JawaPos.com — Persebaya Surabaya menutup pekan ke-25 Super League 2025/2026 dengan posisi yang cukup kompetitif di papan tengah klasemen. Di balik perjalanan tim musim ini, ada sejumlah pemain dengan nilai pasar tinggi yang menjadi tulang punggung skuad era pelatih Bernardo Tavares.
Menariknya, lima pemain ini menjadi deretan pemain termahal Persebaya Surabaya dalam skuad saat ini. Total nilai pasar mereka bahkan mencapai Rp 28,24 miliar, menunjukkan kualitas individu yang dimiliki Green Force.
Nilai pasar pemain sering kali menjadi gambaran penting tentang kontribusi, pengalaman, dan potensi yang dimiliki seorang pemain di dalam tim.
Dalam skuad Persebaya Surabaya saat ini, beberapa pemain asing dan lokal menempati posisi teratas dalam daftar tersebut.
Francisco Rivera
Nama pertama adalah Francisco Rivera yang menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi dalam skuad Green Force saat ini. Gelandang serang asal Meksiko itu memiliki nilai pasar mencapai Rp 6,95 miliar dengan kontrak hingga 31 Mei 2026.
Peran Rivera di lini tengah sangat vital karena menjadi pengatur ritme permainan tim. Kemampuan distribusi bola dan kreativitasnya membuat lini serang Persebaya Surabaya lebih hidup.
Baca Juga: Persaingan Ketat di Persebaya Surabaya, Pemain Minim Menit Bermain Berpotensi Dievaluasi
Bruno Moreira
Di posisi berikutnya ada Bruno Moreira yang menempati sektor sayap kiri. Pemain asal Brasil itu juga memiliki nilai pasar Rp 6,95 miliar dan terikat kontrak hingga 30 April 2026.
Bruno dikenal sebagai salah satu motor serangan Persebaya Surabaya dari sisi lapangan. Kecepatan, dribel, dan kemampuannya menciptakan peluang menjadikannya pemain yang sulit digantikan.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Sah Berstatus Tim Terbaik Jawa Timur Padahal Keteteran di Klasemen Super League
Ernando Ari
Nama ketiga dalam daftar pemain termahal adalah Ernando Ari. Kiper andalan tim nasional Indonesia itu memiliki nilai pasar Rp 5,21 miliar dengan kontrak hingga 31 Mei 2026.
Ernando Ari menjadi salah satu penjaga gawang terbaik di kompetisi domestik saat ini. Konsistensinya menjaga gawang Persebaya Surabaya membuatnya tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar.
Malik Risaldi
Di posisi keempat terdapat Malik Risaldi yang menempati posisi sayap kanan. Pemain lokal ini memiliki nilai pasar mencapai Rp 4,78 miliar.
Malik Risaldi menjadi salah satu pemain yang berkembang pesat dalam beberapa musim terakhir. Kecepatan dan kemampuannya menusuk dari sisi kanan sering kali menjadi senjata penting bagi Green Force.
Baca Juga: 4 Klub Jawa Timur Terpuruk! Persebaya Surabaya Jadi Satu-satunya Harapan di Super League 2025/2026
Mihailo Perovic
Nama terakhir dalam daftar lima pemain termahal adalah Mihailo Perovic. Penyerang asal Montenegro itu memiliki nilai pasar sekitar Rp 4,35 miliar.
Perovic berperan sebagai ujung tombak yang diharapkan mampu menjadi mesin gol bagi Persebaya Surabaya. Postur tubuh dan kemampuan duel udara menjadi kekuatan utama striker tersebut.
Jika dijumlahkan, kelima pemain ini memiliki total nilai pasar mencapai Rp 28,24 miliar. Angka tersebut menunjukkan betapa pentingnya kontribusi mereka dalam struktur skuad Green Force.
Meski memiliki sejumlah pemain bernilai tinggi, performa Persebaya Surabaya sepanjang Ramadhan 2026 belum sepenuhnya stabil.
Hasil pertandingan yang diraih tim menunjukkan inkonsistensi yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi tim pelatih.
Skuad Persebaya Surabaya bahkan harus menjalani periode sulit dengan hasil yang kurang maksimal. Dari empat pertandingan yang dimainkan sepanjang Ramadhan, Green Force hanya mampu mengoleksi empat poin.
Kekalahan pertama terjadi saat menghadapi Persijap Jepara dengan skor 3-1. Hasil itu menjadi awal periode sulit yang harus dihadapi tim.
Persebaya Surabaya sempat bangkit ketika menghadapi PSM Makassar. Dalam laga tersebut, Green Force berhasil meraih kemenangan tipis 1-0.
Namun momentum itu tidak bertahan lama karena pertandingan berikutnya hanya berakhir imbang. Duel melawan Persib Bandung berakhir dengan skor 2-2 dalam pertandingan yang berlangsung sengit.
Hasil paling mengecewakan terjadi pada pertandingan terakhir Ramadhan. Persebaya Surabaya harus menelan kekalahan telak 5-1 saat bertandang ke markas Borneo FC Samarinda.
Catatan tersebut membuat pelatih Bernardo Tavares menegaskan pentingnya evaluasi tim. Ia menilai seluruh aspek permainan harus dianalisis agar performa tim bisa kembali stabil.
“Sekarang kami harus melihat kembali pertandingan ini dan menganalisis apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.
Kemenangan atas PSM Makassar memang menjadi satu-satunya titik terang sepanjang Ramadhan. Namun kekalahan telak dari Borneo FC memperlihatkan adanya kelemahan di lini pertahanan yang harus segera diperbaiki.
Duel kontra Persib Bandung juga menunjukkan semangat juang pemain yang cukup baik. Sayangnya, hasil akhir hanya memberikan tambahan satu poin bagi Persebaya Surabaya.
Setelah menjalani rangkaian pertandingan tersebut, skuad Persebaya Surabaya mendapatkan waktu libur Lebaran. Tim dijadwalkan kembali menjalani latihan pada 23 Maret 2026.
Masa jeda ini menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh. Konsistensi performa menjadi fokus utama agar Green Force mampu kembali bersaing di papan atas.
Selain persoalan performa, isu kontrak pemain juga mulai menjadi perhatian. Beberapa pemain penting memiliki kontrak yang akan berakhir sehingga manajemen harus segera mengambil keputusan.
Nama seperti Ernando Ari dan Bruno menjadi dua pemain yang masa depannya dinantikan oleh para pendukung. Kepastian kontrak mereka dinilai penting untuk menjaga stabilitas tim.
Dukungan Bonek tetap menjadi kekuatan besar bagi Persebaya Surabaya. Meski hasil tim belum konsisten, harapan agar Green Force segera bangkit tetap terus mengalir.
Para pendukung berharap evaluasi yang dilakukan Bernardo Tavares mampu membawa perubahan positif. Dengan kualitas pemain yang dimiliki, Persebaya Surabaya diyakini masih memiliki peluang untuk bangkit di sisa musim.