JawaPos.com — Sorotan tajam mengarah ke bek Timnas Indonesia, Dean James, setelah status paspornya dipermasalahkan di Liga Belanda. Situasi ini bahkan memicu permintaan resmi dari NAC Breda untuk mengulang pertandingan kontra Go Ahead Eagles.
Kontroversi tersebut mencuat usai hasil mencolok dalam lanjutan Eredivisie 2025-2026. NAC Breda harus menelan kekalahan telak 0-6 saat bertandang ke markas Go Ahead Eagles di De Adelaarshorst, Deventer, Minggu 15 Maret 2026.
Alih-alih sekadar mengevaluasi performa tim, NAC Breda justru mengambil langkah tak biasa. Klub tersebut melayangkan protes resmi kepada KNVB dengan tuntutan agar pertandingan diulang.
Baca Juga: Kapten Persija Jakarta Rizky Ridho Rayakan Idul Fitri bersama Istri dan Calon Buah Hati
Pemicunya bukan soal taktik atau keputusan wasit di lapangan. NAC Breda menuding adanya pelanggaran administratif terkait salah satu pemain lawan yang dianggap tidak memenuhi syarat bermain.
Fokus tudingan mengarah kepada Dean James, pemain berposisi bek sayap yang kini memperkuat Timnas Indonesia.
Status kewarganegaraannya menjadi pusat perdebatan setelah diketahui berganti dari Belanda ke Indonesia pada 2025.
Langkah naturalisasi tersebut ternyata berbuntut panjang.
NAC Breda mencurigai perubahan kewarganegaraan itu berdampak pada keabsahan dokumen yang digunakan Dean James saat bermain di kompetisi domestik Belanda.
“Ini sebagai tanggapan atas indikasi yang diterima bahwa seorang pemain yang bermain untuk Go Ahead Eagles, menurut hukum Belanda, tidak diizinkan untuk melakukan pekerjaan di Belanda dan oleh karena itu tidak memenuhi syarat untuk bermain. Segera setelah KNVB mengambil keputusan, NAC akan memberikan informasi terbaru mengenai hal ini,” tulis pernyataan NAC Breda.
Pernyataan tersebut mempertegas isu ini bukan sekadar spekulasi. NAC Breda mengklaim telah mengantongi indikasi kuat terkait dugaan pelanggaran izin kerja pemain yang dimaksud.
Tak hanya itu, media Belanda BN/DE Stem ikut mengangkat isu ini ke permukaan. Mereka bahkan menyoroti secara spesifik validitas paspor yang dimiliki Dean James setelah proses naturalisasi.
“Pertanyaan sekarang adalah apakah paspor Belanda-nya masih berlaku setelah naturalisasi. NAC telah berkonsultasi dengan tiga pengacara selama beberapa hari terakhir dan meyakini bahwa paspor tersebut tidak berlaku. Bek berusia 25 tahun itu mungkin tidak memiliki izin kerja dan, dalam hal itu, sudah lama tidak memenuhi syarat untuk bermain. Karena NAC mengajukan protes tepat waktu, kasus ini dapat ditinjau kembali,” tulis media tersebut.
Baca Juga: Bikin Kaget! Kontribusi Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta di Timnas Indonesia FIFA Series 2026
Jika klaim tersebut terbukti benar, implikasinya sangat besar. Tidak hanya hasil pertandingan yang bisa dibatalkan, tetapi juga berpotensi berdampak pada status pemain di kompetisi.
Di sisi lain, Go Ahead Eagles tidak tinggal diam menghadapi tudingan tersebut. Pihak klub melalui direktur mereka, Jan Willem Van Dop, memberikan klarifikasi tegas.
“Itu terserah pengacara dan KNVB. Yang saya tahu adalah bahwa pada saat kami menandatangani kontrak dengan Dean James, dia memiliki paspor Belanda yang sah. Kontrak tersebut disimpulkan berdasarkan hal itu,” tegas Van Dop.
Pernyataan itu menunjukkan keyakinan klub terhadap legalitas status Dean James. Mereka menegaskan seluruh proses perekrutan dilakukan berdasarkan dokumen resmi yang berlaku saat itu.
Kini, semua mata tertuju pada KNVB sebagai otoritas tertinggi sepak bola Belanda. Keputusan federasi akan menjadi penentu apakah laga tersebut sah atau harus diulang.
Kasus ini juga menjadi perhatian publik Indonesia. Apalagi Dean James merupakan bagian dari skuad Timnas Indonesia yang tengah bersiap menghadapi agenda internasional.
Situasi ini tentu bisa memengaruhi psikologis pemain. Di tengah persiapan membela negara, ia harus menghadapi polemik administratif yang belum tentu sepenuhnya berada dalam kendalinya.
Lebih jauh, kasus ini membuka diskusi soal kompleksitas aturan kewarganegaraan dan izin kerja dalam sepak bola modern. Perpindahan status pemain lintas negara memang kerap menyisakan celah administratif yang bisa diperdebatkan.
Bagi NAC Breda, ini bukan sekadar protes biasa. Mereka berusaha mencari keadilan atas kekalahan telak yang dialami, meski jalur yang ditempuh bersifat administratif.
Sebaliknya, bagi Go Ahead Eagles, kemenangan besar itu kini berada di bawah bayang-bayang ketidakpastian. Hasil gemilang di lapangan bisa saja berubah drastis tergantung keputusan akhir federasi.
Baca Juga: Pukul 23.30 WIB Tadi Malam: Banjir di Depok Belum Surut, Mobil Avanza Hanyut
Kasus ini pun berpotensi menjadi preseden penting di Liga Belanda. Jika permintaan dikabulkan, bukan tidak mungkin klub lain akan lebih agresif memeriksa status pemain lawan di masa depan.
Yang jelas, drama di luar lapangan ini sama panasnya dengan persaingan di dalam lapangan. Publik kini menunggu, apakah skor 0-6 akan tetap tercatat atau justru dihapus dari sejarah.