← Beranda
Tegas Tanpa Kompromi! Persib Bandung Larang Suporter Bali United Hadir di GBLA Demi Hindari Sanksi
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 10 April 2026 | 17.00 WIB
Suasana Gelora Bandung Lautan Api saat dipadati Bobotoh tanpa kehadiran suporter tim tamu. (Persib)

 

JawaPos.com — Atmosfer panas sudah terasa jelang duel krusial antara Persib Bandung kontra Bali United di Gelora Bandung Lautan Api, Minggu, 12 April 2026. Namun, bukan hanya soal pertandingan, kebijakan tegas tuan rumah justru jadi sorotan utama.

Persib Bandung resmi melarang kehadiran suporter tim tamu di stadion. Keputusan ini bukan tanpa alasan, melainkan demi menghindari sanksi berat dari Komisi Disiplin PSSI.

Langkah ini menjadi bukti keseriusan manajemen dalam mematuhi regulasi Super League 2025/2026. Aturan tersebut secara jelas melarang kehadiran suporter tim tamu, sebagaimana tertuang dalam Pasal 5 Ayat 7.

Baca Juga: Diserbu Sejak Pagi! Kolaborasi Persib Bandung x Weekend Offender Bikin Bobotoh Rela Antre Panjang

Head of Communication PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menegaskan kepatuhan terhadap regulasi adalah harga mati. Klub tidak ingin mengambil risiko yang bisa merugikan banyak pihak.

"Kami tidak ingin ada pihak yang dirugikan, baik itu PERSIB maupun tim tamu. Oleh karena itu, aturan pelarangan suporter tamu ini harus benar-benar dijalankan dengan disiplin," tegas Adhi.

Bukan sekadar imbauan, Panitia Pelaksana (Panpel) sudah menyiapkan skema pengamanan berlapis. Setiap pintu masuk menuju stadion akan diperketat dengan pemeriksaan identitas dan atribut suporter.

Baca Juga: Persija Jakarta Berselisih Sembilan Poin dari Persib, Fabio Calonego Siap Lumat Persebaya Surabaya Demi Jaga Peluang Juara!

Petugas akan memastikan tidak ada simbol, atribut, atau identitas Bali United yang lolos masuk ke tribun. Hal ini dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif sepanjang pertandingan berlangsung.

Jika masih ada suporter tamu yang nekat hadir, Panpel tak akan memberi toleransi. Mereka akan langsung dipulangkan dari area stadion tanpa pengecualian.

Lebih tegas lagi, tiket yang sudah dibeli oleh suporter tamu dipastikan hangus. Tidak ada mekanisme pengembalian dana sebagai bentuk konsekuensi dari pelanggaran aturan.

"Kami meminta kerja sama dari teman-teman suporter Bali United untuk mendukung tim kesayangan dari rumah saja. Ini demi kebaikan bersama dan masa depan sepak bola kita," tambah Adhi.

Kebijakan ini memang terasa keras, tetapi dianggap sebagai langkah preventif yang perlu diambil. Persib Bandung tidak ingin mengulang risiko sanksi yang bisa berdampak pada performa dan finansial klub.

Selain itu, reputasi klub juga menjadi taruhan dalam setiap pertandingan besar. Kesalahan kecil dalam pengelolaan pertandingan bisa berujung pada hukuman berat dari federasi.

Baca Juga: Bernardo Tavares Koleksi 9 Poin Lawan Persija Jakarta! Modal Apik Persebaya Surabaya Melawat ke Gelora Bung Karno

Di sisi lain, perhatian juga diarahkan kepada Bobotoh sebagai suporter tuan rumah. Mereka diminta tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang merugikan tim sendiri.

Manajemen mengingatkan agar seluruh tiket dibeli melalui kanal resmi, yaitu aplikasi resmi klub. Langkah ini penting untuk memastikan sistem keamanan berjalan optimal tanpa celah.

Penggunaan tiket resmi juga menjadi bagian dari sistem kontrol yang diterapkan secara ketat. Dengan begitu, potensi penyusupan suporter tamu bisa diminimalkan sejak awal.

Baca Juga: Telat Panas Seperti Mesin Diesel! Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya Baru Meledak di Babak Kedua

Pertandingan ini sendiri diprediksi berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim sama-sama mengincar poin penuh untuk menjaga posisi di papan atas klasemen.

Persib Bandung tentu ingin memaksimalkan keuntungan bermain di kandang sendiri. Dukungan penuh Bobotoh diharapkan menjadi energi tambahan bagi para pemain di lapangan.

Namun, euforia tersebut tetap harus dibarengi dengan kedewasaan dalam mendukung. Tanpa itu, keuntungan sebagai tuan rumah justru bisa berubah menjadi bumerang.

Situasi ini menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen sepak bola Indonesia. Aturan dibuat bukan untuk dilanggar, melainkan demi menjaga ekosistem kompetisi tetap sehat.

Ketegasan Persib Bandung bisa menjadi contoh bagi klub lain dalam mengelola pertandingan besar. Disiplin dan kepatuhan menjadi kunci untuk menghindari masalah di kemudian hari.

Dengan segala persiapan yang dilakukan, laga di Gelora Bandung Lautan Api diharapkan berjalan aman dan lancar. Fokus utama pun kembali ke pertandingan, bukan pada hal-hal di luar lapangan.

Baca Juga: Koleksi 10 Gol dalam 5 Laga! Persija Jakarta Jauh Lebih Gacor Dibandingkan Persebaya Surabaya

Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Persib Bandung memanfaatkan momentum ini. Satu hal yang pasti, kemenangan akan terasa lebih sempurna jika diraih tanpa kontroversi.

EDITOR: Banu Adikara