← Beranda
Ahmad Amiruddin Puji Mental Pemain usai PSM Comeback di Kandang PSIM Yogyakarta
Andre Rizal HanafiSabtu, 11 April 2026 | 05.49 WIB
Kemenangan PSM Makassar atas PSIM Yogyakarta. (Dok. PSM Makassar)

 

JawaPos.com - PSM Makassar meraih kemenangan penting saat bertandang ke markas PSIM Yogyakarta pada pekan ke-27 BRI Super League 2025/26. Bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (10/4) sore, tim tamu sukses membalikkan keadaan dan menang 2-1 lewat drama di menit akhir pertandingan.

Tuan rumah PSIM sebenarnya tampil cukup solid sejak awal laga. Meski tidak banyak peluang tercipta di babak pertama, mereka mampu menjaga ritme permainan dan menahan agresivitas PSM. Skor kacamata bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, PSIM akhirnya memecah kebuntuan. Pada menit ke-54, Deri Corfe sukses mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan peluang di depan gawang. Gol tersebut membuat publik tuan rumah bersorak dan memberi tekanan tambahan bagi PSM.

Tertinggal satu gol, PSM Makassar mulai meningkatkan intensitas serangan. Tim berjuluk Juku Eja itu tampil lebih berani dan mulai menguasai jalannya pertandingan. 

Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-79 melalui Luca Cumic. Gol tersebut menjadi titik balik kebangkitan PSM di laga ini.

Setelah skor kembali imbang, PSM semakin percaya diri. Mereka terus menekan lini pertahanan PSIM yang mulai kehilangan konsentrasi di menit-menit akhir. 

Hingga akhirnya, gol penentu kemenangan datang di masa injury time lewat sepakan Dusan Lagator yang tak mampu dibendung kiper tuan rumah.

Asisten pelatih PSM, Ahmad Amiruddin, dikutip dari ileague.id, Jumat (10/4), mengaku bersyukur atas hasil yang diraih timnya. Ia menilai semangat juang para pemain menjadi kunci utama dalam membalikkan keadaan.

Ia juga mengapresiasi dukungan manajemen serta kerja keras pemain sepanjang pertandingan. Menurutnya, kemenangan ini tidak lepas dari komitmen tim yang tetap fokus meski sempat tertinggal lebih dulu.

Sementara itu, Luca Cumic menyebut timnya mampu memanfaatkan momentum setelah menyamakan skor. Ia mengakui pertandingan berjalan ketat, terutama di babak pertama saat PSM lebih banyak bertahan.

Namun di babak kedua, strategi berubah. PSM mulai berani tampil menyerang dan hasilnya langsung terasa. Cumic pun menyebut gol yang ia cetak menjadi pemicu kebangkitan tim hingga akhirnya meraih tiga poin.

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi PSM Makassar dalam menjaga konsistensi di papan klasemen. Sebaliknya, PSIM harus segera berbenah setelah gagal mempertahankan keunggulan di kandang sendiri.

EDITOR: Estu Suryowati