← Beranda
Selebrasi Ronaldo, Hati Messi! Cerita Unik Wonderkid Persebaya Surabaya Dava Yunna Cetak Gol Timnas Indonesia U-17
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 15 April 2026 | 14.31 WIB
Dava Yunna menjelaskan makna selebrasi siu usai mencetak gol salto spektakuler untuk Timnas Indonesia U-17. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)

 

JawaPos.com–Kemenangan telak Timnas Indonesia U-17 atas Timor Leste tak hanya menghadirkan skor meyakinkan, tapi juga cerita menarik dari sosok muda milik Persebaya Surabaya. Dava Yunna, sang wonderkid Green Force, mencuri perhatian lewat gol salto spektakuler sekaligus pengakuan unik soal idolanya.

Timnas Indonesia membungkam Timor Leste dengan skor 4-0 dalam laga penyisihan Grup A Piala AFF U-17 2026 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Senin (13/4) malam. Dominasi Garuda Muda terasa sejak awal hingga akhirnya ditutup dengan gol indah dari Dava Yunna di pengujung babak pertama.

Gol keempat Timnas Indonesia lahir lewat aksi akrobatik yang jarang terlihat di level usia muda. Dava Yunna sukses mencetak gol salto pada menit ke-41 setelah menerima umpan sundulan matang dari Sean Rahman.

Baca Juga: Cedera Horor Hugo Ekitike Guncang Liverpool: Terancam Absen Lama, Prancis Ikut Cemas Jelang Piala Dunia

Aksi tersebut langsung memantik sorakan suporter yang memenuhi stadion. Momen itu menjadi salah satu highlight paling mencolok dalam pertandingan yang berlangsung berat sebelah tersebut.

Menariknya, Dava mengaku gol salto tersebut bukan hasil latihan khusus atau skenario tertentu. Semua terjadi secara spontan, bahkan diawali candaan dari rekan setim sebelum pertandingan dimulai.

”Iya, tadi sebelum berangkat teman-teman sempat bilang nanti golin salto, terus bisa kejadian,” kata Dava. Kalimat itu seolah menggambarkan bagaimana momen besar bisa lahir dari hal sederhana di ruang ganti.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gudangnya Wonderkid! Pelatih Timnas Indonesia U-17 Kurniawan Dwi Yulianto Puji Aksi Dava Yunna

Dia menegaskan tidak memiliki inspirasi khusus saat melakukan aksi salto tersebut. Dava hanya memanfaatkan situasi bola yang datang dan mencoba menyelesaikannya dengan cara terbaik.

Kepercayaan diri dan insting tajam menjadi kunci utama dalam proses gol tersebut. Hal itu sekaligus menunjukkan kualitas individu pemain binaan Elite Pro Academy Persebaya Surabaya yang semakin matang.

Selain faktor teknik, Dava juga menyoroti peran suporter yang hadir langsung di stadion. Dukungan penuh dari tribun dianggap memberikan energi tambahan bagi para pemain muda untuk tampil tanpa beban.

Atmosfer Stadion Gelora Joko Samudro memang terasa hidup sepanjang laga. Hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi skuad Garuda Muda untuk terus menekan lawan hingga peluit akhir berbunyi.

Dava berharap performa impresif tersebut bisa terus berlanjut di pertandingan berikutnya. Dia juga mengajak suporter untuk tetap hadir dan memberikan dukungan langsung di stadion.

Menurut dia, kehadiran penonton memiliki dampak besar terhadap mental bertanding pemain muda. Dukungan itu mampu meningkatkan kepercayaan diri sekaligus menjaga semangat tim.

Baca Juga: Eksklusif: Cerita Eric Kyama Somasi Arsenal Meski Jadi Fans Selama 24 Tahun karena Ulah Mikael Arteta

Tak hanya berbicara soal pertandingan, Dava juga menyampaikan pesan inspiratif untuk pemain muda di seluruh Indonesia. Dia menekankan pentingnya kerja keras dan pantang menyerah dalam mengejar mimpi.

”Untuk teman-teman tetap semangat, jangan menyerah dan terus kerja keras,” tutur Dava. Pesan tersebut menjadi refleksi perjalanan karirnya yang juga dimulai dari level pembinaan usia dini.

Sebagai pemain jebolan EPA Persebaya Surabaya, Dava menjadi bukti nyata efektivitas sistem pembinaan klub. Dia berhasil menembus level tim nasional dan menunjukkan kualitasnya di panggung internasional.

Baca Juga: Jude Bellingham Tegaskan Real Madrid Harus Menang Lawan Bayern Munchen

Namun, ada satu cerita yang justru membuat publik tersenyum usai pertandingan. Selebrasi yang dilakukan Dava ternyata menyimpan fakta unik yang bertolak belakang dengan kebiasaan di lapangan.

Usai mencetak gol salto, Dava melakukan selebrasi siu yang identik dengan Cristiano Ronaldo. Gaya tersebut biasanya identik dengan pemain yang mengidolakan megabintang asal Portugal itu.

Namun kenyataannya justru berbeda. Dava mengaku hanya menyesuaikan selebrasi dengan nomor punggung yang dia kenakan di lapangan.

Baca Juga: PSG ke Semifinal Liga Champions setelah Taklukkan Liverpool 2-0 di Anfield

”Nomornya aja,” ujar Dava singkat soal selebrasi siu tersebut. Jawaban itu langsung memancing rasa penasaran banyak pihak.

Saat ditanya lebih lanjut soal idolanya, Dava dengan tegas memilih Lionel Messi. Pengakuan ini tentu menjadi kejutan karena berbanding terbalik dengan selebrasi yang dia lakukan.

”Messi,” jawab Dava saat diminta memilih antara Ronaldo atau Messi. Kombinasi antara selebrasi Ronaldo dan hati Messi menjadi cerita unik yang melekat pada sosoknya.

Fenomena ini menunjukkan identitas pemain muda tidak selalu harus mengikuti stereotip. Dava membuktikan ekspresi di lapangan bisa berbeda dengan preferensi pribadi.

Baca Juga: Atletico Madrid ke Semifinal Liga Champions meski Barcelona Menangkan Leg Kedua

Di sisi lain, penampilan impresif Dava Yunna mempertegas kualitas pemain muda Indonesia yang terus berkembang. Dia menjadi salah satu aset berharga bagi masa depan sepak bola nasional.

Dengan usia yang masih sangat muda, peluang berkembang masih terbuka lebar. Konsistensi performa akan menjadi faktor penting dalam menentukan langkah karirnya ke depan.

Performa gemilang di laga pembuka ini menjadi modal berharga bagi Timnas Indonesia U-17. Kepercayaan diri tim meningkat dan membuka peluang besar untuk melangkah lebih jauh di turnamen.

Baca Juga: Mikel Arteta Dikritik Keras, Latihan Aneh Arsenal Dikhawatirkan Ganggu Performa Tim

Sorotan terhadap Dava Yunna pun dipastikan akan terus berlanjut. Apalagi jika dia mampu kembali menghadirkan momen-momen magis di pertandingan berikutnya.

Cerita tentang gol salto dan selebrasi unik ini bukan sekadar hiburan. Ini menjadi simbol sepak bola selalu punya sisi human interest yang membuatnya semakin menarik untuk diikuti.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah