JawaPos.com — Keputusan mengejutkan diambil pelatih Bojan Hodak yang meliburkan skuad Persib Bandung selama sepekan. Momentum ini bukan sekadar jeda biasa, tetapi strategi penting menuju perburuan gelar juara Super League 2025/2026.
Libur ini diberikan bertepatan dengan momen Hari Raya Idulfitri 1447 H serta jeda kompetisi FIFA Series Maret. Para pemain mulai menikmati waktu istirahat usai menghadapi Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu 15 Maret 2026.
Keputusan tersebut langsung menarik perhatian publik karena datang di fase krusial musim. Namun, bagi Hodak, ini adalah langkah terukur untuk menjaga performa tim tetap stabil hingga akhir kompetisi.
Baca Juga: Bojan Hodak Berani Garansi! Persib Bandung Jaga Asa Juara, Liga Dipastikan Panas Sampai Akhir Musim
"Kami memberikan libur selama satu pekan karena liga sedang memasuki masa jeda dan pemain juga butuh rehat. Sebelumnya, meski ada jeda, tapi kami masih tetap bermain di AFC Champions League Two," kata Hodak.
Pelatih asal Kroasia itu memahami betul kondisi fisik anak asuhnya yang terus dipaksa bermain dengan intensitas tinggi. Jadwal padat yang melibatkan kompetisi domestik dan Asia membuat stamina pemain terkuras signifikan.
Ia menilai, kelelahan yang menumpuk bisa menjadi ancaman serius jika tidak segera diatasi. Karena itu, libur ini diharapkan menjadi titik balik kebugaran tim.
Baca Juga: Persib Bandung Liburkan Skuadnya Selama Sepekan
"Pemain saat ini merasa sangat kelelahan. Jadi mereka perlu waktu untuk libur, mengembalikan kondisi mental dan fisik. Sebentar melupakan sepakbola," tambahnya.
Tidak hanya fisik, aspek mental juga menjadi perhatian utama Hodak. Tekanan dalam perburuan gelar kerap membuat pemain kehilangan fokus jika tidak diberi ruang untuk menyegarkan pikiran.
Dengan libur ini, pemain diharapkan kembali dengan energi baru dan semangat yang lebih segar. Terlebih, fase akhir musim dikenal sebagai periode paling menentukan dalam perebutan gelar.
Skuad yang dihuni pemain-pemain kunci seperti Marc Klok dijadwalkan kembali berkumpul pada 25 Maret 2026. Setelah itu, tim akan langsung menggenjot persiapan menghadapi sisa pertandingan.
"Ketika nanti mereka kembali, mereka akan bersiap menghadapi periode akhir liga musim ini," pungkasnya.
Langkah Hodak ini bisa menjadi pembeda dibanding rival yang mungkin tetap memaksakan latihan. Strategi recovery sering kali menjadi faktor tersembunyi dalam keberhasilan sebuah tim.
Baca Juga: Standar Tinggi Marc Klok! Tak Puas Persib Bandung Ditahan Imbang, Janji Kembalikan Senyum Bobotoh
Apalagi, Persib Bandung masih memiliki sembilan pertandingan tersisa yang akan sangat menentukan posisi akhir klasemen. Setiap laga memiliki tingkat kesulitan berbeda, termasuk pertandingan tandang yang menuntut fisik prima.
Pada pekan ke-26, Persib Bandung akan menghadapi Semen Padang di laga tandang pada 5 April 2026. Laga ini bisa menjadi ujian awal setelah masa libur.
Selanjutnya, duel panas akan tersaji saat menjamu Bali United di kandang pada 12 April 2026. Pertandingan ini berpotensi menjadi penentu momentum kebangkitan.
Persib Bandung juga harus melakoni laga tandang melawan Dewa United pada 20 April 2026. Konsistensi performa akan sangat diuji dalam laga ini.
Di pekan ke-29, Persib Bandung akan menjamu Arema FC yang dikenal sebagai lawan tangguh. Dukungan suporter di kandang diharapkan menjadi faktor tambahan.
Setelah itu, tantangan berat datang saat menghadapi Bhayangkara FC di laga tandang. Jadwal padat menuntut rotasi pemain yang cermat.
Persib Bandung kemudian akan menjamu PSIM Yogyakarta pada 4 Mei 2026. Laga kandang ini menjadi peluang emas untuk mengamankan poin penuh.
Salah satu laga paling dinanti adalah duel klasik kontra Persija Jakarta pada 10 Mei 2026. Pertandingan ini selalu sarat gengsi dan tekanan tinggi.
Setelah itu, Persib Bandung harus bertandang ke markas PSM Makassar pada 17 Mei 2026. Laga ini diprediksi menjadi salah satu yang paling berat.
Terakhir, Persib Bandung akan menutup musim dengan menjamu Persijap Jepara pada 23 Mei 2026. Laga ini bisa menjadi penentu gelar jika persaingan berlangsung ketat.
Dengan jadwal sepadat ini, keputusan meliburkan pemain justru terlihat semakin masuk akal. Hodak tampaknya ingin memastikan timnya berada dalam kondisi terbaik saat memasuki garis finis.
Kini, pertanyaan besarnya adalah apakah strategi ini akan berhasil membawa Persib Bandung meraih gelar juara. Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan saat kompetisi kembali bergulir.