← Beranda
Bikin Geger Sepak Bola Belanda! Kontroversi Paspor Pemain Timnas Indonesia Diprediksi Jadi Bom Waktu Eredivisie
Moch. Rizky Pratama Putra• Minggu, 22 Maret 2026 | 14.15 WIB
Polemik paspor pemain Timnas Indonesia memicu kontroversi besar di sepak bola Belanda. (Go Ahead Eagles)

 

JawaPos.com — Timnas Indonesia mendadak jadi sorotan panas di Eropa setelah terseret polemik besar yang mengguncang sepak bola Belanda. Media setempat dibuat tak habis pikir karena dampaknya dinilai bisa mengancam integritas kompetisi Eredivisie.

Nama Timnas Indonesia muncul dalam pusaran isu yang awalnya terlihat sederhana, tetapi kini berkembang jadi persoalan serius.

Kasus ini tak hanya menyentuh satu pemain, melainkan membuka celah besar dalam sistem regulasi kewarganegaraan di Belanda.

Baca Juga: Kontroversial! Paspor Bintang Timnas Indonesia Dean James Dipersoalkan, Kemenangan Telak 6-0 Terancam Diulang

Laporan dari Voetbalprimeur menyebut persoalan ini tidak hanya melibatkan pemain Indonesia. Sejumlah pemain dari negara lain seperti Suriname hingga Tanjung Verde juga ikut terseret dalam perdebatan yang makin meluas.

Akar masalah berasal dari aturan kewarganegaraan Belanda yang cukup ketat.

Secara hukum, pemain bisa kehilangan status warga negara Belanda ketika mengambil kewarganegaraan lain, kecuali dalam kondisi khusus seperti yang berlaku untuk wilayah seperti Curaçao, Aruba, dan Maroko.

Baca Juga: Jay Idzes dan Emil Audero Menggila di Liga Italia! Sinyal Kuat untuk Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Namun praktik di lapangan justru bertolak belakang dengan aturan tersebut. Banyak pemain yang tetap menggunakan paspor Belanda meski telah resmi dinaturalisasi oleh negara lain.

Situasi ini terjadi karena tidak adanya penarikan paspor secara aktif dari otoritas terkait. Ditambah lagi, koordinasi antarnegara yang lemah membuat celah ini terus terjadi tanpa pengawasan ketat.

Media Belanda pun mulai mempertanyakan bagaimana kondisi ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun tanpa tindakan tegas. Mereka menilai ada kelalaian sistemik yang selama ini dibiarkan begitu saja.

Kisruh ini mulai meledak setelah protes resmi dari NAC Breda. Klub tersebut merasa dirugikan usai kalah telak 0-6 dari Go Ahead Eagles dalam lanjutan Eredivisie.

Fokus protes mereka tertuju pada Dean James yang dianggap tidak memenuhi syarat bermain. Mereka menilai status kewarganegaraan sang pemain sudah berubah setelah menjadi bagian dari Timnas Indonesia.

Isu ini langsung memantik perhatian luas dari media besar Belanda. De Telegraaf bahkan menyebut kasus ini bukan sekadar kesalahan administratif biasa.

Baca Juga: Bikin Kaget! Kontribusi Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta di Timnas Indonesia FIFA Series 2026

Media tersebut menilai ada masalah besar dalam sistem yang selama ini tidak tersentuh. Jika dibiarkan, kasus serupa berpotensi terus berulang dan merusak kredibilitas kompetisi.

Sejumlah nama pemain lain pun ikut disorot dalam perdebatan ini. Mereka antara lain Justin Hubner di Fortuna Sittard dan Nathan Tjoe-A-On di Willem II.

Selain itu, ada pula pemain seperti Tim Geypens dan Miliano Jonathans yang ikut masuk radar pembahasan. Hal ini menunjukkan persoalan ini bukan kasus tunggal, melainkan fenomena yang cukup luas.

Baca Juga: Pengamat Kaget Kambuaya dan Egy Dicoret! Era Baru Timnas Indonesia Bersama John Herdman di FIFA Series 2026

Di tengah kekacauan tersebut, Ajax Amsterdam justru mendapat pujian. Klub raksasa Belanda itu dinilai paling siap menghadapi aturan yang ada sejak awal.

Ajax mengambil langkah tegas saat merekrut Maarten Paes. Mereka langsung memperlakukan sang pemain sebagai non-Uni Eropa dan memenuhi seluruh regulasi yang berlaku.

Mulai dari izin kerja hingga standar gaji minimum dipenuhi tanpa kompromi. Langkah ini membuat Ajax berada di posisi aman dari potensi pelanggaran administratif.

"Skandal paspor mungkin akan memengaruhi lebih banyak negara: 'Ajax bertindak tegas dan segera'," tulis media Belanda, Voetbalprimeur, dalam laporannya.

"Ajax menangani penunjukan pemain internasional Indonesia, Maarten Paes, dengan benar," lanjut media tersebut.

Langkah Ajax kini mulai dilirik sebagai solusi bagi klub lain. Namun, pendekatan ini tidak mudah diterapkan karena membawa konsekuensi finansial yang besar.

Klub harus siap membayar gaji minimum tinggi untuk pemain non-Uni Eropa sesuai regulasi yang berlaku. Hal ini tentu menjadi beban tambahan yang tidak semua klub mampu tanggung.

Situasi ini membuat banyak klub berada dalam dilema besar. Di satu sisi mereka ingin patuh aturan, tetapi di sisi lain harus menghadapi risiko finansial yang tidak kecil.

Baca Juga: Kapten Persija Jakarta Rizky Ridho Rayakan Idul Fitri bersama Istri dan Calon Buah Hati

Media Belanda menilai kondisi ini bisa menjadi bom waktu bagi Eredivisie. Jika tidak segera diselesaikan, gelombang protes dari klub-klub lain bisa terus bermunculan.

Bahkan bukan tidak mungkin hasil pertandingan yang sudah berjalan akan dipersoalkan kembali. Hal ini tentu bisa merusak stabilitas kompetisi secara keseluruhan.

Kasus ini juga memberi dampak tidak langsung bagi citra Timnas Indonesia di kancah internasional. Nama Indonesia kini ikut disebut dalam perdebatan besar yang menyangkut regulasi sepak bola Eropa.

Baca Juga: Pukul 23.30 WIB Tadi Malam: Banjir di Depok Belum Surut, Mobil Avanza Hanyut

Di sisi lain, polemik ini membuka mata banyak pihak tentang pentingnya sinkronisasi aturan antarnegara. Tanpa koordinasi yang jelas, kasus serupa akan terus berulang di masa depan.

Kini, semua mata tertuju pada federasi dan otoritas terkait di Belanda. Keputusan yang mereka ambil dalam waktu dekat akan menentukan arah penyelesaian krisis ini.

Jika lambat ditangani, bukan tidak mungkin Eredivisie akan menghadapi krisis kepercayaan. Dan skandal paspor ini bisa menjadi salah satu titik paling kontroversial dalam sejarah sepak bola Belanda.

EDITOR: Banu Adikara