← Beranda
Dari Pinggir Lapangan ke Lensa Profesional! Cara Persija Jakarta Regenerasi Fotografer Sepak Bola Masa Depan
Moch. Rizky Pratama PutraSenin, 13 April 2026 | 14.57 WIB
Peserta workshop fotografi Persija Jakarta mengabadikan momen pertandingan langsung dari tepi lapangan GBK. (Persija)

 

JawaPos.com — Komitmen Persija Jakarta dalam membangun ekosistem sepak bola tak berhenti di dalam lapangan. Klub ibu kota itu terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai komunitas, termasuk dunia fotografi yang kini makin dekat dengan atmosfer pertandingan.

Bagi Persija Jakarta, sebuah laga bukan sekadar tontonan dari tribun suporter. Ada sudut lain yang bisa dinikmati, yakni melalui lensa kamera yang menangkap emosi, tensi, dan momen tak terulang di atas lapangan.

Hal itu diwujudkan lewat Persija Workshop Photography Vol. 5 yang kembali digelar.

Kegiatan ini berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (11/4/2026), bertepatan dengan laga panas kontra Persebaya Surabaya.

Baca Juga: Bukti Kesaktian Mauricio Souza! Persija Jakarta Bantai Persebaya Surabaya, Kini Fokus Kejar Lari Persib Bandung

Workshop ini menjadi jembatan antara passion fotografi dan dunia sepak bola profesional. Persija Jakarta menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya teoritis, tetapi juga langsung menyentuh praktik di lapangan.

Dukungan dari Sony, Doss, dan Football Dept membuat kegiatan ini semakin berbobot. Para peserta mendapatkan akses ke materi eksklusif yang jarang bisa diperoleh secara terbuka.

Materi yang disajikan pun lengkap dan terstruktur. Mulai dari pengenalan kamera Sony oleh Diandra Kamila, hingga pengalaman memotret sebagai fotografer ofisial bersama Khairul Imam.

Baca Juga: Update Klasemen Super League! Persib Bandung Koleksi 64 Poin, Jaga Jarak dengan Borneo FC dan Persija Jakarta

Tak berhenti di situ, peserta juga dibekali pemahaman penting soal regulasi. Kukuh Wahyudi sebagai Media Officer Persija Jakarta mengupas detail aturan memotret dalam pertandingan Super League.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang acara berlangsung. Diskusi berjalan hidup dengan banyak pertanyaan yang menunjukkan rasa ingin tahu tinggi dari para peserta.

Setiap sesi dikemas interaktif sehingga peserta tidak hanya mendengar, tetapi juga terlibat aktif. Hal ini membuat proses belajar terasa lebih dekat dan relevan dengan kebutuhan di lapangan.

Puncak pengalaman terjadi saat pertandingan dimulai pukul 19.00 WIB. Para peserta mendapat kesempatan langka untuk memotret langsung dari tepi lapangan.

Momen ini menjadi kombinasi ideal antara teori dan praktik. Peserta bisa langsung menguji kemampuan mereka dalam situasi nyata dengan tekanan dan dinamika pertandingan sesungguhnya.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa kembali mendapat kesempatan untuk berbagi wawasan sekaligus belajar bersama teman-teman,” ujar Khairul Imam.

Baca Juga: Gacor! Brace ke Gawang Persebaya Surabaya, Eksel Runtukahu Ungkap Misi Tersembunyi di Persija Jakarta

“Semoga apa yang didapatkan dalam workshop ini dapat memberikan manfaat yang luas dan menjadi pengalaman yang berkesan.”

“Ke depannya, kami berharap kegiatan positif seperti ini bisa terus diadakan secara berkelanjutan.”

Pernyataan tersebut mencerminkan semangat berbagi yang menjadi ruh kegiatan ini. Bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga membangun jejaring dan pengalaman bersama.

Baca Juga: Mauricio Souza Umbar Kebobrokan Persebaya Surabaya! Persija Jakarta Pesta Gol di GBK, Kembali ke Jalur Juara

Di sisi lain, pemahaman regulasi menjadi aspek yang tak kalah penting. Dalam dunia fotografi olahraga profesional, aturan menjadi batas yang harus dipatuhi oleh setiap fotografer.

“Selain menjadi wadah pengembangan keterampilan, workshop ini juga berperan sebagai jalan yang menghubungkan passion fotografi dengan sepak bola,” tutur Kukuh.

“Jadi, sangat penting bagi komunitas fotografi untuk memahami regulasi dalam sebuah pertandingan resmi. Kegiatan ini pun menunjukkan bahwa sepak bola bisa merangkul berbagai komunitas.”

“Bisa saja selanjutnya ada kegiatan untuk edukasi jurnalistik, medis, broadcasting, dan lain-lain.”

Pesan tersebut menegaskan sepak bola memiliki daya tarik lintas bidang. Tak hanya pemain dan suporter, tetapi juga profesi lain yang ikut menghidupkan industri olahraga.

Hingga saat ini, Persija Jakarta telah menggelar lima edisi workshop fotografi. Total lebih dari 200 peserta telah merasakan pengalaman belajar langsung dari lingkungan sepak bola profesional.

Rangkaian kegiatan ini juga berpindah dari satu stadion ke stadion lain. Mulai dari Stadion Pakansari, Patriot Candrabhaga, hingga Jakarta International Stadium yang menjadi saksi konsistensi program ini.

Baca Juga: Dibantai Persija Jakarta, Rachmat Irianto Blak-blakan! Persebaya Surabaya Harus Berani Bongkar Total di Era Bernardo Tavares

Keberlanjutan workshop ini menunjukkan keseriusan Persija Jakarta dalam regenerasi. Klub tidak hanya fokus pada pemain, tetapi juga pada profesi pendukung seperti fotografer.

Langkah ini patut diapresiasi sebagai inovasi dalam dunia sepak bola Indonesia. Sebab, kualitas dokumentasi visual juga menjadi bagian penting dalam membangun citra dan sejarah klub.

Dengan konsep yang terus berkembang, bukan tidak mungkin workshop ini melahirkan fotografer profesional baru. Mereka yang awalnya hanya penikmat, bisa naik level menjadi pelaku industri.

Persija Jakarta telah membuktikan sepak bola bisa menjadi ruang belajar yang luas. Dari lapangan hijau, lahir peluang baru bagi generasi muda untuk berkarya melalui lensa kamera.

EDITOR: Edi Yulianto