JawaPos.com–Persebaya Surabaya kembali menatap laga penuh gengsi lanjutan super league menghadapi Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno dengan membawa satu misi besar. Mengulang kenangan manis musim 2019 yang hingga kini masih membekas di benak para pemain.
Momen kemenangan 1-2 Persebaya di kandang Persija Jakarta beberapa tahun lalu bukan sekadar catatan sejarah biasa bagi Green Force. Laga itu menjadi simbol keberanian dan determinasi saat mampu membungkam puluhan ribu suporter tuan rumah di jantung ibu kota.
Sosok Rachmat Irianto menjadi bagian penting dalam kisah tersebut. Saat itu, dia dipercaya mengenakan ban kapten dan memimpin Persebaya Surabaya dengan penuh tanggung jawab di tengah tekanan besar.
Dengan ketenangan dan kepemimpinan yang matang, pemain yang akrab disapa Rian itu mampu mengoordinasikan lini tengah sekaligus meredam agresivitas lawan. Dia menjadi jangkar yang memastikan ritme permainan tetap terjaga hingga peluit akhir berbunyi.
Kini, jelang pertemuan kembali di venue yang sama, semangat untuk mengulang cerita indah itu kembali menyala. Rian secara tegas menyebut memori kemenangan di GBK sebagai bahan bakar motivasi tambahan bagi seluruh skuad.
”Kami punya kenangan bagus di GBK pada 2019. Saat itu kami datang dengan semangat yang sama dan bisa meraih kemenangan. Tentu itu menjadi motivasi tambahan untuk kami,” ujar Rian.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Premier League 11–14 April: Big Match Chelsea vs Manchester City Jadi Sorotan
Pernyataan tersebut menunjukkan laga ini bukan sekadar pertandingan biasa bagi Persebaya Surabaya. Ada beban emosional sekaligus ambisi besar untuk membuktikan sejarah bisa kembali terulang.
Di sisi lain, kondisi tim saat ini juga memberi angin segar. Persebaya Surabaya datang dengan kepercayaan diri tinggi usai meraih hasil positif pada pertandingan sebelumnya.
Tren positif tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi Persija Jakarta yang dikenal kuat saat bermain di kandang. Apalagi dukungan penuh suporter tuan rumah dipastikan akan kembali menciptakan atmosfer intimidatif.
Meski demikian, Rian menegaskan timnya tidak gentar menghadapi tekanan tersebut. Dia justru melihat situasi ini sebagai tantangan yang harus ditaklukkan bersama-sama.
”Persija adalah tim yang kuat, apalagi bermain di kandang sendiri. Tapi kami datang dengan tekad yang jelas. Kami ingin mengulangi momen itu, dan Insyaa Allah dengan kerja keras, hasil positif bisa kami dapatkan,” tegas Rian.
Mentalitas seperti inilah yang menjadi kunci bagi Persebaya Surabaya untuk bersaing di level tertinggi. Keberanian menghadapi tekanan dan kepercayaan pada kemampuan sendiri menjadi fondasi penting dalam setiap laga besar.
Secara individu, performa Rian musim ini juga menunjukkan kontribusi signifikan. Dia telah mencatatkan 19 penampilan yang menandakan perannya sebagai salah satu pemain inti di skuad Green Force.
Tak hanya itu, dia juga menyumbangkan satu gol yang mempertegas kemampuannya dalam membantu serangan. Peran ganda sebagai gelandang bertahan sekaligus pengatur permainan membuatnya menjadi elemen vital dalam strategi tim.
Dari sisi defensif, statistik Rian juga cukup impresif. Catatan 25 tekel, 43 intersep, dan 26 sapuan menunjukkan betapa besar kontribusinya dalam menjaga keseimbangan tim.
Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata kerja keras di lapangan. Dia menjadi benteng pertama sebelum lini pertahanan menghadapi tekanan dari lawan.
Dalam laga sebesar ini, detail kecil seperti disiplin dan konsentrasi menjadi penentu hasil akhir. Rian pun menyoroti pentingnya menjaga fokus sepanjang pertandingan, terutama di stadion sebesar GBK.
Atmosfer megah stadion kerap membuat pemain kehilangan konsentrasi jika tidak siap secara mental. Oleh karena itu, kesiapan psikologis menjadi faktor yang tak kalah penting dibanding taktik di lapangan.
”Yang terpenting kami harus disiplin dan fokus dari awal sampai akhir. Kalau itu bisa kami jalankan, peluang untuk meraih hasil bagus tentu terbuka,” tandas Rian.
Ucapan tersebut mencerminkan kesadaran penuh akan tantangan yang akan dihadapi. Persebaya Surabaya tidak hanya dituntut bermain bagus, tetapi juga harus mampu mengelola tekanan selama 90 menit.
Laga melawan Persija Jakarta selalu menyajikan tensi tinggi dan drama yang sulit diprediksi. Namun bagi Green Force, ini adalah kesempatan emas untuk kembali menorehkan cerita heroik di stadion kebanggaan Indonesia.
Baca Juga: Jelang Lawan Madura United, Persik Kediri Andalkan Kembalinya Adrian Luna
Jika mampu mengulang performa seperti pada 2019, bukan tidak mungkin sejarah akan kembali berpihak. Dan Rachmat Irianto, sekali lagi, bisa menjadi tokoh sentral dalam kisah kemenangan tersebut.