JawaPos.com–Komitmen menjaga kelancaran ASEAN U-17 Championship 2026 tak hanya datang dari sisi teknis pertandingan, tetapi juga dari sektor vital seperti kelistrikan. PLN UP3 Gresik memastikan seluruh jaringan listrik di Stadion Gelora Joko Samudro dalam kondisi andal tanpa celah gangguan.
Event internasional ini menjadi sorotan karena melibatkan banyak negara di Asia Tenggara. Karena itu, keandalan listrik menjadi kunci utama agar seluruh rangkaian pertandingan berjalan mulus dari awal hingga akhir.
PLN UP3 Gresik menyiapkan sistem pengamanan kelistrikan berlapis dengan menurunkan sejumlah peralatan utama. Langkah ini dilakukan untuk mendukung kelancaran ASEAN U-17 Boys Championship 2026 atau Piala AFF U-17 2026.
Fokus pengamanan PLN berada pada kesiapan peralatan pendukung yang dirancang menjaga suplai listrik tetap stabil. Berbagai perangkat disiagakan sebagai bagian dari sistem back up berlapis yang sudah diuji sebelumnya.
Manager PLN UP3 Gresik, Suhandopo, menegaskan kesiapan penuh telah dilakukan. Seluruh skema pengamanan disusun secara terintegrasi, mulai dari suplai utama hingga cadangan.
”Kami memastikan seluruh sistem kelistrikan dalam kondisi prima melalui pengamanan berlapis, mulai dari suplai utama, cadangan, hingga kesiapan UPS dan genset. Personel juga disiagakan penuh untuk memastikan pertandingan berjalan lancar tanpa gangguan,” ujar Suhandopo.
Baca Juga: Como Kena Comeback Inter Milan! Cesc Fabregas Tetap Bangga Meski Kalah 3-4
Pengamanan berlapis ini bukan tanpa alasan karena kebutuhan listrik di stadion sangat kompleks. Mulai dari lampu penerangan lapangan hingga sistem siaran langsung membutuhkan suplai listrik yang stabil tanpa jeda.
Sebagai garda terdepan, PLN menyiapkan empat unit UPS Mobile berkapasitas masing-masing 250 kVA. Perangkat ini berfungsi sebagai pengaman awal saat terjadi gangguan, sehingga aliran listrik tetap tersambung tanpa putus.
UPS Mobile menjadi elemen krusial terutama untuk sistem vital yang tidak boleh mati mendadak. Dengan teknologi ini, risiko gangguan dapat ditekan seminimal mungkin dalam hitungan detik.
Tak hanya itu, PLN juga menyiapkan empat unit genset mobile berkapasitas 250 kVA. Genset ini menjadi lapisan kedua yang siap bekerja ketika suplai utama mengalami kendala.
Peran genset sangat penting untuk memastikan operasional stadion tetap berjalan normal. Dengan dukungan ini, pertandingan tetap berlangsung tanpa terganggu meski terjadi gangguan pada jaringan utama.
Lapisan pengamanan berikutnya diperkuat dengan dua unit UGB berkapasitas 250 kVA serta satu unit UGB berkapasitas 630 kVA. Perangkat ini membantu menjaga stabilitas distribusi listrik di seluruh area stadion.
Selain itu, satu unit UCKB turut disiagakan sebagai pusat pengendalian jaringan. Perangkat ini memastikan sistem tetap responsif terhadap potensi gangguan yang bisa muncul sewaktu-waktu.
PLN juga tidak hanya mengandalkan peralatan, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia. Sebanyak 25 personel diterjunkan untuk mengawal seluruh sistem kelistrikan selama pertandingan berlangsung.
”Untuk personel yang kami kerahkan jumlahnya 25 orang. Mereka bertugas penuh memastikan seluruh sistem berjalan optimal, mulai dari sebelum pertandingan hingga peluit akhir,” imbuh Suhandopo.
Para personel ini bekerja dalam sistem siaga penuh selama event berlangsung. Mereka melakukan pemantauan secara real time untuk memastikan tidak ada celah gangguan sekecil apa pun.
Seluruh sistem vital stadion menjadi prioritas utama dalam pengamanan ini. Penerangan lapangan, papan skor, sistem broadcasting, hingga perangkat keamanan dipastikan berfungsi maksimal.
Hal ini penting karena gangguan kecil sekalipun bisa berdampak besar pada jalannya pertandingan. Terlebih, ajang ini menjadi perhatian publik internasional yang menuntut standar tinggi.
Baca Juga: Inter Milan Menang Comeback Lawan Como, Marcus Thuram Tegaskan Perebutan Gelar Juara Belum Berakhir
Dukungan penuh PLN ini juga mendapat apresiasi dari PSSI. Keandalan listrik dinilai sebagai salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas pertandingan.
Perwakilan PSSI Gerry Novandika Age menyampaikan apresiasi atas kesiapan PLN dalam mendukung event ini. Dia menilai kolaborasi ini menjadi bagian penting dari suksesnya penyelenggaraan turnamen.
”Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN dalam memastikan keandalan pasokan listrik. Hal ini sangat penting agar seluruh pertandingan dapat berlangsung lancar, aman, dan sesuai standar internasional,” ujar Gerry Novandika Age.
Dengan sistem pengamanan berlapis ini, PLN menunjukkan komitmennya dalam mendukung event olahraga internasional. Tidak hanya memastikan listrik menyala, tetapi juga menjamin kualitas dan stabilitasnya.
Keandalan listrik menjadi fondasi penting bagi kesuksesan ASEAN U-17 Championship 2026. Tanpa dukungan ini, mustahil pertandingan dapat berjalan sesuai standar yang diharapkan.
Langkah PLN UP3 Gresik ini sekaligus menjadi bukti kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah event internasional. Semua aspek, termasuk kelistrikan, dipersiapkan dengan matang demi memberikan pengalaman terbaik bagi pemain dan penonton.
Jika semua berjalan sesuai rencana, maka ASEAN U-17 Championship 2026 bukan hanya sukses di lapangan. Tetapi juga menjadi contoh penyelenggaraan event dengan dukungan infrastruktur yang solid dan profesional.
Baca Juga: Faktor Stamina Buat Luna/Cinta Kalahlan Ayu/Hesti di SporTstive+ Edition Badminton