← Beranda
Bernardo Tavares Ogah Santai! Libur Super League Jadi Ajang Gembleng Skuad Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 17 Maret 2026 | 16.56 WIB
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares siap kejutkan Borneo FC di Samarinda. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Jeda kompetisi Super League 2025/2026 sekitar dua pekan tidak dimanfaatkan untuk bersantai oleh pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares. Sang pelatih justru menjadikan momen ini untuk membenahi kebugaran skuad Persebaya Surabaya agar kembali tampil kuat di sisa musim.

Persebaya Surabaya menjalani periode berat dalam beberapa pertandingan terakhir sebelum jeda kompetisi.

Baca Juga: Hanya Beda 1 Poin Dengan Persib Bandung! Tim Promosi di Putaran Dua Super League 2025-2026 Hadirkan Kejutan

Kondisi tersebut membuat tim pelatih merasa perlu melakukan evaluasi sekaligus memaksimalkan waktu istirahat yang tersedia.

Tavares menilai jeda kompetisi menjadi kesempatan penting bagi para pemain untuk memulihkan tenaga setelah jadwal pertandingan yang padat. Namun di sisi lain, masa rehat ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat mental pemain.

"Kami memutuskan untuk memberikan waktu kepada para pemain sebelum kembali mempersiapkan diri. Target kami adalah kembali lebih kuat, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara mental,” jelas Tavares.

Baca Juga: Belum Resmi Diumumkan Perpanjang Kontrak! 9 Bintang Persebaya Surabaya Terancam Pergi Gratis, 2 Kiper Ikut Masuk Daftar

Pelatih asal Portugal itu menyadari timnya masih menyimpan rasa kecewa dari pertandingan terakhir sebelum jeda. Persebaya Surabaya menelan kekalahan telak saat bertandang ke markas Borneo FC Samarinda.

Pada laga tersebut, Persebaya Surabaya harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor mencolok 1-5. Hasil itu menjadi salah satu kekalahan paling menyakitkan yang dialami Green Force musim ini.

Menurut Tavares, kekalahan besar seperti itu memang meninggalkan luka bagi tim. Namun ia juga percaya pengalaman tersebut bisa menjadi bahan bakar untuk bangkit.

"Kekalahan 1-5 tentu menjadi pelajaran yang berat bagi kami, dan saya percaya semua pemain ingin bangkit dan menjadi lebih kuat," ucapnya.

Karena itu, masa jeda kompetisi tidak diartikan sebagai libur total bagi para pemain. Tavares bersama staf pelatih tetap menyusun program latihan khusus yang harus dijalankan para pemain selama periode ini.

Program tersebut dirancang agar kebugaran pemain tetap terjaga meskipun mereka tidak menjalani latihan tim secara penuh. Dengan begitu, para pemain tidak kehilangan kondisi fisik ketika kompetisi kembali bergulir.

"Selama masa rehat ini, para pemain tetap menjalani program yang sudah kami siapkan. Kami membagi mereka ke dalam beberapa kelompok, dan setiap kelompok dipantau oleh anggota staf teknis yang bertanggung jawab mengawasi program tersebut," kata Tavares.

Pembagian kelompok latihan ini juga bertujuan agar pengawasan terhadap pemain tetap berjalan maksimal. Staf teknis memiliki tanggung jawab memastikan setiap pemain menjalankan program dengan disiplin.

Baca Juga: Tim Jibom dan Labfor Polda Jatim olah TKP untuk Gali Bukti dan Ungkap Perkara Ledakan di Masjid Jember

Selain program kelompok, setiap pemain juga mendapatkan latihan individu yang harus dijalankan secara mandiri. Program tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pemain.

Latihan individu itu mencakup berbagai aspek penting seperti kekuatan otot, daya tahan, hingga pemulihan kondisi fisik. Dengan pendekatan ini, tim pelatih berharap kondisi pemain tetap stabil selama masa jeda.

"Setiap pemain juga mendapatkan program latihan individu yang harus dijalankan selama masa jeda ini. Tujuan kami jelas, agar mereka tetap bekerja dengan baik selama rehat dan bisa kembali dalam kondisi yang lebih kuat ketika tim kembali berkumpul," jelasnya.

Baca Juga: 7 Shio yang Diprediksi Mengalami Perubahan Hidup Besar-besaran di Akhir Bulan Maret: Energi Keberuntungan Membuka Jalan Baru

Pendekatan yang diterapkan Tavares menunjukkan keseriusan dalam menjaga performa tim. Ia tidak ingin jeda kompetisi justru membuat kondisi pemain menurun.

Pelatih berusia 45 tahun itu juga menegaskan akan melakukan evaluasi kondisi pemain begitu tim kembali berkumpul. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pemain siap menjalani latihan intensitas tinggi.

Pengecekan kondisi fisik menjadi langkah penting sebelum Persebaya Surabaya kembali menjalani persiapan pertandingan berikutnya.

Tim pelatih ingin mengetahui sejauh mana para pemain menjalankan program latihan yang sudah diberikan.

Dengan cara tersebut, staf pelatih dapat menyesuaikan program latihan berikutnya sesuai kondisi setiap pemain. Tujuannya agar performa tim dapat kembali meningkat ketika kompetisi kembali dimulai.

Tavares berharap seluruh pemain datang dengan kondisi terbaik ketika latihan tim kembali digelar. Ia ingin melihat semangat baru setelah masa jeda kompetisi.

Baca Juga: Kepanikan Jamaah Shalat Tarawih Saat Terjadi Ledakan Misterius di Masjid Patrang Jember

"Karena itu, pada hari pertama latihan nanti kami akan kembali melakukan pengecekan kondisi mereka, dan saya berharap semuanya datang dalam keadaan siap," pungkasnya.

Jeda kompetisi ini pun menjadi fase penting bagi Persebaya Surabaya untuk melakukan reset sebelum kembali bersaing di papan klasemen.

Jika program yang disiapkan berjalan maksimal, Green Force berpeluang tampil lebih solid di sisa pertandingan Super League musim ini.

EDITOR: Banu Adikara