JawaPos.com — Performa lini belakang Persebaya Surabaya menjadi sorotan tajam jelang duel krusial menghadapi Persita Tangerang. Catatan kebobolan 30 gol musim ini menjadi alarm serius yang memaksa pelatih Bernardo Tavares melakukan perubahan mendasar.
Masalah utama yang disorot bukan sekadar jumlah gol yang masuk, melainkan lemahnya koordinasi saat transisi bertahan. Situasi ini kerap dimanfaatkan lawan melalui skema serangan balik cepat yang sulit diantisipasi pemain Green Force.
Sejak datang pada 10 Januari lalu, Bernardo Tavares sebenarnya membawa dampak cukup positif dari sisi hasil pertandingan.
Dalam sembilan laga awal, ia mencatatkan empat kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan yang menunjukkan progres kompetitif tim.
Baca Juga: Akhiri Puasa 24 Tahun, Turki Main Lagi di Piala Dunia
Namun, produktivitas 15 gol yang berhasil dicetak tidak mampu menutupi rapuhnya lini pertahanan. Ketidakseimbangan antara menyerang dan bertahan membuat tim asal Kota Pahlawan sering kehilangan kontrol permainan.
Puncak kerapuhan itu terlihat jelas saat dihajar Borneo FC Samarinda dengan skor telak 5-1 pada 7 Maret lalu. Kekalahan tersebut menjadi titik evaluasi besar karena memperlihatkan celah besar dalam organisasi pertahanan tim.
Baca Juga: Dony Tri Sebut Dorongan Berkarir di Eropa jadi Motivasi
Dalam tiga pertandingan terakhir saja, hampir separuh dari total gol yang bersarang terjadi akibat kesalahan positioning dan miskomunikasi.
Hal ini mempertegas persoalan bukan hanya individu, tetapi sistem bertahan secara kolektif.
“Target kami adalah memperbaiki kesalahan pada pertandingan terakhir. Kami memerlukan pemain yang memiliki keseimbangan defensif mumpuni agar tidak mengalami kerugian lagi karena penempatan diri pemain sebelumnya tidak begitu bagus,” ujar Bernardo Tavares.
Pelatih asal Portugal itu langsung merespons dengan mengubah fokus latihan tim dalam beberapa hari terakhir. Ia menitikberatkan pada prinsip garis pertahanan serta bagaimana pemain bereaksi saat kehilangan bola.
Pendekatan ini dinilai penting untuk mengurangi celah antar lini yang selama ini terlalu mudah ditembus lawan. Selain itu, pemain juga dituntut lebih disiplin dalam menjaga area dan tidak terpancing keluar dari posisinya.
“Kami menyusun beberapa prinsip garis pertahanan dan juga skema menyerang, seperti hal penting saat kami menguasai bola. Keseimbangan ini perlu lebih baik karena kami kemasukan banyak gol melalui proses serangan balik lawan,” imbuhnya.
Tidak hanya lini belakang, pembenahan juga menyasar sektor serang agar lebih efisien saat menguasai bola. Tavares ingin timnya tidak hanya agresif, tetapi juga cerdas dalam mengontrol tempo permainan.
Menurutnya, keseimbangan antara menyerang dan bertahan adalah kunci utama untuk bertahan di papan atas klasemen. Tanpa itu, tim akan terus berada dalam tekanan meski memiliki lini depan yang produktif.
Pemain seperti Bruno Moreira dan rekan-rekannya kini dituntut memiliki pemahaman ruang yang lebih baik. Hal ini penting agar tim tidak mudah kehilangan bentuk permainan ketika menghadapi tekanan lawan.
Baca Juga: Brasil dan Argentina Kompak Menangi Laga Persahabatan Terbaru
Selain aspek teknis, kesiapan mental juga menjadi perhatian utama dalam sesi latihan. Tavares ingin anak asuhnya tetap fokus sepanjang 90 menit tanpa kehilangan konsentrasi di momen krusial.
Dengan jadwal padat sepanjang April, perbaikan ini harus segera terlihat dalam pertandingan terdekat. Laga melawan Persita Tangerang menjadi ujian nyata apakah perubahan taktik tersebut berjalan efektif.
Saat ini, Persebaya Surabaya telah memainkan 25 pertandingan dengan catatan 10 kemenangan, 9 imbang, dan 6 kekalahan. Mereka mengoleksi 37 gol, kebobolan 30 kali, serta mengumpulkan 39 poin dengan selisih gol +7.
Statistik tersebut menunjukkan tim masih kompetitif, tetapi belum cukup solid untuk bersaing di level tertinggi. Jika masalah pertahanan tidak segera diatasi, peluang kehilangan poin akan terus menghantui.
Optimisme tetap dijaga meski tekanan semakin besar jelang laga kandang akhir pekan ini. Dukungan suporter di Stadion Gelora Bung Tomo diharapkan menjadi energi tambahan untuk mengangkat performa tim.
Perubahan gaya bertahan yang diterapkan Bernardo Tavares kini menjadi harapan baru bagi Green Force.
Hasil melawan Persita Tangerang nanti akan menjadi jawaban apakah alarm bahaya ini berhasil diatasi atau justru semakin nyaring.