JawaPos.com — Persib bermain imbang 1-1 dengan Borneo FC pada laga tunda pekan ke-21 Super League 2025/26 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu 15 Maret 2026. Hasil ini tetap menjaga posisi Persib Bandung di puncak klasemen dengan keunggulan poin yang masih aman.
Sempat unggul lewat gol cepat Adam Alis pada menit ke-14, Persib Bandung harus rela berbagi angka usai penalti Mariano Peralta di menit ke-83. Meski gagal menang, performa tim tetap menunjukkan konsistensi permainan yang solid.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak menilai hasil imbang ini bukan sesuatu yang buruk bagi timnya. Terlebih, selisih poin di papan atas masih terjaga sehingga peluang juara tetap terbuka lebar.
Baca Juga: Persib Bandung Makin Mendunia! Kolaborasi Brand Inggris Weekend Offender, Bikin Bobotoh Naik Level
Dalam konferensi pers usai laga, Hodak mengungkapkan timnya tampil dominan terutama di babak pertama. Ia melihat organisasi permainan berjalan efektif dan mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
"Saya pikir kami memiliki peluang yang lebih baik di babak pertama, mereka (Borneo FC) tidak memiliki banyak peluang," kata Hodak.
Pernyataan itu menegaskan Persib Bandung sebenarnya tampil lebih meyakinkan sebelum tekanan datang di babak kedua.
Memasuki paruh kedua, situasi berubah setelah tuan rumah mendapatkan banyak peluang dari bola mati. Hal ini membuat intensitas serangan Borneo FC meningkat dan akhirnya berbuah gol penyama kedudukan.
Meski demikian, Hodak tetap melihat sisi positif dari tambahan satu poin ini. Ia menyebut hasil tersebut menjaga persaingan tetap menarik hingga akhir musim.
"Secara keseluruhan saya pikir ini hasil yang bagus karena kami tidak kalah. Selisih poin masih terjaga dan liga akan tetap menarik hingga akhir musim," kata pelatih asal Kroasia tersebut.
Di balik performa stabil Persib Bandung, ada satu faktor penting yang kerap luput dari perhatian. Tim ini memiliki sejumlah pemain dengan insting menembak tinggi yang terus mengancam gawang lawan.
Regu Tembak
Data statistik menunjukkan ada lima pemain yang menjadi sniper utama di era Bojan Hodak. Mereka bukan hanya rajin melepaskan tembakan, tetapi juga konsisten menciptakan peluang berbahaya.
Nama pertama adalah Uilliam Barros Pereira yang mencatat rata-rata 2,0 tembakan per pertandingan. Sebagai seorang penyerang, kontribusinya sangat vital dalam membuka ruang dan menekan lini pertahanan lawan.
Baca Juga: Bojan Hodak Berani Garansi! Persib Bandung Jaga Asa Juara, Liga Dipastikan Panas Sampai Akhir Musim
Di posisi kedua ada Thom Haye yang beroperasi sebagai gelandang namun memiliki naluri menyerang tinggi. Rata-rata 1,9 tembakan per laga menunjukkan perannya sebagai motor serangan yang aktif.
Ramon de Andrade Souza menempati posisi ketiga dengan 1,7 tembakan per pertandingan. Pergerakannya di lini depan sering kali menjadi ancaman serius bagi pertahanan lawan.
Selanjutnya ada Rosembergne Berguinho yang mencatat rata-rata 1,4 tembakan per laga. Meski berposisi sebagai gelandang, kontribusinya dalam membangun serangan sangat signifikan.
Baca Juga: Persib Bandung Liburkan Skuadnya Selama Sepekan
Nama terakhir adalah Andrew Jung yang juga mencatat 1,4 tembakan per pertandingan. Kehadirannya memberikan variasi serangan sekaligus opsi finishing yang berbahaya.
Akurasi Berbahaya
Jika melihat akurasi, Andrew Jung justru menjadi yang paling unggul dalam kategori tembakan tepat sasaran. Ia mencatat rata-rata 1,0 shots on target per pertandingan yang menunjukkan efektivitas tinggi.
Ramon de Andrade Souza dan Thom Haye sama-sama mencatat 0,8 tembakan tepat sasaran per laga. Ini memperlihatkan keduanya tidak hanya aktif menembak, tetapi juga cukup akurat.
Rosembergne Berguinho juga mencatat angka serupa dengan 0,8 shots on target per pertandingan. Kontribusinya dari lini kedua menjadi salah satu senjata tambahan Persib Bandung.
Sementara itu, Uilliam Barros Pereira mencatat 0,7 tembakan tepat sasaran per laga. Meski sedikit di bawah yang lain, volumenya dalam melepaskan tembakan tetap menjadi ancaman konstan.
Kehadiran lima pemain ini menjadi bukti Persib Bandung tidak bergantung pada satu sosok saja dalam urusan mencetak gol. Variasi serangan membuat tim ini sulit ditebak dan lebih berbahaya.
Baca Juga: Standar Tinggi Marc Klok! Tak Puas Persib Bandung Ditahan Imbang, Janji Kembalikan Senyum Bobotoh
Kombinasi lini depan dan lini tengah yang produktif membuat Persib Bandung mampu mendominasi banyak pertandingan. Hal ini juga menjadi kunci konsistensi mereka di papan atas klasemen.
Dengan sisa kompetisi yang semakin menegangkan, peran para sniper ini akan semakin krusial. Ketajaman mereka bisa menjadi pembeda antara gelar juara atau sekadar finis di papan atas.
Bojan Hodak tentu berharap para pemainnya bisa menjaga konsistensi hingga akhir musim. Jika itu terjadi, peluang Persib Bandung untuk mengangkat trofi akan semakin terbuka lebar.