← Beranda
Kedalaman Skuad Bagaikan Langit dan Bumi! 3 Pemain Persebaya Surabaya Tersisih di Era Bernardo Tavares
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 12 Maret 2026 | 15.08 WIB
Bruno Paraiba salah satu pemain Persebaya Surabaya minim menit bermain hingga pekan ke-25 Super League 20252026 di era Bernardo Tavares. (Dok. Persebaya)

JawaPos.com — Kedalaman skuad Persebaya Surabaya pada musim Super League 2025/2026 memunculkan cerita menarik. Di balik persaingan ketat dalam tim, ada sejumlah pemain yang justru tersisih dan jarang mendapat kesempatan bermain di era pelatih Bernardo Tavares.

Persebaya Surabaya menghadapi sejumlah catatan penting hingga pekan ke-25 kompetisi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah distribusi menit bermain pemain di dalam skuad Green Force.

Beberapa pemain tercatat memiliki menit bermain sangat minim sepanjang musim. Padahal sebagian dari mereka cukup sering masuk daftar susunan pemain setiap pertandingan.

Kondisi ini memunculkan kontras yang cukup tajam di dalam tim. Sebagian pemain tampil hampir di setiap laga, sementara yang lain hanya menjadi pelengkap di bangku cadangan.

Situasi tersebut juga muncul di tengah performa Persebaya Surabaya yang belum sepenuhnya stabil. Dalam beberapa laga terakhir, konsistensi permainan Green Force masih menjadi pekerjaan rumah bagi tim pelatih.

Dalam lima pertandingan terakhir sebelum jeda Idulfitri 2026, Persebaya Surabaya hanya mampu mengumpulkan empat poin. Hasil itu berasal dari satu kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan.

Catatan tersebut memunculkan pertanyaan soal efektivitas rotasi pemain. Publik mulai menyoroti apakah kesempatan bermain sudah diberikan secara merata kepada seluruh anggota skuad.

Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, tidak menutup kemungkinan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim.

Ia menilai analisis pertandingan menjadi langkah penting sebelum menentukan perubahan strategi.

Baca Juga: Bos PSG Terjebak Perang Timur Tengah, Gagal Tonton Laga Kontra Chelsea di Liga Champions

“Sekarang kami harus melihat kembali pertandingan ini dan menganalisis apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya. Pernyataan itu membuka peluang adanya perubahan komposisi pemain pada laga-laga berikutnya.

Jika evaluasi tersebut benar dilakukan, sejumlah pemain yang selama ini minim menit bermain berpotensi mendapat kesempatan. Mereka bisa menjadi alternatif baru dalam strategi tim di sisa kompetisi.

Salah satu nama yang menjadi sorotan adalah Aleandro Maulana. Gelandang muda tersebut tercatat sebagai pemain dengan menit bermain paling sedikit di dalam skuad musim ini.

Aleandro Maulana

Aleandro Maulana baru sekali tampil bersama tim senior. Total waktu bermainnya bahkan hanya satu menit sepanjang musim hingga pekan ke-25.

Meski demikian, pemain berusia 18 tahun tersebut sebenarnya sudah tiga kali masuk daftar susunan pemain. Statusnya sebagai lulusan Elite Pro Academy membuatnya masih menjalani proses adaptasi di level profesional.

Bruno Paraíba

Nama lain yang juga menarik perhatian adalah Bruno Paraíba. Pemain asing asal Brasil itu datang dengan ekspektasi besar untuk memperkuat lini serang Green Force.

Namun hingga memasuki pekan ke-25, kontribusinya di lapangan masih sangat terbatas. Ia lebih sering terlihat di bangku cadangan dibanding tampil langsung di pertandingan.

Situasi tersebut membuat banyak pihak bertanya-tanya. Sebab pemain asing biasanya diharapkan menjadi pembeda dalam permainan tim.

Selain dua nama tersebut, ada juga pemain rotasi lain yang mengalami kondisi serupa. Mereka memang kerap masuk dalam daftar susunan pemain, tetapi jarang benar-benar diturunkan.

Jika pun dimainkan, kesempatan tersebut biasanya datang pada menit-menit akhir pertandingan. Peran mereka lebih sering sebagai opsi darurat atau pergantian taktis.

Baca Juga: Resmi Kudeta Persebaya Surabaya! Bhayangkara FC Comeback Dramatis Bungkam Arema FC 2-1

Ichsas Baihaqi

Ichsas Baihaqi menjadi contoh paling jelas dari situasi ini. Gelandang muda berusia 18 tahun itu termasuk pemain yang cukup sering dipanggil ke dalam skuad pertandingan.

Sepanjang musim, Ichsas Baihaqi sudah 23 kali masuk daftar susunan pemain. Namun dari jumlah tersebut, ia baru lima kali tampil dengan total 90 menit bermain.

Statistik itu menunjukkan betapa ketatnya persaingan di dalam tim. Terutama di sektor lini tengah yang dihuni oleh beberapa pemain inti dengan performa cukup konsisten.

Komposisi tersebut membuat pemain pelapis kesulitan mendapatkan ruang bermain. Setiap pertandingan biasanya tetap mengandalkan pemain inti yang dianggap paling siap.

Di satu sisi, keputusan itu memang membantu menjaga stabilitas tim. Namun di sisi lain, rotasi pemain menjadi lebih terbatas sepanjang musim.

Padahal dalam kompetisi panjang seperti Super League, rotasi sering menjadi kunci menjaga kebugaran skuad. Pemain yang terlalu sering bermain berisiko mengalami kelelahan atau cedera.

Sebaliknya, pemain yang jarang dimainkan juga berpotensi kehilangan ritme pertandingan. Kondisi itu bisa berdampak pada kesiapan mereka saat benar-benar dibutuhkan tim.

Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Bernardo Tavares. Ia harus menemukan keseimbangan antara mempertahankan stabilitas tim dan memberi kesempatan kepada pemain pelapis.

Jika rotasi mulai diterapkan lebih luas, para pemain yang selama ini tersisih bisa menjadi kejutan baru. Mereka memiliki kesempatan membuktikan kemampuan sekaligus memperkuat kedalaman skuad.

Sisa musim Super League 2025/2026 masih menyisakan banyak pertandingan penting. Setiap keputusan taktik yang diambil tim pelatih bisa menentukan arah perjalanan Persebaya Surabaya.

Bagi para pemain yang minim menit bermain, peluang tersebut bisa menjadi momentum kebangkitan.

Mereka hanya menunggu satu kesempatan untuk menunjukkan kedalaman skuad Green Force tidak benar-benar setipis yang terlihat.

Baca Juga: Resmi Kudeta Persebaya Surabaya! Bhayangkara FC Comeback Dramatis Bungkam Arema FC 2-1

EDITOR: Hendra