JawaPos.com — Persebaya Surabaya berpotensi menghadapi situasi krusial menjelang berakhirnya musim Super League 2025/2026. Sembilan pemain penting Green Force terancam hengkang secara gratis karena kontrak mereka belum juga diperpanjang hingga saat ini.
Situasi ini mulai menjadi sorotan publik dan pendukung setia Bonek. Jika tak segera ada kepastian kontrak baru, Persebaya Surabaya bisa kehilangan banyak kekuatan inti saat jendela transfer awal musim berikutnya dibuka.
Potensi eksodus pemain ini terjadi karena masa kontrak mereka akan habis pada akhir musim 2025/2026. Tanpa perpanjangan kontrak, para pemain tersebut bebas membuka negosiasi dengan klub lain.
Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi manajemen dan tim pelatih. Apalagi beberapa nama yang masuk daftar merupakan pilar utama dalam skuad Green Force sepanjang musim.
Baca Juga: Arteta Optimistis Trossard Main di Leg Kedua Arsenal versus Leverkusen
Francisco Rivera
Salah satu nama yang paling mencuri perhatian adalah Francisco Rivera. Gelandang kreatif asal Meksiko itu memiliki kontrak hingga 31 Mei 2026 bersama Persebaya Surabaya.
Rivera selama ini dikenal sebagai motor serangan Green Force di lini tengah. Perannya cukup vital dalam membangun permainan dan menciptakan peluang bagi lini depan.
Baca Juga: Hadapi Chelsea di Leg Kedua, Luis Enrique Tak Mau PSG Lengah Walau Sudah Pesta Gol di Leg Pertama
Bruno Moreira
Selain Rivera, ada pula kapten tim Bruno Moreira yang kontraknya akan habis pada 30 April 2026. Winger asal Brasil tersebut telah menjadi ikon permainan menyerang Persebaya Surabaya dalam beberapa musim terakhir.
Kecepatan dan kreativitas Bruno Moreira membuatnya sering menjadi pembeda di lapangan. Tak heran jika kabar potensi kepergiannya langsung membuat banyak Bonek khawatir.
Baca Juga: Reece James Dipastikan Absen Bela Chelsea Saat Jamu PSG
Ernando Ari dan Andhika Ramadhani
Di sektor penjaga gawang, Persebaya Surabaya juga berpotensi kehilangan dua pemain sekaligus. Keduanya adalah Ernando Ari dan Andhika Ramadhani yang masa kontraknya akan segera berakhir.
Ernando Ari tercatat memiliki kontrak hingga 31 Mei 2026 bersama Persebaya Surabaya. Sementara Andhika Ramadhani masih terikat kontrak hingga 30 Juni 2026.
Kehilangan dua kiper sekaligus tentu bukan situasi ideal bagi sebuah tim. Posisi penjaga gawang merupakan sektor vital yang membutuhkan stabilitas dan pengalaman.
Baca Juga: Pedro Neto Lolos dari Sanksi UEFA Setelah Dorong Anak Gawang
Bruno Paraiba
Nama lain yang juga masuk daftar pemain dengan kontrak segera habis adalah Bruno Paraiba. Striker asal Brasil tersebut akan mengakhiri masa baktinya bersama Persebaya Surabaya pada akhir musim 2025/2026.
Bruno Paraiba dikenal sebagai penyerang dengan karakter fisik kuat di kotak penalti. Kehadirannya kerap menjadi target man yang membantu variasi serangan Green Force.
Leo Lelis dan Risto Mitrevski
Di lini pertahanan, ada dua pemain asing yang juga terancam hengkang secara gratis. Mereka adalah Leo Lelis dan Risto Mitrevski yang kontraknya sama-sama berakhir pada akhir musim.
Leo Lelis selama ini menjadi salah satu pilihan utama di lini belakang. Sementara Risto Mitrevski dikenal sebagai bek tangguh dengan pengalaman internasional.
Jika keduanya benar-benar pergi, lini pertahanan Persebaya Surabaya berpotensi mengalami perubahan besar. Manajemen tentu harus menyiapkan rencana antisipasi untuk menjaga stabilitas tim.
Pedro Matos
Selain nama-nama tersebut, Pedro Matos juga masuk daftar pemain yang kontraknya akan habis pada akhir musim 2025/2026. Pemain asing ini turut menjadi bagian penting dalam rotasi skuad Green Force.
Riyan Ardiansyah
Kemudian ada Riyan Ardiansyah yang saat ini berstatus pemain pinjaman. Masa peminjamannya juga akan selesai bersamaan dengan berakhirnya musim kompetisi.
Artinya, Persebaya Surabaya bisa kehilangan hingga sembilan pemain sekaligus jika tidak ada langkah cepat dari manajemen. Situasi ini tentu bisa memengaruhi kekuatan tim dalam menyambut musim baru.
Di tengah situasi tersebut, kabar mengenai calon pengganti mulai beredar di kalangan pendukung. Meski belum ada konfirmasi resmi, isu transfer mulai ramai diperbincangkan di komunitas Bonek.
Manajemen Persebaya Surabaya memang memiliki pekerjaan besar dalam beberapa bulan ke depan. Mereka harus menentukan siapa saja pemain yang layak dipertahankan untuk membangun kerangka tim musim depan.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, juga menegaskan pentingnya evaluasi tim menghadapi sisa pertandingan musim ini. Ia ingin memastikan tim tetap fokus sebelum memikirkan rencana jangka panjang.
“Sekarang kami harus melihat kembali pertandingan ini dan menganalisis apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Bernardo Tavares terkait evaluasi tim menghadapi sisa laga di Super League 2025/2026.
Pernyataan tersebut menunjukkan fokus utama tim saat ini masih pada performa di lapangan. Namun di balik itu, manajemen tetap harus memikirkan masa depan skuad Green Force.
Jika negosiasi kontrak berjalan lancar, Persebaya Surabaya bisa mempertahankan sebagian besar pemain inti.
Sebaliknya, jika tidak ada kesepakatan, potensi kehilangan sembilan pemain sekaligus bisa menjadi kenyataan.
Bagi Bonek, perkembangan ini tentu menjadi topik hangat menjelang akhir musim. Mereka berharap manajemen segera mengambil langkah strategis demi menjaga kekuatan Green Force tetap kompetitif.
Musim depan bisa menjadi titik penting bagi Persebaya Surabaya dalam membangun kembali fondasi tim. Keputusan terkait kontrak pemain akan sangat menentukan arah perjalanan klub ke depan.