← Beranda
Terbongkar! Alasan Bernardo Tavares Tak Mainkan Ernando Ari dan Bruno Moreira Saat Persebaya Surabaya Bungkam Persita
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 5 April 2026 | 15.37 WIB
Bruno Moreira mencoba menguatkan rekan-rekannya setelah Persebaya Surabaya kalah telak 1-5 dari Borneo FC. (Dok. Persebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya akhirnya kembali ke jalur kemenangan di momen yang paling dibutuhkan. Menjamu Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo, Green Force menang tipis 1-0 lewat gol Francisco Rivera pada menit ke-61, Sabtu malam (4/4/2026).

Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin biasa bagi Persebaya Surabaya. Hasil tersebut menjadi jawaban atas tekanan setelah dua laga sebelumnya tanpa kemenangan.

Di balik kemenangan itu, ada keputusan mengejutkan dari pelatih Bernardo Tavares. Ia tak memainkan dua pilar penting, yakni Ernando Ari dan Bruno Moreira.

Keputusan itu sempat memunculkan tanda tanya di kalangan suporter. Namun, Tavares akhirnya membuka alasan sebenarnya di balik absennya dua pemain kunci tersebut.

Menurutnya, kondisi fisik pemain menjadi faktor utama dalam menentukan susunan starting eleven. Ia tak ingin mengambil risiko memainkan pemain yang belum berada di level kebugaran terbaik.

“Bagi saya dan terutama bagi tim, ini sangat penting di momen sulit. Banyak pemain tidak bisa bermain karena masalah fisik, jadi kami harus melakukan perubahan posisi. Hari ini menunjukkan bahwa tim ini adalah tim yang sesungguhnya,” ungkap Bernardo Tavares, Sabtu (4/4/2026).

Absennya Ernando Ari membuat posisi penjaga gawang dipercayakan kepada Andhika Ramadhani. Sementara peran Bruno Moreira di sisi sayap kiri digantikan oleh Riyan Ardiansyah.

Meski kehilangan dua pemain inti, Persebaya Surabaya tetap mampu tampil solid. Hal ini menunjukkan kedalaman skuad yang mulai teruji di tengah jadwal padat kompetisi.

Tavares menilai ada perubahan sikap yang signifikan dari para pemainnya. Ia melihat fokus dan kesiapan tim sudah terlihat bahkan sejak sesi pemanasan sebelum pertandingan dimulai.

“Saya melihat pemain lebih fokus sejak pemanasan. Kalau kami mempersiapkan diri dengan baik, hal baik akan terjadi di pertandingan,” sambungnya.

Secara permainan, Persebaya Surabaya memang tampil cukup dominan. Mereka mencatatkan sembilan tembakan dengan tiga di antaranya mengarah tepat ke gawang lawan.

Selain itu, Green Force juga unggul dalam situasi bola mati, termasuk tiga kali kesempatan sepak pojok. Statistik ini menunjukkan tekanan yang terus diberikan sepanjang laga.

Gol tunggal yang dicetak Francisco Rivera sejatinya bisa saja bertambah. Beberapa peluang emas tercipta, namun belum mampu dimaksimalkan menjadi gol tambahan.

Saat sudah unggul 1-0, strategi permainan berubah. Persebaya Surabaya memilih menurunkan garis pertahanan dan bermain lebih disiplin untuk menjaga keunggulan.

Pendekatan ini dilakukan untuk membuka peluang melalui serangan balik cepat. Tavares menyebut situasi tersebut sebagai bagian dari manajemen permainan yang wajar.

“Wajar jika mereka lebih menguasai bola saat kami unggul. Kami mencoba mengontrol permainan dan mencari momen untuk mencetak gol kedua,” jelas pelatih asal Portugal itu.

Kemenangan ini terasa semakin penting jika melihat kondisi sebelumnya. Persebaya Surabaya sempat mengalami kekalahan telak yang cukup memukul mental tim.

Karena itu, tambahan tiga poin ini menjadi semacam obat penawar. Kepercayaan diri pemain kembali meningkat menjelang laga penting berikutnya.

“Tidak ada yang suka kalah telak, apalagi kami sempat kebobolan lima gol sebelumnya. Jadi saya senang untuk para pemain,” tutup Tavares.

Hasil positif ini menjadi modal berharga bagi Persebaya Surabaya untuk menatap pertandingan selanjutnya. Tantangan besar sudah menunggu di pekan berikutnya.

Green Force dijadwalkan menghadapi Persija Jakarta dalam laga tandang. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno pada Sabtu (11/4/2026).

Laga ini diprediksi menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi Persebaya Surabaya. Terlebih, kondisi fisik pemain masih menjadi perhatian utama tim pelatih.

Jika mampu menjaga performa seperti saat menghadapi Persita, peluang meraih poin tetap terbuka. Namun, efektivitas penyelesaian akhir harus segera dibenahi.

Keputusan berani Tavares mencadangkan pemain inti terbukti membuahkan hasil. Kini, Persebaya Surabaya dihadapkan pada tantangan menjaga momentum agar tetap kompetitif di papan atas.

Baca Juga: Rahasia Kalahkan Persita Tangerang! Curhatan Risto Mitrevski Bongkar Kunci Kebangkitan Persebaya Surabaya

EDITOR: Hendra