JawaPos.com — Persija Jakarta sedang berada dalam situasi yang tidak ideal usai gagal meraih kemenangan dalam dua laga kandang terakhir di Super League 2025/2026. Hasil imbang melawan Borneo FC dan Dewa United membuat tekanan terhadap tim ibu kota semakin besar.
Di tengah keterpurukan tersebut, ada secercah harapan dari deretan pemain mahal yang dimiliki Persija Jakarta di era Mauricio Souza.
Lima nama ini bukan hanya punya nilai pasar tinggi, tetapi juga kualitas yang bisa jadi pembeda di sisa musim.
Rizky Ridho
Nama pertama adalah Rizky Ridho yang menjadi pemain termahal dalam daftar ini dengan nilai mencapai Rp 11,30 miliar.
Bek tengah andalan ini dikenal memiliki ketenangan, kemampuan membaca permainan, dan jiwa kepemimpinan yang kuat di lini belakang.
Jordi Amat
Di posisi kedua ada Jordi Amat dengan nilai Rp 10,43 miliar yang membawa pengalaman internasional ke dalam skuad Persija Jakarta.
Kombinasi Ridho dan Amat sejatinya bisa menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus lawan jika berada dalam performa terbaik.
Jean Mota
Lini tengah diisi oleh Jean Mota yang memiliki nilai Rp 8,69 miliar dan dikenal sebagai motor permainan tim.
Kreativitas serta visi bermainnya sangat dibutuhkan untuk membongkar pertahanan lawan yang kerap tampil disiplin saat menghadapi Persija Jakarta.
Maxwell
Pada sektor sayap kiri, Maxwell juga memiliki nilai Rp 8,69 miliar dan sempat menunjukkan kontribusi penting lewat golnya ke gawang Dewa United.
Kecepatan dan kemampuan individunya menjadi senjata berbahaya yang belum sepenuhnya dimaksimalkan.
Allano
Sementara itu di sisi kanan, Allano melengkapi daftar dengan nilai Rp 6,95 miliar. Pemain asal Brasil ini punya karakter menyerang yang agresif dan mampu memberikan variasi serangan dari sisi lapangan.
Baca Juga: Emaxwell Souza Nyalakan Api Jakmania: Penalti Gagal, Tapi Mimpi Persija Jakarta Belum Tamat!
Namun, mahalnya nilai pasar kelima pemain ini belum sepenuhnya berbanding lurus dengan hasil di lapangan. Persija Jakarta masih kesulitan mengamankan kemenangan, bahkan saat bermain di kandang sendiri.
Mauricio Souza tidak menutup mata terhadap situasi tersebut dan mengakui kekecewaan yang dirasakan semua pihak.
“Tentu saja para suporter berhak untuk kecewa. Apa yang mereka rasakan, kami juga merasakannya. Namun saya tidak melihat kurangnya usaha di lapangan. Tidak ada tim yang datang bermain melawan kami yang benar-benar lebih baik dari kami. Hari ini kami lebih baik dari Dewa United,” ucap Mauricio.
Dalam laga terakhir di Jakarta International Stadium, Persija Jakarta sebenarnya sempat unggul lebih dulu lewat gol Maxwell Souza di masa injury time babak pertama.
Baca Juga: Jan Olde Puas Kebangkitan Dewa United setelah Imbang Lawan Persija
Namun keunggulan itu tidak mampu dipertahankan setelah Alexis Messidoro mencetak gol penyeimbang di babak kedua.
Hasil imbang 1-1 tersebut memperpanjang tren kurang memuaskan dan memicu reaksi keras dari suporter di media sosial. Banyak yang mulai meragukan konsistensi dan mentalitas tim dalam mengamankan poin penuh.
Mauricio Souza mencoba tetap fokus dan tidak terpengaruh oleh komentar di luar lapangan.
“Jangan hanya mempertimbangkan apa yang dikatakan di media sosial, karena saya fokus pada hal-hal yang bisa saya kendalikan. Saya menganalisis performa, bukan hanya hasil,” ujarnya.
Ia juga mengakui kualitas pertandingan yang tidak maksimal akibat kondisi lapangan.
“Pertandingan ini memang tidak indah. Semua orang tahu itu, dan saya juga setuju. Tetapi di lapangan yang buruk, permainan juga menjadi buruk,” katanya menambahkan.
Meski demikian, pelatih asal Brasil itu memastikan timnya tidak akan menyerah begitu saja dalam sisa kompetisi.
Baca Juga: Souza Yakin Persija Tetap Kompetitif meski Hasil Kurang Memuaskan
Ia menegaskan Persija Jakarta akan bertransformasi dan berjuang habis-habisan untuk kembali ke jalur kemenangan.
“Kami merasakan kekecewaan para suporter, dan itu juga menjadi kekecewaan kami. Kami bekerja setiap hari, di bawah terik matahari maupun hujan. Saya pulang pukul 01.00 pagi demi memikirkan bagaimana memberikan kegembiraan untuk kita semua. Kami akan berjuang sampai akhir,” tuturnya.
Baca Juga: Mauricio Souza Salahkan Kondisi Lapangan JIS usai Persija Ditahan Imbang Dewa
Laga melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-26 akan menjadi momen krusial bagi Persija Jakarta untuk bangkit.
Di sinilah peran lima pemain termahal tersebut benar-benar diuji untuk membuktikan kualitas mereka.
Jika mampu tampil maksimal, bukan tidak mungkin mereka menjadi kunci kebangkitan Persija Jakarta di fase akhir musim.
Tekanan besar justru bisa menjadi bahan bakar untuk menunjukkan mereka layak menyandang status sebagai pemain dengan nilai tinggi.
Kini semua mata tertuju pada bagaimana Mauricio Souza meramu strategi dan mengoptimalkan potensi skuadnya.
Persija Jakarta butuh lebih dari sekadar permainan bagus, mereka butuh kemenangan untuk mengembalikan kepercayaan suporter.