← Beranda
Jakmania Kangen Thomas Doll! Mauricio Souza Dikritik Habis, Kursi Pelatih Persija Jakarta Mulai Panas?
Moch. Rizky Pratama Putra• Kamis, 19 Maret 2026 | 17.41 WIB
Suasana pertandingan Super League di stadion dipadati suporter yang memberikan dukungan penuh kepada tim kebanggaan mereka. (Persija)

 

JawaPos.com — Persija Jakarta memasuki masa jeda Lebaran 2026 dengan suasana yang tak sepenuhnya tenang. Di balik keputusan meliburkan tim, muncul gelombang desakan dari suporter yang merindukan sosok Thomas Doll.

Keputusan meliburkan skuad diumumkan melalui akun resmi Persija Jakarta pada Rabu, 18 Maret 2026. Dalam unggahan tersebut, terlihat para pemain seperti Rizky Ridho sedang melakukan briefing di ruang ganti stadion.

Pelatih Mauricio Souza menyampaikan alasan di balik kebijakan tersebut dengan nada penuh penghormatan. Ia menegaskan pentingnya memberi waktu bagi pemain muslim merayakan Idul Fitri bersama keluarga.

Baca Juga: Puncaki Klasemen Super League, Bojan Hodak Hadiahi Pemain Persib Bandung Libur Panjang

"Sekarang kami akan memiliki waktu libur selama satu minggu karena banyak pemain akan kembali ke kota asal mereka untuk merayakan hari raya bersama keluarga. Kami menghormati Ramadan dan momen Idulfitri,” ujar Mauricio Souza.

Setelah libur usai, Persija Jakarta dijadwalkan kembali menjalani latihan intensif. Skuad Macan Kemayoran akan berkumpul dua pekan sebelum laga penting menghadapi Bhayangkara FC.

"Skuad Macan Kemayoran direncanakan kembali berlatih di Persija Training Ground dua pekan sebelum bersua Bhayangkara FC. Dalam momen itulah Rizky Ridho dan kawan-kawan akan menjalani latihan intensif untuk mempertajam fokus, memanaskan tubuh, serta menyempurnakan strategi," tulis Persija Jakarta.

Baca Juga: Staf Timnas Indonesia Makin Lengkap Jelang FIFA Series 2026! John Herdman Dikabarkan Bajak Van Rensburg

Namun alih-alih mendapat respons positif, unggahan tersebut justru dibanjiri komentar tajam dari The Jakmania. Suporter garis keras Persija Jakarta terang-terangan menyuarakan kerinduan pada Thomas Doll.

Komentar seperti “Comeback Thomas Doll plis” hingga “Bring back Thomas Doll” memenuhi kolom balasan. Bahkan ada yang mengutip pernyataan lama sang pelatih asal Jerman sebagai bentuk harapan akan reuni.

Fenomena ini tak lepas dari performa Persija Jakarta yang dinilai belum konsisten. Sejumlah hasil minor membuat kesabaran suporter mulai menipis dan mencari sosok yang dianggap lebih mampu mengangkat tim.

Mauricio Souza pun menjadi sasaran utama kritik. Banyak Jakmania menilai pelatih asal Brasil itu belum mampu memberikan dampak signifikan bagi performa tim.

Tak sedikit yang menganggap Mauricio sebagai pihak paling bertanggung jawab atas rentetan hasil buruk. Situasi ini membuat posisinya di kursi pelatih mulai terasa goyah.

Nama Thomas Doll kembali mencuat karena rekam jejaknya yang cukup impresif bersama Persija Jakarta. Dalam dua musim, ia mampu memberikan stabilitas permainan dan hasil yang kompetitif.

Baca Juga: Bandara Juanda Bikin Pemudik Betah! Dari Tiket Murah hingga Kapsul Tidur, Nunggu Pesawat Jadi Serasa Liburan

Pada musim 2022/2023, Thomas Doll mencatatkan 19 kemenangan dari 33 pertandingan. Persija Jakarta juga mencetak 45 gol dan hanya kebobolan 27 gol dengan total 63 poin.

Musim berikutnya memang mengalami penurunan performa. Namun raihan 47 poin dengan 12 kemenangan tetap dianggap lebih meyakinkan dibanding kondisi saat ini.

Selain statistik, karakter kepemimpinan Thomas Doll juga menjadi nilai tambah. Ia dikenal tegas, disiplin, dan memiliki pendekatan taktik yang jelas.

Baca Juga: Peluang Semen Padang Selamat dari Degradasi! 6 Tim Super League Saling Sikut Hingga Pekan Terakhir

Profil Thomas Doll semakin memperkuat alasan kerinduan Jakmania. Pelatih kelahiran Malchin, Jerman Timur itu mengantongi lisensi Pro UEFA dengan formasi favorit 3-4-2-1.

Pengalamannya di Eropa membuatnya dinilai punya standar tinggi dalam membangun tim. Hal inilah yang membuat sebagian suporter merasa Persija Jakarta kehilangan identitas sejak kepergiannya.

Di sisi lain, Mauricio Souza sebenarnya belum sepenuhnya gagal. Ia masih memiliki waktu untuk membuktikan kapasitasnya setelah jeda kompetisi.

Momen setelah Lebaran bisa menjadi titik balik bagi Persija Jakarta. Program latihan intensif yang dirancang akan menjadi ujian nyata bagi Mauricio Souza.

Jika mampu memperbaiki performa tim, tekanan dari suporter bisa mereda. Namun jika hasil buruk kembali terjadi, desakan pemecatan bisa semakin tak terbendung.

Manajemen Persija Jakarta kini berada dalam posisi dilematis. Mereka harus menyeimbangkan antara stabilitas tim dan tuntutan besar dari suporter.

Mengganti pelatih di tengah musim bukan keputusan mudah. Namun tekanan publik sering kali menjadi faktor penentu dalam dinamika sepak bola modern.

Baca Juga: Tim Inggris Tumbang Berjamaah! Trio Raksasa Spanyol Menggila Lolos ke 8 Besar Liga Champions 2025/2026

Menarik dinantikan bagaimana langkah Persija Jakarta ke depan. Apakah tetap mempertahankan Mauricio Souza atau justru membuka pintu untuk kembalinya Thomas Doll.

Satu yang pasti, suara Jakmania tak bisa dianggap remeh. Ketika dukungan berubah menjadi tekanan, arah kebijakan klub bisa ikut berubah.

EDITOR: Banu Adikara