Peluang Persija Jakarta untuk meraih gelar BRI Super League 2025/26 masih terbuka. Hal itu ditegaskan langsung oleh pelatih Mauricio Souza yang menilai sembilan pertandingan tersisa akan menjadi penentu arah persaingan di papan atas.
Saat ini, Persija menempati posisi ketiga klasemen dengan koleksi 52 poin dari 25 pertandingan.
Mereka masih berada di bawah Borneo FC Samarinda yang mengoleksi 54 poin, serta Persib Bandung yang memimpin dengan 58 poin.
Selisih tersebut memang tidak terlalu jauh, namun persaingan di papan atas dikenal sangat ketat. Mauricio menegaskan bahwa timnya tidak boleh hanya berharap pesaing terpeleset, tetapi harus mampu mengamankan poin maksimal di setiap laga.
Baca Juga: Krisis Pemain, Semen Padang Tetap Percaya Diri Tantang Pemuncak Klasemen Persib Bandung
Menurutnya, kunci utama untuk tetap bersaing adalah kerja keras dan konsistensi. Ia ingin para pemain tetap fokus dan menjaga performa hingga akhir musim.
“Kompetisi ini masih sangat terbuka. Apa pun bisa terjadi, tapi kami harus menjalankan tugas kami dengan maksimal di setiap pertandingan,” ujar Mauricio dikutip dari ileague.id.
Pendekatan realistis ini menjadi dasar Persija dalam menatap sisa musim. Tidak ada target muluk di setiap laga, selain memastikan tiga poin bisa diamankan.
Baca Juga: Persib Tak Mau Terpeleset di Padang, Bojan Hodak Wanti-wanti Kebangkitan Semen Padang
Hal senada juga disampaikan kapten tim, Rizky Ridho. Bek tengah tersebut menekankan pentingnya fokus dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
Menurut Ridho, seluruh pemain sudah memiliki pemahaman yang sama setelah berdiskusi dengan tim pelatih. Ia menyebut pendekatan “game by game” menjadi cara paling efektif untuk menjaga konsistensi tim.
“Kami sepakat untuk fokus di setiap pertandingan. Musim masih panjang, jadi yang penting berusaha maksimal di tiap laga,” kata Ridho.
Ia juga menambahkan bahwa para pemain akan menjalankan instruksi pelatih sebaik mungkin, demi menjaga peluang tetap hidup hingga akhir kompetisi.
Dengan selisih poin yang masih bisa dikejar, Persija memiliki peluang untuk menekan dua rival di atasnya.
Namun, semua akan bergantung pada kemampuan mereka menjaga stabilitas performa di tengah jadwal yang semakin krusial.
Sembilan laga tersisa bukan hanya soal taktik dan strategi, tetapi juga mental bertanding. Jika mampu menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin Persija bisa membalikkan keadaan dan menjadi penantang serius hingga pekan terakhir.