JawaPos.com — Persebaya Surabaya akhirnya menemukan kembali ritme kemenangan yang sempat hilang. Kemenangan tipis 1-0 atas Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (4/4/2026), bukan sekadar tiga poin, tapi juga jawaban atas tekanan yang sempat membayangi tim.
Bek andalan Risto Mitrevski menjadi salah satu sosok penting di balik kemenangan tersebut. Ia tak hanya tampil solid di lini belakang, tapi juga dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga itu.
“Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sulit,” kata pesepakbola asal Makedonia tersebut. Ia menegaskan sejak awal tim sudah menyiapkan diri menghadapi tekanan dari Persita Tangerang.
Kemenangan ini terasa spesial karena menjadi respons cepat setelah hasil negatif sebelumnya. Para pemain menunjukkan mentalitas berbeda dengan tampil lebih disiplin dan fokus sepanjang pertandingan.
Menurut Mitrevski, faktor utama di balik hasil positif ini bukan hanya taktik. Ia menyoroti chemistry tim dan sikap seluruh pemain sebagai fondasi penting kemenangan.
“Kuncinya adalah kerja sama tim dan sikap semua pemain. Setelah ini kami akan fokus menghadapi laga selanjutnya," tuturnya. Pernyataan itu menggambarkan bagaimana solidaritas di dalam skuad mulai terbentuk semakin kuat.
Memasuki babak kedua, Persebaya Surabaya tampil jauh lebih agresif. Tim asuhan Bernardo Tavares langsung meningkatkan intensitas serangan demi memecah kebuntuan.
Namun hingga menit ke-55, kedua tim masih kesulitan menciptakan peluang bersih. Duel lini tengah berlangsung keras, membuat aliran bola sering terputus sebelum mencapai area berbahaya.
Peluang sempat hadir melalui situasi bola mati. Sayangnya, skema tendangan bebas yang dirancang belum mampu menghasilkan gol bagi Green Force.
Tekanan kembali dibangun pada menit ke-57 lewat sepakan keras Jefferson Silva. Namun bola masih melenceng tipis dari sasaran dan belum mengubah kedudukan.
Momentum penting datang saat memasuki menit ke-60. Bernardo Tavares melakukan perubahan taktik dengan menukar posisi Pedro Matos dan Riyan untuk membongkar pertahanan lawan.
Keputusan tersebut terbukti jitu hanya satu menit berselang. Francisco Rivera sukses mencetak gol pembuka setelah menerima umpan matang dari Catur Pamungkas.
Gol itu langsung mengubah dinamika pertandingan. Persebaya Surabaya unggul 1-0 dan memaksa Persita Tangerang keluar dari zona nyaman.
Setelah gol tercipta, tempo permainan meningkat drastis. Kedua tim bermain lebih terbuka dan saling melancarkan serangan demi mencari gol tambahan.
Persita Tangerang yang ditangani Carlos Pena mulai mengambil alih penguasaan bola. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke pertahanan Persebaya Surabaya.
Situasi tersebut memaksa Bernardo Tavares melakukan respons cepat. Tiga pemain sekaligus dimasukkan pada menit ke-68 untuk menjaga intensitas dan keseimbangan tim.
Bruno Paraiba, Rachmat Irianto, dan Malik Risaldi masuk memberikan energi baru. Pergantian ini terbukti mampu meredam tekanan sekaligus membuka peluang serangan balik.
Bruno Paraiba langsung memberikan dampak instan. Akselerasinya memaksa pemain Persita melakukan pelanggaran keras yang berujung kartu kuning.
Ancaman serius datang pada menit ke-75 melalui sepak pojok Persita. Beruntung, kiper Andhika Ramadhani tampil gemilang dengan penyelamatan krusial.
Tekanan terus berlanjut satu menit kemudian dari sisi sayap. Namun lagi-lagi Risto Mitrevski tampil sigap memotong aliran bola dan menggagalkan peluang berbahaya.
Masalah sempat muncul saat Catur Pamungkas mengalami cedera pada menit ke-80. Ia harus ditarik keluar dan digantikan oleh Koko Ari.
Menjelang akhir laga, Bruno Paraiba kembali menunjukkan kualitas individunya. Ia berhasil melewati dua pemain lawan, meski umpan akhirnya belum mampu dikonversi menjadi gol.
Tambahan waktu lima menit membuat tensi pertandingan semakin memanas. Persita Tangerang terus menekan, sementara Persebaya Surabaya berjuang mati-matian mempertahankan keunggulan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri paceklik dua pertandingan tanpa kemenangan dan menjadi titik balik penting bagi Persebaya Surabaya.
Lebih dari sekadar hasil, laga ini menunjukkan karakter baru Green Force. Chemistry, disiplin, dan sikap kolektif yang disorot Risto Mitrevski kini menjadi modal berharga menatap laga berikutnya.