← Beranda
Erick Thohir Apresiasi Keberlanjutan Bali 7s 2026 sebagai Magnet Sport Tourism Indonesia
Andre Rizal HanafiSabtu, 4 April 2026 | 18.53 WIB
Menpora Erick Thohir. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Penyelenggaraan Youth Football Tournament Bali 7s 2026 kembali menjadi sorotan sebagai salah satu ajang sepak bola usia muda yang konsisten digelar di Indonesia. 

Memasuki tahun ketiga, turnamen ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah kompetisi, tetapi juga berperan dalam mendorong posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism unggulan di mata dunia.

Turnamen yang menghadirkan peserta dari berbagai negara ini dinilai mampu memberikan pengalaman berharga bagi para pemain muda. 

Baca Juga: RANS Nusantara FC ke NTB, Adhyaksa FC ke NTT: Peta Baru Sepak Bola Nasional Musim Depan

Selain bertanding di lapangan, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi lintas budaya, membangun relasi, serta mengembangkan karakter sportif sejak dini.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, memberikan apresiasi tinggi terhadap keberlanjutan turnamen ini. Ia menilai Bali 7s sebagai contoh nyata konsistensi dalam pembinaan talenta muda sepak bola Indonesia.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap penyelenggaraan Youth Football Tournament Bali 7s 2026 yang telah memasuki tahun ketiga. Turnamen ini hadir secara konsisten dan memberi ruang bagi talenta muda untuk mengejar mimpi menjadi pesepakbola profesional,” ujar Erick dikutip dari baliutd.com.

Baca Juga: Skuad Timnas Futsal Indonesia untuk Piala AFF 2026 Resmi Dirilis, Ini Daftar 14 Pemain Terpilih

Menurutnya, ajang seperti Bali 7s tidak hanya fokus pada pengembangan kemampuan teknis pemain, tetapi juga membentuk mental dan karakter. 

Nilai sportivitas, kerja sama tim, serta persahabatan lintas negara menjadi bagian penting yang ditanamkan dalam setiap pertandingan.

Lebih jauh, Erick menilai turnamen ini juga memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah. 

Kehadiran peserta dan pendukung dari berbagai negara berdampak langsung pada sektor pariwisata, UMKM, hingga ekonomi kreatif di Bali.

“Ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah kegiatan olahraga usia dini berskala internasional. Dampaknya tidak hanya pada olahraga, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga pun menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Bali 7s sebagai bagian dari strategi pengembangan sport tourism nasional. 

Baca Juga: Barcelona Tanpa Raphinha, Ini Prediksi Line Up Blaugrana Lawan Atletico Madrid di La Liga

Langkah ini sejalan dengan upaya membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing generasi muda Indonesia di tingkat global.

Dengan kombinasi antara kompetisi berkualitas dan potensi wisata yang kuat, Bali 7s 2026 diharapkan terus berkembang menjadi salah satu turnamen usia muda paling bergengsi di kawasan Asia.

EDITOR: Banu Adikara