← Beranda
Bepe Blak-blakan Jelang Hadapi Persebaya Surabaya! Hidupkan Lagi Mimpi Persija Jakarta Raih Gelar Juara
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 10 April 2026 | 14.40 WIB
Bambang Pamungkas memaparkan rencana strategi transfer Persija Jakarta dalam agenda Ngopi Bareng Persija di Persija Galeri. (Persija)

 

JawaPos.com — Ambisi Persija Jakarta untuk tetap bersaing dalam perebutan gelar Super League 2025/2026 memasuki fase krusial. Laga melawan Persebaya Surabaya akhir pekan ini menjadi titik balik yang bisa menentukan arah musim mereka.

Rentetan hasil minor dalam tiga pertandingan terakhir menjadi alarm keras bagi tim ibu kota. Dalam momen yang seharusnya menjadi fase penentuan, Persija justru gagal mengamankan kemenangan yang sangat dibutuhkan.

Dua hasil imbang di kandang saat menghadapi Borneo FC (2-2) dan Dewa United (1-1) terasa seperti kehilangan dua kemenangan. Situasi makin memburuk setelah takluk 2-3 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam laga tandang.

Baca Juga: Bonek Pecahkan Rekor! Duel Persebaya Surabaya vs Persita Tangerang Jadi Laga dengan Penonton Terbanyak

Kondisi ini membuat tekanan terhadap skuad besutan Mauricio Souza semakin besar. Konsistensi yang belum terjaga kini menjadi pekerjaan rumah utama yang harus segera diselesaikan.

Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, tak menutupi kekecewaan manajemen. Sosok yang akrab disapa Bepe itu menilai hasil tiga laga terakhir jauh dari ekspektasi.

“Manajemen sangat menyayangkan tiga laga terakhir dilewati tanpa kemenangan. Walaupun tidak mudah, secara hitungan poin segala kemungkinan masih bisa terjadi,” kata Bepe.

Baca Juga: PSIS Pincang di Belakang, Tiga Pemain Pelapis Siap Tampil di Kudus

Pernyataan itu menjadi sinyal harapan belum sepenuhnya padam. Meski jalan menuju gelar semakin terjal, peluang matematis masih terbuka dengan delapan pertandingan tersisa.

Namun, Bepe menegaskan peluang itu hanya bisa dijaga jika seluruh elemen tim menunjukkan respons nyata. Ia menuntut perubahan sikap dan peningkatan performa secara menyeluruh.

Manajemen kini berharap pemain seperti Rizky Ridho dan rekan-rekannya mampu bangkit dari tekanan. Mentalitas pejuang dinilai menjadi kunci untuk keluar dari situasi sulit ini.

“Jadi, kami meminta pelatih dan pemain untuk memberikan fokus ekstra pada setiap pertandingan dan terus berjuang hingga pekan terakhir. Persija memiliki seluruh komponen untuk bangkit dan menjaga konsistensi,” tuturnya.

Laga melawan Persebaya Surabaya jelas bukan pertandingan biasa. Selain sarat gengsi, duel ini juga mempertemukan dua tim dengan sejarah panjang dan rivalitas yang selalu memanas.

Pertandingan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Sabtu (11/4/2026) malam. Atmosfer stadion dipastikan akan penuh tekanan sekaligus harapan besar dari suporter.

Baca Juga: Paul Munster Tancap Gas! Bhayangkara FC Jaga Tren Positif Hindari Kejaran Persebaya Surabaya

Bagi Persija, laga ini menjadi momentum pembuktian apakah mereka masih layak bicara soal gelar. Kemenangan bukan lagi sekadar target, melainkan kebutuhan mutlak untuk menjaga asa.

Di sisi lain, Persebaya Surabaya juga datang dengan motivasi tinggi. Green Force tentu tak ingin menjadi korban kebangkitan tim tuan rumah dan siap memberikan perlawanan sengit.

Situasi ini membuat pertandingan diprediksi berlangsung ketat sejak menit awal. Kedua tim memiliki kepentingan besar yang membuat laga ini berpotensi menjadi salah satu duel paling menentukan di pekan ke-27.

Baca Juga: 10 Cara Efektif untuk Membantu Proses Pemulihan Trauma yang Tak Boleh Diabaikan

Persija kini berada di persimpangan jalan antara menjaga mimpi atau mulai merelakan ambisi. Semua akan ditentukan dari bagaimana mereka merespons tekanan di lapangan.

Dengan sisa musim yang semakin menipis, tidak ada lagi ruang untuk kesalahan. Setiap poin menjadi sangat berharga dan bisa menjadi pembeda di akhir klasemen.

Kini, harapan itu masih ada, meski tipis dan penuh tantangan. Pertanyaannya, mampukah Persija Jakarta menjawab keraguan dan menghidupkan kembali mimpi juara?

Atau justru laga melawan Persebaya Surabaya menjadi penegas musim ini bukan milik mereka. Semua akan terjawab di atas lapangan dalam 90 menit yang sarat emosi.

EDITOR: Banu Adikara