← Beranda
Ramon Tanque Wanti-wanti Ancaman Bali United, Persib Bandung Tak Mau Tersandung di Momen Krusial
Moch. Rizky Pratama Putra• Kamis, 9 April 2026 | 23.45 WIB
Selebrasi Ramon Tanque usai mencetak gol yang membawa Persib Bandung menang atas Semen Padang FC. (Dok. Persib)

JawaPos.com — Persib Bandung memasuki fase penentuan di Super League 2025/2026 dengan tekanan yang semakin terasa. Delapan pertandingan tersisa kini dipandang layaknya final yang tak boleh tergelincir sedikit pun.

Striker Persib Bandung, Ramon De Andrade Souza, menegaskan timnya tengah berada dalam mode konsentrasi penuh. Fokus penuh itu diarahkan untuk menghadapi Bali United yang datang dengan kepercayaan diri tinggi.

Laga pekan ke-27 ini akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Minggu, 12 April 2026. Pertandingan tersebut menjadi salah satu titik krusial yang bisa menentukan arah perjalanan Persib Bandung di akhir musim.

Ramon Tanque tak ingin menganggap enteng laga ini meski bermain di kandang sendiri. Baginya, setiap pertandingan yang tersisa memiliki bobot yang sama pentingnya.

"Pertandingan melawan Bali sangat penting, sama seperti yang lainnya. Sekarang tersisa delapan pertandingan lagi. Jadi, itu adalah delapan laga final bagi kami dan kami akan terus menjaga fokus," ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan mentalitas Persib Bandung yang kini berada dalam tekanan sekaligus peluang. Konsistensi menjadi kunci utama jika ingin tetap bersaing di papan atas hingga akhir musim.

Di sisi lain, Bali United datang bukan tanpa ancaman. Tim berjuluk Serdadu Tridatu itu tengah berada dalam tren positif yang membuat mereka semakin percaya diri menghadapi laga besar.

Ramon Tanque mengaku tak menutup mata terhadap performa impresif Bali United dalam beberapa pertandingan terakhir. Ia menilai, kekuatan lawan harus dipelajari secara detail agar tidak menjadi batu sandungan.

"Mengenai kemenangan mereka (Bali), saya pikir penting bagi kami untuk selalu menganalisis lawan berikutnya. Kami tahu bahwa tim Bali itu kuat," tambahnya.

Analisis terhadap kekuatan lawan menjadi bagian penting dalam persiapan tim. Tim pelatih dan pemain Persib Bandung terus bekerja untuk membedah pola permainan Bali United.

Langkah tersebut bukan tanpa alasan, mengingat Bali United dikenal sebagai tim dengan organisasi permainan yang rapi. Selain itu, mereka juga memiliki pengalaman dalam menghadapi laga-laga besar.

Meski begitu, Ramon Tanque memastikan kondisi mental skuad Persib Bandung berada dalam situasi yang positif. Para pemain disebut siap memberikan performa terbaik demi mengamankan poin penuh.

Kepercayaan diri itu menjadi modal penting jelang laga krusial. Apalagi, dukungan suporter di kandang sendiri diyakini bisa menjadi energi tambahan bagi tim.

Ramon Tanque juga menegaskan kerja keras menjadi harga mati di sisa musim ini. Tidak ada ruang untuk lengah jika ingin mencapai target yang telah ditetapkan sejak awal.

"Kami akan terus berlanjut, tetap fokus pada tujuan, terus bekerja keras untuk meraih kemenangan dalam delapan pertandingan tersisa ini," pungkasnya.

Situasi ini membuat setiap pertandingan Persib Bandung layaknya partai hidup-mati. Kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal dalam perburuan posisi terbaik di klasemen.

Dengan delapan laga tersisa, konsistensi performa akan menjadi penentu utama. Persib Bandung harus mampu menjaga ritme permainan sekaligus memaksimalkan setiap peluang yang ada.

Pertemuan dengan Bali United pun bukan sekadar laga biasa. Ini adalah ujian mental sekaligus kualitas yang akan memperlihatkan sejauh mana kesiapan Persib Bandung di fase akhir musim.

Jika mampu melewati rintangan ini, langkah Persib Bandung menuju target besar akan semakin terbuka. Namun sebaliknya, hasil negatif bisa menjadi pukulan telak di saat yang paling tidak diharapkan.

Baca Juga: Polemik PSSI Jawa Timur! Askot Surabaya Persoalkan Plt Ketua Asprov Angkat Kepengurusan Baru

Sorotan kini tertuju pada bagaimana Persib Bandung menjawab tantangan tersebut di atas lapangan. Delapan laga tersisa benar-benar akan menjadi panggung pembuktian.

 

EDITOR: Hendra