,” ujar Van Gastel dikutip dari ileague.id.

PSIM dipastikan tidak bisa menurunkan dua pilar utama di lini belakang, Franco Ramos Mingo dan Yusaku Yamadera, yang harus absen karena akumulasi kartu kuning.

Kehilangan ini tentu menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi tim pelatih dalam menjaga stabilitas pertahanan.

Tak hanya itu, masalah cedera juga turut memengaruhi komposisi tim. Anton Fase masih menjalani pemulihan, sementara Rahmatsho dipastikan absen. Untuk Abiyoso, Van Gastel mengaku masih menunggu perkembangan terakhir dari tim medis.

“Rahmatsho tidak akan bermain. Untuk Abiyoso, saya masih harus berbicara dengan dokter,” tambahnya.

Menghadapi situasi tersebut, Van Gastel menaruh perhatian khusus pada evaluasi permainan tim, terutama dalam mengantisipasi bola mati. Ia menilai aspek tersebut menjadi salah satu titik lemah PSIM dalam beberapa pertandingan terakhir.

Baca Juga: John Herdman Diuji di Piala AFF 2026, Mampukah Akhiri Kutukan Runner-up Timnas Indonesia?

“Kami latihan penjagaan satu lawan satu. Salah satu masalah kami adalah kurangnya urgensi dan terlalu santai saat menjaga lawan. Saya ingin melihat lebih banyak kegigihan dari tim,” tegasnya.

Di luar itu, pelatih asal Belanda tersebut tetap menekankan pentingnya fokus pada permainan sendiri tanpa terlalu terbebani oleh kondisi lawan.

“Seperti biasa, kami fokus pada permainan kami sendiri di setiap pertandingan,” ujarnya.

PSIM sendiri tengah berada dalam tren kurang baik. Pada pekan ke-27 lalu, mereka harus mengakui keunggulan PSM Makassar dengan skor 1-2 di kandang sendiri, Stadion Sultan Agung, Bantul.

Hasil tersebut memperpanjang catatan negatif tim yang belum mampu tampil konsisten dalam 10 pertandingan terakhir.

Dari periode tersebut, PSIM hanya meraih satu kemenangan, yakni saat mengalahkan PSBS Biak dengan skor 4-2. Selebihnya, mereka mencatat lima hasil imbang dan empat kekalahan.

Laga melawan Bhayangkara FC pun menjadi momentum penting bagi PSIM untuk bangkit sekaligus memperbaiki posisi di klasemen.

EDITOR: Hendra