JawaPos.com — Laga tunda Super League 2025/2026 antara Borneo FC melawan Persib Bandung dipastikan berlangsung panas. Bukan hanya karena tensi pertandingan, tetapi juga karena sosok wasit yang akan memimpin duel tersebut dikenal sangat tegas dan ringan mengeluarkan kartu.
Pertandingan big match itu akan digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu 15 Maret 2026. Penunjukan wasit asing asal Malaysia, Razlan Joffri Ali Bin Ali, langsung menjadi sorotan karena reputasinya yang cukup “bengis” di lapangan.
Baca Juga: Jelang Lebaran, Persebaya Beri Libur 2 Pekan untuk Pemain Namun Tetap Wajib Jalani Latihan Mandiri
Informasi mengenai penunjukan Razlan Joffri Ali Bin Ali pertama kali mencuat melalui akun Instagram yang membahas perwasitan sepak bola Indonesia, @forum_wasit_idn.
Akun tersebut mengungkapkan detail pengalaman sang pengadil lapangan sekaligus reputasinya di berbagai kompetisi.
“Razlan Joffri Ali Bin Ali. PSSI resmi menunjuk wasit asing asal Malaysia, Razlan Joffri Bin Ali guna bertugas memimpin laga Big Match antara Borneo FC melawan Persib Bandung, di Stadion Segiri Samarinda, Minggu (15/03),” tulis akun tersebut.
Masih dari unggahan yang sama, akun itu juga menjelaskan latar belakang karier sang wasit. Razlan Joffri Ali disebut sebagai salah satu wasit internasional Malaysia yang cukup berpengalaman di berbagai ajang sepak bola Asia.
“Razlan Joffri Ali merupakan wasit internasional asal Malaysia kelahiran 6 Januari 1985 yang aktif di Malaysian Super League dan sering memimpin laga besar di Asia. Ia dikenal memimpin Piala AFF U-19 2024 dan pernah terpilih sebagai salah satu wasit asing untuk Piala Presiden 2025,” lanjut keterangan tersebut.
Baca Juga: 4 Klub Jawa Timur Terpuruk! Persebaya Surabaya Jadi Satu-satunya Harapan di Super League 2025/2026
Namun yang membuat banyak pihak waspada bukan hanya reputasi internasionalnya.
Razlan Joffri Ali Bin Ali juga dikenal sangat tegas dalam mengambil keputusan, khususnya dalam memberikan kartu kepada pemain yang melakukan pelanggaran.
Statistik perwasitannya menunjukkan angka yang cukup mencolok. Dalam sejumlah pertandingan yang dipimpinnya, kartu kuning dan kartu merah kerap keluar dengan jumlah yang relatif tinggi.
Data dari Transfermarkt menunjukkan Razlan Joffri Ali Bin Ali telah mengeluarkan total 55 kartu kuning.
Selain itu, ia juga memberikan tiga kartu kuning kedua serta dua kartu merah langsung dari 13 pertandingan yang dipimpinnya di enam kompetisi berbeda.
Catatan tersebut membuat laga Borneo FC melawan Persib Bandung berpotensi menjadi pertandingan yang penuh pelanggaran dan kartu. Situasi ini jelas menjadi perhatian serius bagi kubu Persib Bandung.
Pasalnya, ada beberapa pemain Persib Bandung yang berada di ambang akumulasi kartu kuning. Jika sampai menerima kartu dalam pertandingan tersebut, mereka dipastikan harus absen pada laga berikutnya.
Baca Juga: Kritik Hantam Lini Belakang Persebaya Surabaya! Bernardo Tavares Minta Green Force Bangkit!
Total ada lima pemain Persib Bandung yang berada dalam kondisi rawan akumulasi kartu. Mereka adalah Federico Barba, Uilliam Barros, Julio Cesar, Frans Putros, serta Berguinho.
Empat pemain di antaranya bahkan sudah mengoleksi tiga kartu kuning sepanjang musim ini. Federico Barba, Uilliam Barros, Julio Cesar, dan Berguinho hanya tinggal selangkah lagi menuju hukuman larangan bermain.
Sementara itu, Frans Putros berada dalam situasi yang sedikit berbeda. Pemain naturalisasi tersebut telah mengoleksi enam kartu kuning sepanjang kompetisi berjalan.
Situasi tersebut membuat kelima pemain itu harus tampil ekstra hati-hati saat menghadapi Borneo FC. Satu kartu kuning saja bisa membuat mereka kehilangan kesempatan bermain pada pertandingan berikutnya.
Menurut regulasi yang diterapkan oleh ILeague, pemain akan mendapatkan hukuman larangan bermain setelah mengoleksi empat kartu kuning. Setelah itu, hukuman akan kembali berlaku pada kelipatan tiga kartu berikutnya.
Artinya, pemain yang telah mengoleksi empat kartu kuning akan absen satu pertandingan. Kemudian hukuman berikutnya akan muncul pada kartu ketujuh, kesepuluh, ketiga belas, dan seterusnya.
Jika salah satu dari lima pemain Persib Bandung tersebut mendapatkan kartu kuning saat melawan Borneo FC, mereka dipastikan tidak dapat tampil dalam pertandingan berikutnya.
Laga yang dimaksud adalah duel melawan Semen Padang.
Kehilangan pemain inti tentu bisa menjadi kerugian besar bagi Persib Bandung. Apalagi kompetisi Super League 2025/2026 saat ini memasuki fase krusial yang menentukan posisi klasemen akhir.
Tidak hanya para pemain yang harus berhati-hati dalam pertandingan ini. Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, juga berada dalam kondisi yang cukup riskan terkait kartu kuning.
Sepanjang musim 2025/2026, Bojan Hodak beberapa kali terlihat menerima kartu kuning dari wasit. Jika kembali mendapat kartu saat menghadapi Borneo FC, ia juga berpotensi terkena sanksi larangan mendampingi tim.
Situasi ini membuat pertandingan di Stadion Segiri semakin menarik untuk disimak. Selain pertarungan taktik di lapangan, duel ini juga berpotensi menghadirkan drama kartu yang menentukan jalannya pertandingan.
Kini menarik menunggu apakah Persib Bandung mampu menjaga kedisiplinan permainan mereka. Jika tidak, bukan tidak mungkin beberapa pemain penting mereka akan menjadi korban ketegasan Razlan Joffri Ali Bin Ali.