JawaPos.com — Persebaya Surabaya makin menunjukkan arah pergerakan transfer yang menarik jelang musim baru. Aroma PSM Makassar dan Timnas Indonesia terasa semakin kuat dalam rencana belanja pemain Green Force.
Sinyal itu muncul dari sejumlah rumor yang beredar dalam beberapa pekan terakhir. Persebaya Surabaya disebut tengah mengincar pemain-pemain yang punya keterkaitan erat dengan pelatih Bernardo Tavares.
Setidaknya ada dua nama yang kini paling santer dikaitkan. Keduanya bukan hanya pernah bersinar di PSM Makassar, tetapi juga memiliki label pemain Timnas Indonesia di level berbeda.
Selain itu, satu pemain abroad yang punya darah Surabaya juga ikut dikaitkan. Namun, fokus utama saat ini tertuju pada dua pemain dengan nilai pasar total mencapai Rp 8,69 miliar.
Ramadhan Sananta
Nama pertama adalah Ramadhan Sananta, striker muda yang kini berkarier di Liga Super Malaysia bersama DPMM FC. Kehadirannya sempat sangat diharapkan untuk mengatasi krisis lini depan Persebaya Surabaya.
Sayangnya, peluang itu sempat pupus di tengah jalan. Ramadhan Sananta memilih bertahan bersama klubnya hingga akhir musim ini.
Kabar tersebut diungkap oleh akun fans base Persebaya Surabaya.
"Sang pemain lebih memilih fokus dengan timnya yang sekarang," tulis @mbahboyo.cuk.
“Di tengah krisis striker yang di alami Persebaya Surabaya usai laga melawan BUFC pekan kemarin, bajul ijo gagal menambah slot di lini depan setelah salah satu pemain incarannya memilih tetap mendampingi klub yang saat ini di belanya.”
Meski gagal pada paruh musim, peluang Persebaya Surabaya belum sepenuhnya tertutup. Justru, kesempatan mendatangkan Ramadhan Sananta pada awal musim depan dinilai jauh lebih terbuka.
Hal itu diperkuat dengan situasi kontraknya yang akan habis pada 30 Juni 2026. Artinya, Persebaya Surabaya berpeluang mendapatkan striker Timnas Indonesia tersebut secara gratis jika negosiasi berjalan lancar.
Rumor tersebut juga diperkuat oleh akun seputar transfer sepak bola Indonesia.
"RUMOR Persebaya Surabaya, kabarnya tertarik untuk mendatangkan striker lokal Indonesia, Ramadhan Sananta (23) foot," tulis @transfernews__ft.
Baca Juga: 7 Alasan Psikologi Orang yang Makan Banyak Ketika Merasa Stres, Apa Saja?
“Ramadhan Sananta saat ini bermain untuk DPMM FC Malaysia (1tier), dan telah mencatatkan 2 Gol 1 Assist dalam 15 Pertandingan.”
“Namun tetapi, Ada 2 kemungkinan Sananta bergabung dengan Persebaya, Ntah pada paruh musim Super League Indonesia 2025/26, atau Musim Baru Super League Indonesia 2026/27.”
“Dengan demikian kontrak Sananta bersama DPMM FC akan berakhir pada 30 Juni 2026. MENARIK UNTUK DITUNGGU!”
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Tak Korbankan Kepentingan Nasional dalam Kesepakatan Dagang RI-AS
Jika melihat situasi tersebut, Persebaya Surabaya jelas punya keuntungan besar. Apalagi, hubungan historis antara Ramadhan Sananta dan Bernardo Tavares bisa menjadi faktor kunci dalam proses pendekatan.
Victor Dethan
Nama kedua yang tak kalah menarik adalah Victor Dethan, winger lincah milik PSM Makassar. Pemain muda ini dikenal sebagai salah satu anak emas Bernardo Tavares saat masih menukangi Juku Eja.
Victor Dethan mulai dikenal sejak diberikan kesempatan debut di usia muda. Momen itu terjadi saat PSM Makassar menghadapi Bali United pada 29 Juli 2022 di Stadion Gelora BJ Habibie.
Kini, situasinya berubah dan masa depannya mulai dipertanyakan. Kontraknya bersama PSM Makassar akan berakhir pada 31 Mei 2026 mendatang.
Rumor kepindahannya ke Persebaya Surabaya pun mulai mencuat ke permukaan. Kabar itu diungkap oleh akun fans base PSM Makassar.
"VICTOR DETHAN IKUT TAVARES," tulis @highlight_psm.
“Santer dikabarkan Victor Dethan akan merapat ke Persebaya Surabaya musim depan, mengingat Dethan adalah pemain andalan Bernardo Tavares saat menukangi PSM Makassar.”
Dari sisi peluang, transfer ini tergolong realistis. Victor Dethan bisa didapatkan tanpa biaya transfer jika tidak memperpanjang kontraknya bersama PSM Makassar.
Baca Juga: Cari Kuliner Street Food Legendaris di Malang? Ini Deretan Tempat yang Bisa Dikunjungi
Situasi tersebut tentu menjadi kesempatan emas bagi Persebaya Surabaya. Apalagi, Green Force memang membutuhkan tambahan amunisi di sektor sayap untuk meningkatkan daya serang.
Jika dua pemain ini benar-benar merapat, komposisi skuad Persebaya Surabaya akan mengalami perubahan signifikan. Sentuhan Bernardo Tavares akan semakin terasa dengan hadirnya pemain-pemain yang sudah memahami filosofinya.
Kondisi ini juga memunculkan spekulasi menarik di kalangan Bonek dan Bonita. Persebaya Surabaya dinilai tengah membangun “mini PSM Makassar” di Surabaya dengan nuansa Timnas Indonesia.
Kini, semua kembali pada negosiasi dan keputusan akhir para pemain. Namun satu hal pasti, pergerakan Persebaya Surabaya di bursa transfer musim ini patut dinantikan dengan penuh rasa penasaran.