← Beranda
Berbagi Rumput dengan Lionel Messi! Kisah Haru Jean Mota dari MLS ke Persija, Bawa Mental Juara ke Jakarta
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 2 April 2026 | 03.56 WIB
Jean Mota saat membela Inter Miami, momen berharga berbagi lapangan dengan Lionel Messi sebelum bergabung ke Persija Jakarta. (Instagram @jeanmota93)

 

JawaPos.com–Momen berbagi lapangan dengan Lionel Messi bukan sekadar cerita biasa bagi Jean Mota. Itu menjadi titik balik emosional sekaligus pelajaran berharga yang kini dia bawa ke Persija Jakarta.

Gelandang asal Brasil tersebut pernah merasakan atmosfer kompetitif bersama Inter Miami CF di ajang Major League Soccer pada periode 2022–2024. Di sanalah, takdir mempertemukannya dengan sang legenda hidup yang datang penuh kejutan.

Kedatangan Messi pada pertengahan 2023 memang mengguncang dunia sepak bola, termasuk ruang ganti Inter Miami. Bahkan bagi pemain seperti Mota, kabar itu terasa seperti mimpi yang tiba-tiba menjadi nyata.

Baca Juga: Persija Jakarta Panen Kekuatan Baru! 4 Bintang Pulang, Nilai Rp 26,51 Miliar Siap Bakar Semangat Jakmania

Dia mengaku antusias sekaligus tak menyangka bisa satu tim dengan sosok yang selama ini hanya disaksikan dari layar. Terlebih, Messi datang setelah meninggalkan FC Barcelona, klub yang sudah melekat dengan namanya selama bertahun-tahun.

”Berbagi lapangan dengan Messi adalah sesuatu yang akan saya bawa seumur hidup. Itu hal luar biasa dalam karier saya. Saya sangat bersyukur atas kesempatan itu. Itu adalah masa yang indah, dan saya belajar banyak darinya,” ucap Mota.

Bagi pemain berusia 32 tahun itu, pengalaman tersebut bukan sekadar catatan karier, melainkan kenangan emosional yang sulit tergantikan. Dia merasa beruntung bisa melihat langsung bagaimana seorang legenda bekerja setiap hari.

Baca Juga: Michal Sadilek Bongkar Rahasia Cetak Gol Penalti yang Sukses Antarkan Republik Ceko ke Piala Dunia 2026

Mota menilai Messi bukan hanya besar karena kemampuan di lapangan, tetapi juga karena sikapnya sebagai manusia. Hal itu justru menjadi pelajaran paling membekas bagi dirinya sebagai pesepak bola profesional.

”Dia bukan hanya atlet besar, tetapi juga pribadi yang hebat. Saya bisa melihat kesehariannya, dan itu menjadi pelajaran besar bagi saya,” ujar Jean Mota.

Kini, perjalanan Mota berlanjut di Indonesia bersama Persija dengan membawa bekal mental yang ditempa di MLS. Dia tidak datang sekadar sebagai pemain asing, tetapi sebagai sosok yang membawa pengalaman dari level tertinggi.

Adaptasinya di Persija memang masih dalam proses jika melihat menit bermain yang belum terlalu banyak. Namun, kontribusi awalnya mulai terlihat dari cara bermain yang aktif dan berani mengambil peran kreatif.

Dalam empat pertandingan awal di Super League 2025/2026, Mota mencatat total 127 menit bermain. Meski belum mencetak gol, dia sudah menyumbang satu assist yang menunjukkan peran sebagai penghubung lini serang.

Statistik tersebut memang belum sepenuhnya menggambarkan kualitasnya. Namun, dari distribusi bola dan pergerakan tanpa bola, Mota mulai menunjukkan karakter sebagai playmaker yang dinamis.

Baca Juga: Persik Kediri Kembali ke Brawijaya, 5 Ribu Tiket Disiapkan untuk Duel Lawan Persijap

Heatmap permainan menunjukkan intensitas tinggi di sisi kanan area serang lawan. Ini menandakan dia kerap beroperasi di half space kanan untuk membuka ruang dan menciptakan peluang.

Pergerakannya juga tidak terpaku di tengah lapangan. Dia aktif menusuk ke kotak penalti atau melebar untuk mengirimkan umpan silang dan umpan kunci.

Peran tersebut sejalan dengan catatan assist yang ia bukukan meski menit bermainnya terbatas. Hal ini menunjukkan efisiensi dan kecerdasan dalam membaca permainan.

heatmap Jean Mota (Istimewa)
heatmap Jean Mota (Istimewa)

Di sisi lain, kontribusi bertahannya memang tidak terlalu dominan. Hal itu mempertegas perannya sebagai gelandang serang ketimbang gelandang bertahan.

Namun justru di situlah nilai lebihnya bagi Persija. Dia menjadi opsi kreatif yang mampu menghidupkan serangan dan memberikan variasi dalam pola permainan tim.

Mota juga menegaskan pengalaman di MLS mengajarkannya satu hal penting: jiwa kompetitif. Mental itulah yang kini ingin dia tanamkan di skuad Macan Kemayoran.

Baca Juga: Madura United Krisis, Rakhmad Basuki Fokus Pulihkan Mental Pemain Jelang Lawan Borneo FC

”Ada banyak hal yang saya pelajari, tetapi yang paling penting adalah jiwa kompetitif. Itulah pelajaran yang ingin saya bawa. Karena Persija adalah klub yang memperebutkan gelar, itu memotivasi saya untuk bersaing di setiap pertandingan dan setiap sesi latihan,” tutur Mota.

Ambisi tersebut sejalan dengan status Persija sebagai tim yang selalu menargetkan gelar juara. Kehadiran pemain dengan mental seperti Mota tentu menjadi tambahan energi baru bagi tim.

Dengan waktu bermain yang kemungkinan akan terus meningkat, kontribusinya diprediksi semakin signifikan. Apalagi dia sudah mulai memahami ritme dan karakter permainan di Indonesia.

Cerita Mota bukan sekadar perjalanan karier dari Amerika ke Jakarta. Ini adalah kisah tentang bagaimana pengalaman bersama legenda dunia membentuk mental seorang pemain untuk terus berkembang.

Baca Juga: Sembilan Laga Tersisa, Borneo FC Hadapi Ujian Berat di Kandang Madura United

Kini, setiap sentuhan bola Mota di lapangan seolah membawa jejak pelajaran dari Messi. Dan bagi Persija, itu bisa menjadi awal dari cerita besar yang sedang ditulis perlahan.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah