← Beranda
Bonek Ikut Bereaksi! Kekalahan Arema FC dari Bhayangkara FC Disorot karena Dianggap Rugikan Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 11 Maret 2026 | 21.55 WIB
Reaksi suporter di media sosial setelah Arema FC kalah dramatis 1-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC di Super League 2025-2026. (Arema)

 

JawaPos.com — Kekalahan Arema FC dari Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam lanjutan Super League 2025/2026 memunculkan cerita unik di kalangan suporter. Tak hanya Aremania, suporter Persebaya Surabaya, Bonek, ikut ramai memberi komentar dan sorotan di media sosial.

Laga pekan ke-25 tersebut digelar di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa malam (10/3/2026). Bhayangkara Presisi Lampung FC menang dramatis 2-1 setelah sempat tertinggal lebih dulu dari Arema FC.

Sorotan suporter bukan hanya pada hasil akhir pertandingan. Banyak yang menilai terdapat sejumlah keputusan wasit yang memicu kontroversi sepanjang laga.

Reaksi paling menarik datang dari Bonek. Meski selama ini dikenal sebagai rival berat Arema FC, sebagian Bonek justru memberi simpati dan dukungan kepada tim berjuluk Singo Edan tersebut.

Komentar-komentar itu muncul di kolom unggahan terbaru akun resmi Arema FC di media sosial. Respons yang muncul bahkan terkesan tidak biasa karena berasal dari suporter rival.

Salah satu akun mengaku sebagai Bonek yang ikut memberi dukungan. “Aku Bonek, gawe Arema NT lawan mu P* soale,” tulis salah satu suporter di kolom komentar.

Komentar lain juga bernada serupa. Suporter tersebut merasa Arema FC sebenarnya berpeluang menang sebelum situasi pertandingan berubah drastis.

Baca Juga: Persija Jakarta Pecahkan Rekor Penonton! Salip Persib Bandung dan Persebaya Surabaya di Super League

“duh sek sabar yo sam, padahal aku bonek yo ndukung tim'mu ben gak kesalip klasemen pdhl aku ndelok 1-0 win arema, malah dalberto kartu abang comeback lah bhayangkara. wes gak popo lah sam, semangat terus. bonekXarema,” tulis seorang suporter.

Tak hanya dari Bonek, dukungan juga datang dari suporter tim lain di Super League. Beberapa di antaranya berasal dari Bobotoh hingga The Jakmania.

Komentar bernada dukungan itu terlihat jelas di kolom unggahan Arema FC. Banyak yang meminta tim tersebut tetap semangat meski harus menerima kekalahan dramatis.

“Kalian tetap pemenangnya Sam,salam dari biru barat,” tulis salah satu suporter. Komentar tersebut merujuk pada dukungan dari kelompok suporter Persib Bandung.

Ada pula komentar yang menyinggung jalannya pertandingan. Beberapa suporter merasa Arema FC harus menghadapi situasi sulit sepanjang laga.

“Arema vs wasit, tetep semangat arema,” tulis salah satu suporter dengan menyematkan emoticon hati berwarna jingga dan biru.

Komentar lain bahkan bernada satire. Suporter tersebut menyarankan Arema FC untuk tidak terlalu banyak melakukan protes.

“Hindari melawan yang tidak mungkin dilawan Samm, golek aman ae, kakean protes mundak di kik sko grup watsap,” tulis salah satu akun.

Banyak pula komentar yang hanya berisi dukungan sederhana. Meski singkat, pesan itu menunjukkan solidaritas antar suporter di sepak bola Indonesia.

“Keep strong dulurku Aremania,” tulis seorang suporter dengan emoticon hati hijau dan biru. Komentar lain juga menyampaikan hal serupa.

Baca Juga: Dari Desa Konflik Kolombia ke Super League! Perjuangan Juan Villa Hingga Jadi Mimpi Buruk Persebaya Surabaya

“Smngat sam,” tulis salah satu suporter dengan emoticon buaya dan singa. Simbol tersebut merujuk pada identitas dua kelompok suporter rival.

Ada pula komentar yang lebih sederhana. “Semangat sam,” tulis seorang suporter lain dengan emoticon hati hijau dan biru.

Pertandingan sendiri berlangsung cukup dramatis sejak babak pertama. Arema FC sebenarnya tampil cukup solid pada awal pertandingan.

Tim tamu bahkan mampu membuka keunggulan lebih dulu. Gol Arema FC dicetak oleh Joel Vinicius melalui sepakan on target jelang babak pertama berakhir.

Namun situasi berubah menjelang turun minum. Gelandang Arema FC, Gildson Pablo, mendapat kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras.

Kartu merah tersebut membuat Arema FC harus bermain dengan 10 pemain. Meski demikian, mereka masih mampu mempertahankan keunggulan 1-0 hingga babak pertama berakhir.

Drama kembali terjadi pada babak kedua. Wasit kembali mengeluarkan kartu merah untuk pemain Arema FC pada menit ke-70.

Kali ini penyerang Dalberto yang harus meninggalkan lapangan lebih cepat. Situasi itu membuat Arema FC hanya bermain dengan sembilan pemain.

Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik oleh Bhayangkara Presisi Lampung FC. Tim tuan rumah akhirnya mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-76.

Gol tersebut dicetak oleh Privat Mbarga melalui sundulan. Skor berubah menjadi 1-1 dan pertandingan semakin memanas.

Baca Juga: Bruno Paraíba Jadi Anomali! 5 Pemain Persebaya Surabaya dengan Menit Bermain Paling Sedikit di Era Bernardo Tavares

Puncak drama terjadi menjelang akhir pertandingan. Wasit memberikan hadiah penalti kepada Bhayangkara pada menit ke-88.

Moussa Sidibe yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangannya membawa Bhayangkara berbalik unggul 2-1.

Arema FC mencoba mengejar ketertinggalan di sisa waktu pertandingan. Namun upaya tersebut tidak berhasil hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini menjadi hasil positif bagi Bhayangkara Presisi Lampung FC. Tim asuhan Paul Munster kini mencatat lima kemenangan beruntun di Super League 2025/2026.

Tambahan tiga poin membawa Bhayangkara naik ke posisi keenam klasemen sementara dengan 41 poin. Sementara Arema FC harus tertahan di peringkat ke-11 dengan 31 poin.

Hasil pertandingan ini juga berdampak pada persaingan papan tengah klasemen. Persebaya Surabaya yang berada di posisi ketujuh kini memiliki 39 poin dari 25 pertandingan.

Situasi tersebut membuat jarak Persebaya Surabaya dengan Bhayangkara semakin tipis. Selisih dua poin membuat persaingan menuju papan atas klasemen semakin ketat.

Cerita unik dari reaksi Bonek ini pun menjadi sorotan tersendiri. Rivalitas panas di lapangan ternyata bisa berubah menjadi solidaritas ketika situasi pertandingan memicu kontroversi.

EDITOR: Banu Adikara