← Beranda
Ditempa di Stadion Legendaris Persebaya Surabaya! Rafa Abdurrahman Bongkar Latihan Keras Timnas Indonesia U-20
Moch. Rizky Pratama Putra• Sabtu, 14 Maret 2026 | 18.54 WIB
Nova Arianto pimpin sesi latihan Timnas Indonesia U-20 saat training camp. (PSSI)

 

JawaPos.com–Atmosfer Stadion Gelora 10 November Surabaya kembali terasa hidup. Stadion legendaris milik Persebaya Surabaya itu menjadi tempat penting bagi generasi muda sepak bola nasional menempa diri.

Di tempat bersejarah tersebut, skuad Timnas Indonesia U-20 tengah menjalani pemusatan latihan intensif. Salah satu wajah baru yang mencuri perhatian adalah Rafa Raditya Abdurrahman yang untuk pertama kalinya merasakan atmosfer latihan bersama Garuda Muda.

Pemain muda yang kini memperkuat Persija Jakarta itu mengaku sangat bersyukur mendapat kesempatan dipanggil ke tim nasional. Baginya, kesempatan tersebut merupakan buah dari kerja keras yang dia tunjukkan selama tampil di kompetisi.

Baca Juga: Demi Target Promosi, Persela Lamongan Ingatkan Pemain Tetap Jaga Kondisi Saat Libur Idul Fitri

”Alhamdulillah bisa dipercaya sama Coach Nova. Rafa sendiri cuma kasih yang terbaik di liga, kalau bisa dipanggil tim nasional itu bonus,” kata Rafa saat ditemui wartawan usai sesi latihan di Stadion Gelora 10 November Surabaya.

Bagi Rafa, pemanggilan ke tim nasional bukan sekadar prestise. Dia menilai kesempatan itu harus dibayar dengan kerja keras maksimal di setiap sesi latihan.

”Kalau sudah dipanggil, pasti kasih yang terbaik,” ujarnya. Kalimat singkat itu menggambarkan tekadnya untuk memanfaatkan kesempatan langka bersama Garuda Muda.

Baca Juga: PSSI Tegaskan Tidak Keberatan John Herdman Panggil 41 Pemain untuk Skuad Sementara Timnas Indonesia pada Ajang FIFA Series 2026

Selama hampir dua pekan menjalani training camp di Surabaya, Rafa mulai merasakan intensitas latihan yang berbeda dibandingkan di klub. Program latihan dirancang untuk menyatukan gaya bermain sekaligus membentuk karakter para pemain muda.

Menurut Rafa, tim pelatih langsung memperkenalkan filosofi permainan yang diterapkan di seluruh level tim nasional. Konsep tersebut sengaja disamakan agar para pemain mudah beradaptasi ketika naik ke jenjang lebih tinggi.

”Di awal dua minggu ini kami diperkenalkan filosofi tim senior, jadi dari tim senior ke U-20 itu sama,” ucap Rafa.

Sistem permainan itu diharapkan membuat transisi pemain muda menuju tim senior semakin mulus. Materi latihan yang diberikan juga cukup lengkap. Tidak hanya fokus pada teknik bermain, tetapi juga menekankan keseimbangan antara taktik, kekuatan fisik, dan kesiapan mental pemain.

Rafa menyebut setiap hari para pemain menjalani latihan dengan variasi yang cukup berat. Mulai dari simulasi strategi bertahan, pola menyerang, hingga sesi penguatan fisik di pusat kebugaran.

”Coach Nova kasih cara defending, cara attacking, dan ada juga latihan fisik di gym,” ujar Nafa.

Baca Juga: Nekat Curi Poin di Samarinda! Pesan Tegas Umuh Muchtar Jadi Alarm Persib Bandung Hadapi Borneo FC

Program tersebut membuat para pemain dituntut selalu berada dalam kondisi terbaik. Pendekatan pelatih kepala Nova Arianto juga cukup tegas selama pemusatan latihan berlangsung. Dia ingin para pemain benar-benar memanfaatkan kesempatan yang ada untuk berkembang.

Menurut Rafa, pelatih tidak memberi ruang bagi pemain yang tidak serius mengikuti program. Semua pemain harus menunjukkan agresivitas serta etos kerja tinggi selama sesi latihan.

”Coach Nova mau pemain yang agresif dan mau kerja. Dia tidak mau pemain yang hanya bercanda atau buang-buang waktu di sini,” tutur Nafa.

Baca Juga: Jelang Como vs Roma, Cesc Fabregas Tegaskan Pemain Dilarang Bahas Liga Champions

Pendekatan disiplin itu terasa jelas di setiap sesi latihan. Para pemain dituntut menjaga fokus sejak pemanasan hingga latihan terakhir hari itu.

Bagi Rafa, metode latihan tersebut justru menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan karirnya. Dia merasa pendekatan tegas dari Nova Arianto membantu meningkatkan kualitas permainan para pemain muda.

Dia menilai setiap pelatih tentu memiliki metode latihan berbeda. Namun selama berada di pemusatan latihan tim nasional, Rafa merasakan atmosfer profesional yang sangat kuat.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Terlempar dari 6 Besar! Klasemen Pekan 25 Super League Bikin Madura United Masuk Zona Degradasi

Pengalaman itu juga memperkaya pemahamannya tentang sepak bola modern. Terutama dalam hal kedisiplinan taktik dan kerja kolektif di lapangan.

Selain fokus pada aspek teknis, pemusatan latihan ini juga menjadi tempat pembentukan mental pemain. Para pemain diajarkan menghadapi tekanan sekaligus menjaga konsistensi performa.

Hal tersebut penting karena mereka diproyeksikan menjadi tulang punggung masa depan tim nasional. Setiap pemain harus siap menghadapi persaingan ketat di level internasional.

Menariknya, Rafa juga datang dengan latar belakang keluarga yang tidak asing di dunia sepak bola nasional. Ayahnya, Maman Abdurahman, dikenal sebagai mantan pemain tim nasional Indonesia.

Baca Juga: Bursa Transfer Memanas: Juventus Terdepan Rekrut Alisson Becker, Inter Milan Mulai Tersisih

Meski demikian, Rafa mengaku tidak merasa terbebani oleh nama besar sang ayah. Dia lebih memilih fokus membangun kariernya sendiri melalui kerja keras di lapangan.

Menurut dia, yang terpenting saat ini adalah menunjukkan kemampuan terbaik selama mengikuti pemusatan latihan. Kesempatan tersebut tidak ingin ia sia-siakan.

”Kalau Rafa sih tidak ada beban. Yang penting kasih yang terbaik saja di lapangan,” tutur dia.

Baca Juga: Gelandang Persiraja Omid Popalzay Dipanggil Timnas Afghanistan untuk Laga Internasional

Dengan semangat itu, Rafa berharap bisa terus berkembang bersama Timnas Indonesia U-20. Dia ingin membuktikan layak menjadi bagian dari generasi baru yang membawa prestasi untuk sepak bola Indonesia.

Latihan di Stadion Gelora 10 November Surabaya pun menjadi saksi awal perjalanan penting tersebut. Di stadion yang sarat sejarah bagi Persebaya Surabaya, mimpi besar Rafa bersama Garuda Muda mulai ditempa.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah