← Beranda
Nova Arianto Blak-blakan! Timnas Indonesia U-20 Latihan Bareng Persela Lamongan dan Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 14 Maret 2026 | 23.23 WIB
Pelatih Timnas Indonesia U-20 Nova Arianto memimpin latihan selama pemusatan latihan di Surabaya. (Instagram/@novarianto30)

 

JawaPos.com — Pelatih Timnas Indonesia U-20 Nova Arianto blak-blakan membeberkan agenda pemusatan latihan timnya di Surabaya. Dalam dua pekan terakhir, skuad muda Garuda menjalani latihan intensif sekaligus latihan bersama klub Persela Lamongan dan Persebaya Surabaya.

Program ini menjadi bagian penting dalam membentuk identitas permainan Timnas Indonesia U-20. Tim pelatih ingin memastikan pola permainan generasi muda selaras dengan filosofi tim nasional senior.

Nova Arianto mengaku puas melihat perkembangan para pemain selama dua pekan pemusatan latihan di Surabaya.

Baca Juga: Nova Arianto Panggil Pemain Liga 3 dan Championship ke Timnas Indonesia U-20, Trio Persebaya Surabaya Gabung Usai Hadapi Borneo FC

Menurutnya, para pemain menunjukkan kerja keras tinggi sekaligus berusaha memahami game plan yang disiapkan tim pelatih.

“Saya sangat senang dengan perkembangan pemain selama dua minggu ini, karena pemain sangat bekerja keras selama latihan dan berusaha memahami game plan yang kami siapkan,” kata Nova di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (13/3/2026).

Selama dua pekan terakhir, fokus latihan tidak sekadar meningkatkan kondisi fisik pemain.

Baca Juga: Trio Persebaya Surabaya Belum Gabung Latihan Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto Mulai Perkenalkan Filosofi John Herdman

Tim pelatih juga berusaha menyamakan pola permainan tim U-20 dengan konsep permainan timnas senior agar ada kesinambungan dalam sistem bermain.

Kesinambungan tersebut dinilai penting untuk membangun fondasi jangka panjang sepak bola nasional. Para pemain muda diharapkan sudah memahami filosofi permainan sebelum nantinya naik ke level timnas senior.

Respons para pemain terhadap program latihan tersebut juga cukup positif. Nova menilai perkembangan yang terlihat selama TC membuat tim pelatih optimistis dengan potensi skuad muda yang sedang dibangun.

Menariknya, agenda yang dijalani Timnas Indonesia U-20 dalam beberapa hari terakhir bukanlah pertandingan uji coba resmi. Tim hanya menjalani latihan bersama klub untuk mengasah aspek taktik secara lebih spesifik.

“Minggu lalu kami fokus pada attacking dan latihan bersama Persela, sedangkan minggu ini fokus defending dengan Persebaya,” ujar Nova.

Latihan bersama dua klub berbeda itu memberikan manfaat yang berbeda bagi para pemain. Ketika menghadapi Persela Lamongan, tim pelatih lebih menitikberatkan pengembangan variasi serangan.

Baca Juga: Nova Arianto ke Timnas Indonesia Senior, Kurniawan Dwi Yulianto Tukangi U-17

Sebaliknya, saat berlatih bersama Persebaya Surabaya, fokus latihan lebih diarahkan pada organisasi pertahanan. Para pemain diuji dalam membaca situasi permainan dan menjaga disiplin posisi di lini belakang.

Pendekatan latihan seperti ini dianggap lebih efektif dibanding sekadar menjalani uji coba biasa. Tim pelatih bisa mengontrol fokus latihan sesuai kebutuhan taktik yang ingin diasah.

Setelah menyelesaikan agenda latihan bersama terakhir menjelang Lebaran, para pemain akan dipulangkan sementara ke klub masing-masing.

Masa jeda ini dimanfaatkan pemain untuk beristirahat sekaligus kembali berkompetisi bersama timnya.

Baca Juga: PSSI Berubah Pikiran! Nova Arianto Ternyata Dipanggil Timnas Indonesia Bantu John Herdman Jadi Asisten Pelatih

Nova Arianto memastikan pemusatan latihan berikutnya sudah dijadwalkan. TC tahap kedua rencananya akan dimulai pada 31 Maret setelah para pemain menyelesaikan masa libur Lebaran.

Namun lokasi pemusatan latihan berikutnya kemungkinan tidak lagi di Surabaya. Tim pelatih masih mempertimbangkan beberapa tempat lain yang dinilai lebih ideal untuk melanjutkan persiapan.

Mantan pemain tim nasional Indonesia era 2008–2010 itu juga menegaskan komposisi skuad belum sepenuhnya final. Setelah TC tahap pertama selesai, tim pelatih akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa pemain.

Evaluasi tersebut membuka peluang adanya perubahan dalam komposisi tim. Nova tidak menutup kemungkinan terjadi promosi maupun degradasi pemain dalam skuad.

"Setelah itu pasti ada promosi degradasi pemain,” tuturnya.

Selain memantau pemain yang berkarier di kompetisi domestik, Nova Arianto juga membuka peluang memanggil pemain diaspora.

Kehadiran pemain diaspora dinilai dapat menambah kualitas sekaligus memperkaya opsi dalam skuad.

Baca Juga: Takluk 2-3 dari Tiongkok, Nova Arianto Tekankan Mental dan Jam Terbang untuk Timnas U-17

Meski demikian, proses pemanggilan pemain diaspora tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan komunikasi, pemantauan performa, serta proses administrasi yang lebih panjang dibanding memanggil pemain lokal.

“Kami masih menunggu waktu yang tepat untuk melihat opsi pemain diaspora, karena memanggil mereka tidak semudah memanggil pemain dari dalam negeri,” kata Nova.

Ke depan, Timnas Indonesia U-20 juga menargetkan menjalani banyak pertandingan internasional. Laga-laga tersebut diharapkan menjadi sarana penting untuk meningkatkan pengalaman bertanding para pemain muda.

Baca Juga: Nova Arianto Latih Timnas Indonesia U-17 Kontra Tiongkok Dua Kali, Pemanasan Jelang Piala Asia U-17

Nova menargetkan timnya bisa memainkan sekitar 10 hingga 11 pertandingan internasional. Agenda tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju berbagai turnamen resmi yang akan dihadapi.

Salah satu ajang yang masuk dalam rencana adalah Piala AFF kelompok umur. Turnamen tersebut diharapkan memberi kesempatan bagi para pemain untuk merasakan atmosfer pertandingan internasional sejak usia muda.

“Direncanakan ada sekitar 10 atau 11 pertandingan internasional termasuk di Piala AFF agar pemain mendapatkan jam terbang sebelum masuk ke kualifikasi,” ujar Nova.

Jika program tersebut berjalan sesuai rencana, Timnas Indonesia U-20 diharapkan memiliki fondasi kuat sebelum memasuki kualifikasi turnamen besar.

Jam terbang yang cukup akan menjadi modal penting bagi generasi muda Garuda untuk bersaing di level Asia.

EDITOR: Edi Yulianto