JawaPos.com — Nama Juan Villa menjadi sorotan setelah tampil gemilang saat Borneo FC Samarinda menghancurkan Persebaya Surabaya pada pekan ke-25 Super League 2025/2026. Gelandang asal Kolombia itu mencetak dua gol dan membantu timnya menang telak 5-1 atas Green Force.
Penampilan tersebut mempertegas status Juan Villa sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di kompetisi musim ini.
Ia tidak hanya berkontribusi lewat gol, tetapi juga menjadi pengatur ritme permainan Borneo FC Samarinda di lini tengah.
Musim ini bisa dibilang menjadi titik puncak perjalanan panjang sang pemain. Di balik performa impresifnya di Indonesia, Juan Villa melewati proses karier yang panjang dan penuh perjuangan di berbagai negara.
Juan Felipe Villa Ruiz lahir pada 10 Oktober 1999 di El Bagre, Antioquia, Kolombia. Wilayah tersebut berada di tepi Sungai Nechí yang dikenal sebagai pusat aktivitas tambang emas di wilayah utara Kolombia.
El Bagre bukan daerah yang mudah untuk tumbuh dan berkembang. Wilayah itu selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu kawasan konflik di Kolombia.
Seorang pemimpin komunitas di El Bagre bernama Javier pernah menggambarkan kerasnya situasi di wilayah tersebut.
Ia mengatakan beberapa bulan sebelumnya pertempuran terjadi sangat hebat sehingga tidak ada yang berani mengambil jenazah korban.
“Beberapa bulan yang lalu, pertempuran begitu sengit sehingga tidak ada yang berani mengambil jenazah,” menurut InSight Crime pada akhir 2024.
Bahkan ia menceritakan kondisi yang lebih mengerikan lagi. Pada satu waktu, kata Javier, hewan-hewan liar sampai memakan jasad korban yang tertinggal di lokasi konflik.
Konflik di wilayah Bajo Cauca, termasuk El Bagre, telah berlangsung lebih dari dua dekade. Awalnya konflik dipicu pertentangan ideologi antara kelompok gerilya dan paramiliter.
Namun seiring waktu, konflik tersebut berubah menjadi perebutan sumber daya ekonomi. Perebutan ladang koka, jalur perdagangan narkoba, serta tambang emas membuat wilayah itu tetap rawan kekerasan.
Meski tumbuh di wilayah yang tidak stabil, Juan Villa berhasil menemukan jalannya melalui sepak bola. Olahraga tersebut menjadi pintu keluar untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Baca Juga: Persib Bandung Rajanya Penalti Super League! Persebaya Surabaya Hanya 5 Kali, Ini Daftar Lengkapnya!
Perjalanan profesionalnya dimulai ketika bergabung dengan klub Portugal, Gil Vicente FC, pada musim 2018/2019. Klub tersebut bermain di Primeira Liga yang merupakan kasta tertinggi sepak bola Portugal.
Pada masa awal kariernya di Eropa, Juan Villa masih berjuang keras untuk mendapatkan tempat di tim utama. Ia lebih banyak bermain di kompetisi piala dan tim pengembangan klub.
Meski kesempatan bermainnya terbatas, ia sempat mencuri perhatian saat tampil di ajang Piala Portugal musim 2019/2020. Dalam kompetisi tersebut, ia berhasil mencetak satu gol yang membuat namanya mulai diperhatikan.
Pengalaman di Portugal menjadi tahap awal penting dalam pembentukan kariernya. Dari sana ia belajar beradaptasi dengan atmosfer sepak bola Eropa yang sangat kompetitif.
Setelah menyelesaikan masa bermainnya di Portugal, Juan Villa melanjutkan petualangan ke Yunani. Ia bergabung dengan Apollon Larissa FC pada musim 2021/2022 di kompetisi Super League 2.
Baca Juga: Drama 9 Pemain Arema FC! Bhayangkara FC Menang Comeback, Marcos Santos Ngomel Soal Wasit
Di klub tersebut, Juan Villa mulai mendapatkan kesempatan bermain lebih konsisten. Ia tampil dalam 29 pertandingan sepanjang musim bersama Apollon Larissa.
Dari jumlah pertandingan tersebut, ia menyumbangkan dua gol dan dua assist. Catatan itu memang belum terlalu mencolok, tetapi cukup menunjukkan perkembangan permainannya.
Setelah menjalani pengalaman di Eropa, Juan Villa kemudian melanjutkan kariernya ke Amerika Latin. Ia bergabung dengan CD America de Quito di Liga Pro Serie B Ekuador pada musim 2023.
Di klub ini performanya mulai benar-benar berkembang. Ia bertransformasi menjadi gelandang yang produktif dalam mencetak gol.
Sepanjang musim 2023, Juan Villa tampil dalam 34 pertandingan. Dari jumlah tersebut ia mencetak 10 gol dan lima assist.
Catatan tersebut menjadikannya salah satu pemain paling berpengaruh di lini tengah timnya. Performa impresif itu kemudian membuka kesempatan baru dalam kariernya.
Pada tahun 2024, ia dipinjamkan ke Envigado FC yang bermain di kasta tertinggi sepak bola Kolombia. Bersama klub tersebut, ia mendapatkan pengalaman bermain di Liga Dimayor Kolombia serta Copa Colombia.
Baca Juga: Persib Bandung Rajanya Penalti Super League! Persebaya Surabaya Hanya 5 Kali, Ini Daftar Lengkapnya!
Pengalaman di berbagai kompetisi tersebut membuat kematangan permainan Juan Villa semakin terbentuk. Ia belajar menghadapi berbagai gaya permainan dan tekanan kompetisi di level profesional.
Ketika kesempatan bermain di Indonesia datang, Juan Villa langsung memanfaatkannya dengan maksimal. Ia bergabung dengan Borneo FC Samarinda untuk menghadapi musim Super League 2025/2026.
Adaptasi sang pemain berlangsung sangat cepat. Ia langsung menjadi motor permainan di lini tengah tim berjuluk Pesut Etam tersebut.
Hingga pekan ke-25 Super League 2025/2026, Juan Villa telah tampil dalam 22 pertandingan. Dari jumlah tersebut ia mencetak sembilan gol dan menyumbangkan enam assist.
Perannya dalam mengatur permainan juga terlihat dari statistik distribusi bola yang impresif. Ia mencatatkan 796 umpan sukses dari total 995 percobaan sepanjang musim.
Catatan tersebut menunjukkan betapa dominannya peran Juan Villa dalam permainan Borneo FC Samarinda. Ia menjadi penghubung utama antara lini tengah dan lini serang timnya.
Puncak performanya terlihat saat menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan ke-25. Dalam pertandingan tersebut ia mencetak dua gol dan membawa Borneo FC menang telak 5-1 atas Green Force.
Penampilan itu semakin menegaskan kualitas Juan Villa di Super League musim ini. Dari daerah konflik di Kolombia, ia kini menjelma menjadi salah satu pemain paling menentukan di sepak bola Indonesia.
Perjalanan Juan Villa membuktikan satu hal penting dalam sepak bola. Latar belakang yang sulit tidak pernah menghentikan mimpi seseorang untuk mencapai panggung yang lebih besar.