JawaPos.com - Persib Bandung kembali menunjukkan perannya yang lebih dari sekadar klub sepak bola. Dalam kunjungan peserta pendidikan dan pelatihan Sesparlu Angkatan ke-78 dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia di Graha Persib, sepak bola dibahas sebagai alat diplomasi modern yang semakin relevan.
Kunjungan ini menjadi ruang dialog strategis antara dunia olahraga dan diplomasi, dengan fokus pada bagaimana Persib bisa berkontribusi dalam memperkuat citra Indonesia di tingkat global.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Persib dinilai memiliki kekuatan besar melalui basis suporter setianya, Bobotoh. Atmosfer pertandingan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api disebut sebagai contoh nyata bagaimana sepak bola mampu menyatukan identitas dan emosi publik.
Baca Juga: Tottenham Rekrut Roberto De Zerbi: Jenius atau Keputusan Nekat di Tengah Krisis?
Para peserta Sesparlu menyoroti bahwa kekuatan ini bisa menjadi modal penting dalam diplomasi berbasis masyarakat atau people-to-people connection.
Deputy CEO Persib, Adhitia Putra Herawan, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
"Merupakan kehormatan bagi kami dapat menerima kunjungan peserta Sesparlu 78, Kemlu. Kami berharap pertemuan ini tidak berhenti sebagai silaturahmi, tetapi menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan antara Persib dan Kementerian Luar Negeri di masa depan," ungkapnya.
Baca Juga: Heboh! Newcastle 'Jual' Stadion Sendiri Demi Selamat dari Sanksi Premier League
Sementara itu, diplomat Dicky Satria Pamungkas menilai bahwa peran Persib jauh melampaui sepak bola.
"Persib memiliki peran strategis yang melampaui fungsi sebagai klub sepak bola. Sebagai klub dengan basis massa yang besar dan manajemen profesional, Persib Bandung bukan sekadar entitas olahraga, melainkan instrumen penting dalam membangun citra Kota Bandung di kancah internasional," ujar Dicky.
Dalam kesempatan terpisah, Diar Nurbintoro menyoroti dampak ekonomi dan pariwisata dari sepak bola.
"Persib bisa menjadi jembatan program sport tourism dengan setiap pertandingan yang mendatangkan suporter dan penggemar sepak bola ke Bandung pada setiap pertandingan kandang Persib," jelasnya.
Pertemuan ini menegaskan bahwa sepak bola kini telah berkembang menjadi alat diplomasi yang kuat menghubungkan budaya, komunitas, dan kepentingan global dalam satu panggung.
Dengan dukungan Bobotoh dan visi manajemen yang modern, Persib terus melangkah bukan hanya sebagai kebanggaan Bandung, tetapi juga sebagai wajah Indonesia yang siap bersaing di kancah internasional.