← Beranda
Dari Tukang Jagal ke Bek Modern! Kisah Arief Catur Rayakan 100 Laga Bareng Persebaya Surabaya Penuh Luka dan Air Mata
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 15 April 2026 | 17.17 WIB
Aksi Arief Catur Pamungkas menyisir sisi kanan lapangan dengan mobilitas tinggi saat membela Persebaya Surabaya. (Instagram @ariefcaturp)

 

JawaPos.com–Arief Catur Pamungkas akhirnya mencapai tonggak penting dalam karirnya bersama Persebaya Surabaya. Bek kanan itu resmi mencatatkan 100 pertandingan saat menghadapi Persija Jakarta pada pekan ke-27 Super League 2025/2026.

Angka 100 bukan sekadar statistik bagi pemain asal Mojokerto tersebut. Di baliknya, tersimpan perjalanan panjang yang penuh kerja keras, kritik, hingga momen pahit yang sempat melekat pada dirinya.

Publik tentu masih mengingat insiden keras yang melibatkan Catur pada musim 2023/2024. Dalam sebuah duel udara, sikutnya mengenai kepala Ady Setiawan hingga membuat sang pemain harus dilarikan ke rumah sakit.

Baca Juga: Raja Passing Macan Kemayoran! Allano Yakin Persija Jakarta Makin Gacor Usai Bantai Persebaya Surabaya

Momen itu sempat memberi label tukang jagal kepada dirinya. Namun seiring waktu, Catur perlahan membuktikan perubahan signifikan dalam gaya bermainnya di lapangan.

Kini, dia menjelma menjadi full back modern yang aktif membantu serangan. Tusukan dari sisi kanan serta kontribusi assist mulai menjadi ciri khas baru dalam permainannya bersama Green Force.

Bagi Catur, setiap kesempatan mengenakan seragam Persebaya Surabaya memiliki makna yang sangat dalam. Dia mengaku bersyukur bisa mencapai 100 pertandingan bersama klub yang telah membesarkan namanya.

Baca Juga: Punya Rekor 12 Clean Sheet, Federico Barba Kirim Sinyal Bahaya! Incar Dewa United Jadi Korban Persib Bandung

”Alhamdulillah bisa mencapai 100 pertandingan bersama Persebaya. Saya sangat bersyukur karena masih dipercaya membela tim,” ujar Catur.

”Kalau mengingat perjalanan sejak pertama bergabung sampai sekarang, tentu banyak sekali masukan dan motivasi dari orang-orang di sekitar saya yang sangat membantu perkembangan saya sebagai pemain,” lanjut dia.

Perjalanan karirnya dimulai dari kompetisi internal Surabaya bersama klub Anak Bangsa. Demi mengejar mimpi, dia rela menempuh perjalanan Mojokerto–Surabaya hampir setiap hari tanpa kenal lelah.

Perjuangan itu akhirnya membuka jalan menuju level yang lebih tinggi. Penampilannya menarik perhatian hingga membuatnya bergabung dengan Persebaya Future Lab dan kemudian menjadi bagian skuad Persebaya U-20.

Bersama tim muda, Catur merasakan manisnya gelar juara Elite Pro Academy musim 2023/2024. Momen tersebut menjadi batu loncatan penting yang mengangkat namanya ke radar tim utama.

Kesempatan emas datang saat pelatih Aji Santoso memberikan kepercayaan kepadanya. Dia menjalani debut di kompetisi kasta tertinggi Indonesia saat menghadapi Persikabo 1973.

Baca Juga: Allano Lima Semakin Percaya Diri Menatap Sisa Musim Super League Bersama Persija

”Saya masih ingat debut saya terjadi tepat di hari ulang tahun saya, 25 Juli, saat melawan Persikabo 1973 di Bogor. Waktu itu saya bahkan tidak dimainkan di posisi asli saya. Saya dipasang sebagai bek kiri. Tapi itu tetap menjadi momen yang sangat berkesan bagi saya,” jelas Catur.

Bagi Catur, sosok Aji Santoso memiliki peran besar dalam perjalanan kariernya. Dia menyebut sang pelatih sebagai figur yang pertama kali memberinya kepercayaan di level tertinggi.

”Coach Aji Santoso yang paling berkesan. Beliau yang pertama kali memberi saya kesempatan bergabung dan bermain di Persebaya. Saya banyak belajar dari beliau,” kata Catur.

Baca Juga: Bek Persib Federico Barba Tekankan Pentingnya Menjaga Momentum

Sejak bergabung dengan tim utama pada 2022, Catur terus mengalami perkembangan signifikan. Pengalaman demi pengalaman membentuk mental dan kematangannya sebagai pemain profesional.

Salah satu momen paling berkesan terjadi saat menghadapi Persik Kediri pada pekan ke-12 musim ini. Dalam laga tersebut, dia mencetak gol penting yang menyelamatkan Persebaya Surabaya dari kekalahan.

”Setiap pertandingan tentu punya cerita sendiri. Tapi salah satu yang paling berkesan bagi saya adalah saat melawan Persik Kediri. Pada laga itu saya berhasil mencetak gol, dan itu menjadi momen yang sangat saya ingat,” tutur Catur.

Baca Juga: Dari Andik Vermansah hingga Supriadi! Mimpi Besar Dava Yunna Jadi Winger Top Persebaya Surabaya Dimulai dari Gol Salto Spektakuler

Perjalanan menuju 100 pertandingan tentu tidak selalu mulus. Catur merasakan sendiri bagaimana performanya naik turun dan harus menghadapi kritik dari suporter.

”Perjalanan sebagai pemain Persebaya tentu tidak selalu mulus. Kadang performa bagus, kadang juga naik turun. Kritik dari Bonek dan Bonita selalu saya terima dengan terbuka. Bagi saya itu bagian dari proses untuk membangun mental dan membuat saya menjadi pemain yang lebih baik,” ucap Catur.

Kini, setelah mencapai angka 100 penampilan, dia memiliki target yang lebih besar. Catur ingin mempersembahkan gelar juara untuk Persebaya Surabaya sebagai bentuk dedikasi.

”Harapan terbesar saya tentu bisa membawa Persebaya meraih gelar juara. Itu selalu menjadi doa dan motivasi saya sejak pertama kali bermain di sini,” terang Catur.

Baca Juga: Suntikan Moral Persebaya Surabaya! Pesan Green Force Bikin Dava Yunna Makin Gila di Timnas Indonesia U-17

Dia juga tak lupa menyampaikan terima kasih kepada para suporter setia. Dukungan Bonek dan Bonita disebutnya sebagai energi tambahan dalam setiap pertandingan.

”Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bonek dan Bonita yang selalu memberikan dukungan. Dukungan mereka sangat berarti bagi saya hingga bisa mencapai 100 pertandingan bersama Persebaya. Saya berharap mereka terus mendukung tim ini ke depan,” ujar Catur.

Musim ini, Catur tampil konsisten sebagai salah satu pilar di sektor bek kanan. Dia telah mencatatkan 26 penampilan dengan kontribusi satu gol dan empat assist untuk Green Force.

Baca Juga: Selebrasi Ronaldo, Hati Messi! Cerita Unik Wonderkid Persebaya Surabaya Dava Yunna Cetak Gol Timnas Indonesia U-17

Seratus pertandingan menjadi penanda perjalanan panjang yang tidak mudah. Dari mimpi sederhana di kompetisi internal hingga menjadi bagian penting Persebaya Surabaya, Catur membuktikan transformasi yang layak mendapat apresiasi.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah