← Beranda
Kondisi Persebaya Surabaya Belum 100 Persen! Bernardo Tavares Berjudi Lawan Madura United di Derbi Suramadu
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 15 April 2026 | 17.25 WIB
Pelatih Bernardo Tavares memantau kondisi pemain Persebaya Surabaya jelang Derbi Suramadu di Stadion Gelora Bung Tomo. (Persebaya)

 

JawaPos.com–Kondisi Persebaya Surabaya belum benar-benar ideal jelang Derbi Suramadu. Pelatih Bernardo Tavares bahkan mengakui timnya masih dibayangi badai cedera yang berpotensi jadi celah dimanfaatkan Madura United.

Laga panas Persebaya vs Madura United pada pekan ke-28 Super League 2025/2026 itu akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (17/4) malam. Namun alih-alih percaya diri penuh, Green Force justru berada dalam situasi serba tidak pasti.

Pelatih Persebaya Bernardo Tavares harus memutar otak lebih keras untuk menyiapkan skuad terbaik lawan Madura United. Waktu persiapan yang mepet membuatnya berpacu dengan kondisi pemain yang belum sepenuhnya pulih.

Baca Juga: Dari Tukang Jagal ke Bek Modern! Kisah Arief Catur Rayakan 100 Laga Bareng Persebaya Surabaya Penuh Luka dan Air Mata

”Saat ini banyak pemain yang tidak bisa membantu tim. Saya berharap beberapa dari mereka bisa segera pulih untuk pertandingan berikutnya. Kami masih menghadapi situasi dengan banyak pemain yang cedera maupun sakit,” ujar pelatih asal Portugal tersebut.

Kondisi itu bukan tanpa bukti karena sudah terlihat dalam laga terakhir melawan Persija Jakarta. Sejumlah pemain dipaksa tampil meski belum berada dalam kondisi fisik terbaik.

Bek Leo Lelis misalnya hanya mampu bermain selama satu babak akibat cedera. Situasi serupa juga dialami Bruno Moreira serta penjaga gawang utama Ernando Ari yang kondisinya masih tanda tanya.

Baca Juga: Raja Passing Macan Kemayoran! Allano Yakin Persija Jakarta Makin Gacor Usai Bantai Persebaya Surabaya

”Beberapa pemain yang tampil juga belum berada dalam kondisi 100 persen. Pada pertandingan terakhir, beberapa pergantian pemain terpaksa dilakukan dengan memasukkan pemain yang baru pulih dari cedera. Itu adalah kondisi yang kami miliki saat ini,” jelas Bernardo Tavares.

Situasi ini membuat komposisi tim Persebaya Surabaya sulit diprediksi. Setiap sesi latihan menjadi momen krusial untuk memantau siapa yang benar-benar siap tempur.

”Untuk persiapan menghadapi Madura United, kami sebenarnya sudah mulai melakukan persiapan. Namun dengan banyaknya pemain yang cedera dan sakit, kami masih belum tahu siapa saja yang benar-benar siap bermain dan apakah mereka bisa tampil dalam kondisi 100 persen,” kata Bernardo Tavares.

Tavares pun kini hanya bisa fokus memaksimalkan pemain yang tersedia. Dia menuntut seluruh pemain yang siap tampil untuk bekerja ekstra demi menjaga peluang meraih poin.

”Saat ini fokus kami adalah menyiapkan pemain yang tersedia. Kami harus memastikan siapa saja yang siap membantu tim. Para pemain yang ada harus bekerja keras dan memberikan yang terbaik untuk pertandingan nanti,” tandas Bernardo Tavares.

Jika melihat statistik musim ini, kondisi tersebut jelas menjadi ancaman serius. Persebaya Surabaya mencatatkan 38 gol dari 27 pertandingan dengan rata-rata 1,4 gol per laga, angka yang cukup kompetitif namun belum konsisten.

Baca Juga: Punya Rekor 12 Clean Sheet, Federico Barba Kirim Sinyal Bahaya! Incar Dewa United Jadi Korban Persib Bandung

Gaya bermain Green Force juga mengalami pergeseran signifikan musim ini. Dengan penguasaan bola hanya 44,6 persen, mereka lebih mengandalkan pendekatan reaktif ketimbang dominasi permainan.

Strategi direct play terlihat dari rata-rata 22,6 umpan panjang akurat per laga. Pola ini menunjukkan Persebaya Surabaya lebih memilih transisi cepat untuk mengeksploitasi ruang kosong di lini belakang lawan.

Di sisi lain, kreativitas tim banyak bertumpu pada kemampuan individu. Catatan 14,4 dribel sukses per pertandingan menjadi bukti kuat ketergantungan pada aksi pemain sayap dan gelandang serang.

Baca Juga: Allano Lima Semakin Percaya Diri Menatap Sisa Musim Super League Bersama Persija

Namun, di balik potensi tersebut tersimpan masalah besar di lini pertahanan. Catatan 161 kesalahan yang berujung peluang lawan menjadi alarm serius yang belum terselesaikan.

Meski mampu mencatatkan 37,7 intersepsi per laga, kesalahan individu kerap merusak struktur permainan. Hal ini membuat Persebaya Surabaya sering kehilangan momentum setelah susah payah merebut bola.

Masalah lain yang tak kalah krusial adalah disiplin tim. Tujuh kartu merah dalam 27 pertandingan menjadi indikasi rapuhnya kontrol emosi dan lemahnya duel fisik pemain.

Baca Juga: Bek Persib Federico Barba Tekankan Pentingnya Menjaga Momentum

Dengan hanya memenangkan 36,7 persen duel, pemain kerap kalah posisi dan akhirnya melakukan pelanggaran. Situasi ini jelas berbahaya, apalagi menghadapi tim seperti Madura United yang dikenal agresif.

Jika kondisi ini tak segera dibenahi, Derbi Suramadu bisa menjadi mimpi buruk. Apalagi lawan berpotensi memanfaatkan kelemahan fisik dan mental Persebaya Surabaya.

Kini, semua bergantung pada bagaimana Bernardo Tavares meramu strategi di tengah keterbatasan. Keputusan yang diambil dalam beberapa hari ke depan bisa menjadi penentu nasib Green Force di laga krusial ini.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah