JawaPos.com — Kekalahan kembali menghampiri Semen Padang FC di pekan krusial Super League 2025/2026. Bertandang ke markas Persis Solo, Kabau Sirah harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 1-2 di Stadion Manahan, Minggu (12/4/2026).
Hasil ini terasa pahit karena datang di tengah upaya Semen Padang FC keluar dari zona degradasi. Posisi mereka kini makin tertekan, membuat setiap laga tersisa terasa seperti final yang menentukan nasib di akhir musim.
Pertandingan berlangsung cukup seimbang sejak awal, dengan kedua tim mencoba mengontrol permainan. Namun efektivitas menjadi pembeda nyata yang akhirnya menentukan hasil akhir di laga ini.
Baca Juga: Mantan Kiper Persebaya Rendy Oscario Siap Tampil Maksimal di 8 Laga Pamungkas Bersama Semen Padang
Dua gol Persis Solo masing-masing dicetak oleh Miroslav Maricic pada menit ke-37 dan Dejan Tumbas di menit ke-78. Sementara satu-satunya gol Semen Padang FC hadir lewat gol bunuh diri Sutanto Tan pada menit ke-68.
Meski sempat menyamakan kedudukan, Semen Padang FC gagal menjaga momentum. Justru di fase krusial, mereka kembali kebobolan akibat kurangnya konsentrasi di lini pertahanan.
Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury, tidak menutupi rasa kecewanya setelah pertandingan usai. Ia menilai timnya sebenarnya tampil cukup baik dalam menjalankan rencana permainan yang telah disiapkan.
Baca Juga: Dramatis! Persis Solo Kalahkan Semen Padang dan Tinggalkan Zona Degradasi
“Secara permainan, sudah sesuai dengan game plan yang disiapkan dalam latihan. Penguasaan bola dan peluang yang dikreasikan cukup banyak. Tapi sepak bola bukan hanya soal possession namun juga tentang efektivitas, dan itu yang menjadi kendala kami di laga ini,” kata Imran Nahumarury.
Pernyataan tersebut menegaskan masalah klasik yang kembali menghantui Semen Padang FC. Dominasi permainan tidak berarti apa-apa jika tidak diimbangi dengan penyelesaian akhir yang tajam.
Dalam beberapa momen, Kabau Sirah terlihat mampu menekan dan menciptakan peluang berbahaya. Namun kegagalan mengonversi peluang menjadi gol membuat mereka harus membayar mahal di akhir pertandingan.
Imran Nahumarury juga menyoroti bagaimana lawan bermain lebih efisien sepanjang laga. Menurutnya, Persis Solo mampu memaksimalkan peluang yang terbatas menjadi gol kemenangan.
“Persis tidak banyak peluang namun bisa memaksimalkannya menjadi gol. Itu yang jadi pembeda. Ini menjadi evaluasi bagi kami,” dia menegaskan.
Evaluasi ini menjadi penting mengingat kompetisi sudah memasuki fase akhir musim. Kesalahan kecil, terutama dalam hal konsentrasi dan finishing, bisa berujung fatal bagi tim yang sedang berjuang di papan bawah.
Selain faktor teknis, kondisi cuaca juga sempat memengaruhi jalannya pertandingan. Hujan deras yang mengguyur Stadion Manahan membuat permainan kedua tim tidak berkembang maksimal.
Baca Juga: Prediksi Persis Solo vs Semen Padang, Duel Penting demi Lepas Jerat Degradasi
Imran Nahumarury mengakui perubahan kondisi lapangan berdampak pada performa timnya. Namun ia tetap menegaskan hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan utama atas kekalahan.
“Awalnya permainan kami cukup cair. Namun setelah hujan turun, mulai terkendala. Namun itu bukan alasan karena mestinya dalam kondisi apapun, kami harus tetap fokus,” ucapnya lagi.
Kekalahan ini membuat posisi Semen Padang FC semakin terjepit di klasemen sementara. Mereka kini berada di peringkat ke-17 dengan koleksi 20 poin dari 27 pertandingan.
Baca Juga: Semen Padang Pincang Tanpa Alhassan Wakaso, Imran Nahumarury Siapkan Antisipasi Kontra Persis Solo
Jarak tiga poin dari Madura United FC yang berada di batas aman membuat tekanan semakin besar. Setiap poin kini menjadi sangat berharga dalam upaya bertahan di kasta tertinggi.
Persaingan di papan bawah musim ini memang berlangsung sangat ketat. Selisih poin yang tipis membuat perubahan posisi bisa terjadi hanya dalam satu pertandingan saja.
Di posisi juru kunci ada PSBS Biak dengan 18 poin. Sementara itu, Persijap Jepara di peringkat ke-14 mengoleksi 25 poin, dan Persis Solo sendiri kini berada di posisi ke-15 dengan 24 poin.
Situasi ini membuat Semen Padang FC tidak punya banyak pilihan selain segera bangkit. Mereka harus memperbaiki efektivitas serangan sekaligus menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.
Jika tidak segera menemukan solusi, ancaman degradasi akan semakin nyata di depan mata. Apalagi lawan-lawan di papan bawah juga menunjukkan peningkatan performa dalam beberapa pekan terakhir.
Kini, fokus Semen Padang FC tertuju pada laga berikutnya yang akan menjadi penentu arah perjalanan mereka. Momentum kebangkitan harus segera ditemukan jika ingin tetap bertahan di kompetisi musim depan.