JawaPos.com–Potensi ketiadaan Ernando Ari saat menghadapi Madura United pada lanjutan super league, berpotensi menjadi ujian berat bagi Persebaya Surabaya. Namun, di tengah situasi itu, sosok Andhika Ramadhani muncul sebagai harapan baru di bawah mistar Green Force.
Kekalahan dari Persija Jakarta memang menyisakan pil pahit bagi Persebaya Surabaya. Green Force harus mengakui keunggulan tuan rumah dalam laga yang berlangsung dengan tekanan tinggi.
Namun, di balik hasil tersebut, penampilan kiper muda Persebaya Andhika Ramadhani menjadi salah satu catatan positif bagi tim. Dia tampil cukup menjanjikan meski harus menghadapi gempuran bertubi-tubi dari lini serang lawan.
Dipercaya tampil sejak menit awal menggantikan peran Ernando Ari yang masih menepi karena cedera, Andhika menunjukkan ketenangan di bawah mistar. Dia beberapa kali menjadi penyelamat Persebaya dari ancaman serius pemain Persija Jakarta.
Momen krusial datang pada menit ke-56 yang menjadi bukti kualitasnya. Andhika dengan sigap memotong umpan cutback Allano Souza di depan mulut gawang yang mengarah ke Eksel Runtukahu.
Dalam situasi yang sangat berbahaya, reaksinya mampu mencegah peluang emas lawan berubah menjadi gol. Keputusan cepat itu menunjukkan insting kuat yang dimiliki kiper muda tersebut.
Tak berhenti di situ, pada menit ke-71 Andhika kembali menunjukkan kualitasnya. Dalam situasi satu lawan satu menghadapi Eksel, dia tampil tenang dan berhasil memblok bola yang mengarah ke gawang.
Penyelamatan tersebut menjadi bukti refleks dan keberaniannya saat berada di bawah tekanan tinggi. Dia tidak panik, justru mampu membaca arah pergerakan lawan dengan baik.
Secara statistik, kiper kedua Persebaya Surabaya itu mencatatkan tiga penyelamatan penting sepanjang pertandingan. Selain itu, dia juga menorehkan dua intersep serta 14 passing yang menunjukkan perannya dalam membantu distribusi bola dari lini belakang.
Kontribusi itu menegaskan Andhika tidak hanya berfungsi sebagai penjaga gawang. Dia juga menjadi bagian penting dalam membangun serangan dari bawah, sesuatu yang kini menjadi kebutuhan sepak bola modern.
Meski tampil cukup solid, Andhika tetap menegaskan hasil akhir menjadi prioritas utama yang harus diperbaiki. Dia menyadari performa individu tidak berarti tanpa kontribusi terhadap kemenangan tim.
”Secara pribadi saya berusaha memberikan yang terbaik setiap kesempatan yang diberikan. Tapi sebagai pemain, tentu hasil ini tidak yang kami inginkan. Kami harus evaluasi dan bangkit di pertandingan berikutnya,” ujar Andhika.
Pemain jebolan tim internal Persebaya Surabaya, El Faza itu juga menekankan pentingnya kerja sama tim. Menurut dia, situasi sulit hanya bisa dilewati jika seluruh pemain bergerak dalam satu visi yang sama.
”Kami satu tim. Bukan hanya lini belakang atau kiper saja, tapi semua harus berbenah. Kami akan bekerja lebih keras supaya bisa kembali ke jalur kemenangan,” tambah Andhika.
Kini tantangan berikutnya sudah di depan mata dan tidak kalah berat. Persebaya Surabaya akan menghadapi Madura United pada Jumat (17/4) di Stadion Gelora Bung Tomo.
Laga tersebut diprediksi berjalan ketat mengingat rivalitas kedua tim yang cukup tinggi. Selain itu, Persebaya Surabaya juga dituntut untuk segera bangkit setelah hasil kurang memuaskan di laga sebelumnya.
Dalam kondisi Ernando Ari yang masih belum pulih, peluang Andhika untuk kembali tampil terbuka lebar. Ini menjadi momentum penting bagi dirinya untuk membuktikan kapasitas sebagai penjaga gawang masa depan tim.
Dukungan suporter juga diharapkan menjadi energi tambahan bagi para pemain. Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo kerap menjadi faktor pembeda yang mampu mendongkrak semangat bertanding.
Baca Juga: Allano Lima Semakin Percaya Diri Menatap Sisa Musim Super League Bersama Persija
”Tentu kami ingin meraih hasil maksimal untuk kembali ke jalur positif. Kami berharap dukungan Bonek dan Bonita untuk datang langsung dan memberikan semangat di stadion,” tandas Andhika.
Jika mampu menjaga konsistensi, Andhika bukan hanya sekadar pelapis. Dia bisa menjelma menjadi tembok kokoh yang memberi rasa aman bagi lini belakang Persebaya Surabaya di momen krusial musim ini.