← Beranda
Persija Jakarta Kehilangan 4 Poin di Kandang! Fabio Calonego Akui Hutang Besar ke Jakmania yang Belum Terbayar
Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 17 Maret 2026 | 18.57 WIB
Ekspresi Fabio Calonego saat Persija Jakarta gagal mengamankan kemenangan di Jakarta International Stadium. (Persija)

 

JawaPos.com — Persija Jakarta kembali jadi sorotan setelah gagal memaksimalkan dua laga kandang terakhir. Empat poin melayang begitu saja, menyisakan kekecewaan mendalam bagi Jakmania yang memadati Jakarta International Stadium.

Hasil imbang 1-1 kontra Dewa United pada 15 Maret 2026 menjadi puncak frustrasi tersebut. Persija Jakarta sejatinya sempat unggul lebih dulu sebelum akhirnya kembali kehilangan momentum penting di hadapan publik sendiri.

Gol pembuka lahir dari sundulan tajam Emaxwell Souza pada menit 45+4’. Stadion sempat bergemuruh, memberi harapan kemenangan yang terasa sudah di depan mata.

Baca Juga: Diserbu Netizen, Mauricio Souza Tetap Tenang: Persija Jakarta Dibilang Lebih Baik Meski Gagal Menang!

Namun, situasi berubah cepat di babak kedua ketika Alexis Messidoro menyamakan kedudukan pada menit ke-55. Gol tersebut seperti memukul mental tim tuan rumah yang kesulitan mengembalikan ritme permainan.

Kesempatan emas sebenarnya hadir di penghujung laga melalui titik putih. Sayangnya, eksekusi penalti Maxwell gagal berbuah gol setelah ditepis kiper lawan, membuat Persija Jakarta harus puas dengan tambahan satu poin.

Gelandang Persija Jakarta, Fabio Calonego, tak menampik timnya tampil di bawah ekspektasi. Ia menilai kondisi lapangan memang menyulitkan, tetapi enggan menjadikannya alasan utama kegagalan.

Baca Juga: Emaxwell Souza Nyalakan Api Jakmania: Penalti Gagal, Tapi Mimpi Persija Jakarta Belum Tamat!

“Tentu saja kami tidak bisa hanya menjadikan kondisi lapangan sebagai alasan. Kami memiliki tim dengan kualitas yang sangat baik, tetapi memang sangat sulit bagi kami untuk memainkan permainan yang indah dengan umpan-umpan cepat di lapangan seperti ini,” ujar Fabio.

Menurutnya, masalah utama justru terletak pada inkonsistensi performa saat bermain di kandang. Dalam beberapa laga terakhir, Persija Jakarta tak mampu menampilkan kualitas yang sama seperti saat menjalani laga tandang.

“Dalam tiga pertandingan yang kami mainkan di kandang, kami tidak menunjukkan level performa yang sama seperti saat bermain tandang, seperti ketika melawan PSM dan tim-tim lainnya,” ucapnya lagi.

“Kami tidak bisa bermain bagus di sini, berbeda dengan saat kami menghadapi Bali United dan Malut United di kandang mereka.”

Pernyataan tersebut menegaskan ada persoalan psikologis maupun teknis yang masih menghantui Macan Kemayoran. Bermain di kandang yang seharusnya jadi kekuatan, justru berubah menjadi tekanan tersendiri.

Fabio juga menyampaikan komitmen seluruh pemain untuk membayar kepercayaan suporter. Ia merasa tim memiliki “utang” yang harus segera dilunasi melalui performa yang lebih meyakinkan.

Baca Juga: Jan Olde Puas Kebangkitan Dewa United setelah Imbang Lawan Persija

“Kami merasa masih berutang satu penampilan yang bagus kepada para suporter ketika bermain di kandang. Kami akan bekerja keras untuk mengembalikan performa terbaik kami,” katanya.

Secara statistik, kontribusi Fabio musim ini sebenarnya cukup solid di lini tengah. Ia sudah tampil dalam 22 pertandingan dan selalu menjadi starter, dengan total 1.952 menit bermain yang menunjukkan perannya sangat vital.

Dari sisi distribusi bola, akurasi umpannya mencapai 89 persen dengan rata-rata 43,2 umpan sukses per pertandingan. Angka ini menegaskan perannya sebagai pengatur ritme permainan sekaligus penghubung antar lini.

Baca Juga: Souza Yakin Persija Tetap Kompetitif meski Hasil Kurang Memuaskan

Tak hanya itu, Fabio juga mencatatkan rata-rata 6,8 pemulihan bola per laga. Statistik tersebut menunjukkan kontribusinya dalam memutus serangan lawan sebelum berkembang menjadi ancaman serius.

Namun, performa tersebut belum sepenuhnya bebas dari catatan. Ia tercatat melakukan lima kesalahan yang berujung peluang bagi lawan, yang menjadi evaluasi penting bagi tim pelatih.

Di sektor menyerang, kontribusinya memang belum terlalu menonjol. Ia baru mencetak dua gol dan dua assist, dengan rata-rata tembakan yang masih tergolong rendah untuk ukuran gelandang modern.

Meski demikian, peran Fabio lebih condong sebagai jangkar permainan. Ia menjadi sosok yang menjaga keseimbangan tim, terutama saat transisi dari menyerang ke bertahan.

Kondisi ini membuat tekanan terhadap Fabio semakin besar. Ia tak hanya dituntut konsisten, tetapi juga harus mampu membantu tim keluar dari tren negatif di kandang.

Situasi Persija Jakarta saat ini jelas belum aman. Dengan sembilan laga tersisa di musim Super League 2025/2026, setiap poin menjadi sangat krusial dalam menentukan posisi akhir di klasemen.

Kegagalan meraih poin penuh di kandang bisa menjadi bumerang jika tak segera diperbaiki. Apalagi, dukungan Jakmania selalu menjadi energi tambahan yang seharusnya dimanfaatkan maksimal.

Kini, semua mata tertuju pada bagaimana respons Persija Jakarta di laga berikutnya. Apakah mereka mampu bangkit dan membayar “utang” kepada suporter, atau justru kembali terjebak dalam inkonsistensi yang sama.

Yang jelas, Fabio Calonego dan rekan-rekannya tak punya banyak waktu untuk berbenah. Tekanan semakin besar, dan hanya performa nyata di lapangan yang bisa menjawab semua keraguan.

EDITOR: Edi Yulianto