← Beranda
Dibongkar Bernardo Tavares! Libur Lebaran Persebaya Surabaya Tak Bisa Santai, Pemain Fokus Jaga Kondisi
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 18 Maret 2026 | 16.28 WIB
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares siap kejutkan Borneo FC di Samarinda. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Jeda kompetisi jadi momen krusial bagi Persebaya Surabaya untuk berbenah. Pelatih Bernardo Tavares memastikan libur Lebaran 2026 bukan alasan untuk melepas disiplin para pemainnya.

Sekitar dua pekan tanpa pertandingan di Super League 2025/2026 dimanfaatkan secara maksimal oleh tim pelatih.

Fokus utama bukan hanya pemulihan fisik, tapi juga mengembalikan mental bertanding setelah jadwal padat.

Baca Juga: Bernardo Tavares Akhirnya Jujur! Persebaya Surabaya Cetak Rekor Kekalahan Terbesar di Era Super League

Tavares memahami betul, kelelahan tidak hanya dirasakan tubuh pemain tetapi juga pikiran mereka. Karena itu, masa jeda ini dirancang sebagai kombinasi antara recovery dan persiapan ulang menuju fase krusial musim.

“Selama masa rehat ini, para pemain tetap menjalani program yang sudah kami siapkan. Kami membagi mereka ke dalam beberapa kelompok, dan setiap kelompok dipantau oleh anggota staf teknis yang bertanggung jawab mengawasi program tersebut,” kata Tavares.

Program tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan dirancang detail sesuai kebutuhan tim. Setiap kelompok memiliki pengawasan khusus agar intensitas latihan tetap terjaga meski tidak dalam sesi tim penuh.

Baca Juga: Resmi! Frans Putros Tinggalkan Persib Bandung Demi Misi Besar Irak ke Piala Dunia 2026

Langkah ini menunjukkan keseriusan Green Force dalam menjaga konsistensi performa. Apalagi, kompetisi musim ini berjalan ketat dan tidak memberi ruang bagi tim yang lengah sedikit pun.

Tak hanya latihan kelompok, setiap pemain juga dibekali program individu. Ini menjadi kunci agar kondisi fisik tetap optimal meski para pemain menjalani libur Lebaran bersama keluarga.

“Setiap pemain juga mendapatkan program latihan individu yang harus dijalankan selama masa jeda ini. Tujuan kami jelas, agar mereka tetap bekerja dengan baik selama rehat dan bisa kembali dalam kondisi yang lebih kuat ketika tim kembali berkumpul,” jelasnya.

Program individu ini biasanya menyesuaikan kebutuhan masing-masing pemain. Mulai dari peningkatan stamina, kekuatan otot, hingga menjaga fleksibilitas tubuh agar terhindar dari cedera.

Dengan metode ini, tidak ada pemain yang benar-benar “libur total”. Semua tetap berada dalam kontrol tim pelatih, meski tidak berada di lapangan latihan secara bersamaan.

Pendekatan disiplin seperti ini menjadi ciri khas Tavares sejak menangani Persebaya Surabaya. Ia dikenal detail dan menuntut profesionalisme tinggi dari setiap pemain.

Hal ini juga menjadi jawaban atas tantangan jadwal padat yang menanti usai jeda. Persebaya Surabaya akan langsung dihadapkan pada rangkaian pertandingan berat sepanjang April 2026.

Baca Juga: Van Gastel Ingatkan Pemain PSIM Yogyakarta Jaga Kondisi

Ketika tim kembali berkumpul, tidak ada waktu untuk adaptasi panjang. Para pemain dituntut langsung berada dalam kondisi siap tempur.

“Karena itu, pada hari pertama latihan nanti kami akan kembali melakukan pengecekan kondisi mereka, dan saya berharap semuanya datang dalam keadaan siap,” pungkasnya.

Pengecekan kondisi ini menjadi indikator keberhasilan program selama jeda. Jika pemain kembali dalam kondisi prima, maka strategi yang disusun bisa langsung dijalankan tanpa hambatan berarti.

Baca Juga: Kontroversi Piala Afrika 2026: Maroko Jadi Juara Setelah Kemenangan Senegal Dibatalkan!

Sebaliknya, jika ada pemain yang tidak disiplin, mereka berisiko tertinggal dari rekan setimnya. Situasi ini tentu bisa berdampak pada peluang tampil di pertandingan resmi.

Menariknya, ujian sesungguhnya bagi Persebaya Surabaya langsung datang di awal April. Mereka akan menjamu Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo.

Laga tersebut menjadi momentum kebangkitan Green Force di hadapan pendukung sendiri. Tiga poin jadi target mutlak untuk mengembalikan kepercayaan diri tim.

Setelah itu, tantangan lebih berat menanti saat menghadapi Persija Jakarta di Jakarta International Stadium. Duel ini selalu sarat gengsi dan tekanan tinggi.

Tidak berhenti di situ, Persebaya Surabaya juga akan menghadapi Madura United dalam laga yang dipastikan berlangsung panas. Derby Jawa Timur ini kerap menghadirkan tensi tinggi di lapangan.

Perjalanan tandang ke markas Malut United FC juga tak bisa dianggap enteng. Bermain di Ternate menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dari sisi perjalanan dan adaptasi.

Puncaknya, Persebaya Surabaya akan bertemu rival klasik Arema FC di Stadion Kanjuruhan. Laga ini selalu menyedot perhatian besar dan menguras emosi kedua tim.

Baca Juga: Arsenal Pecundangi Bayer Leverkusen 2-0, Mikel Arteta Puji Performa Eberechi Eze

Dengan jadwal sepadat itu, keputusan Tavares menjaga pemain tetap aktif selama libur menjadi sangat masuk akal. Tanpa persiapan matang, sulit bagi tim untuk tampil konsisten di setiap pertandingan.

Kini, semua bergantung pada kedisiplinan para pemain menjalankan program yang telah disiapkan. Libur Lebaran bukan sekadar waktu istirahat, tetapi juga ujian profesionalisme bagi skuad Green Force.

Jika mampu melewati fase ini dengan baik, Persebaya Surabaya berpeluang tampil lebih solid saat kompetisi kembali bergulir. Sebaliknya, kelengahan sekecil apa pun bisa berujung pada hasil yang mengecewakan.

EDITOR: Banu Adikara