JawaPos.com — Persebaya Surabaya menutup rangkaian pertandingan hingga pekan ke-25 Super League 2025/2026 dengan sejumlah catatan yang menarik untuk dibahas.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah daftar pemain Green Force yang justru memiliki menit bermain sangat sedikit di era pelatih Bernardo Tavares.
Situasi ini cukup unik karena beberapa dari mereka sebenarnya sering masuk dalam daftar susunan pemain. Namun kesempatan tampil di lapangan ternyata sangat terbatas sepanjang periode kepelatihan Bernardo Tavares.
Kondisi tersebut muncul di tengah performa Persebaya Surabaya yang belum stabil dalam beberapa pertandingan terakhir.
Green Force hanya mampu mengumpulkan empat poin dari lima laga terakhir menjelang jeda libur Idulfitri 2026.
Dalam periode tersebut, Persebaya Surabaya mencatat satu kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan. Catatan itu tentu menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk melihat kembali komposisi pemain yang digunakan.
Pelatih Bernardo Tavares pun menegaskan timnya harus melakukan analisis mendalam. Evaluasi tidak hanya menyentuh aspek taktik, tetapi juga pemanfaatan pemain dalam skuad.
Baca Juga: Persib Bandung Rajanya Penalti Super League! Persebaya Surabaya Hanya 5 Kali, Ini Daftar Lengkapnya!
“Sekarang kami harus melihat kembali pertandingan ini dan menganalisis apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya. Pernyataan itu membuka kemungkinan perubahan komposisi pemain pada laga-laga berikutnya.
Jika melihat statistik pemain, terdapat lima nama yang memiliki menit bermain paling sedikit di skuad Persebaya Surabaya saat ini. Sebagian besar bahkan tidak sampai bermain satu pertandingan penuh.
Aleandro Maulana
Nama pertama adalah Aleandro Maulana yang merupakan pemain muda promosi dari Elite Pro Academy. Gelandang berusia 18 tahun itu menjadi pemain dengan menit bermain paling sedikit di skuad Green Force.
Aleandro Maulana tercatat sudah tiga kali masuk daftar susunan pemain. Namun ia hanya sekali bermain dengan total waktu di lapangan selama satu menit.
Minimnya menit bermain tersebut sebenarnya cukup wajar mengingat usianya yang masih sangat muda. Ia masih berada dalam tahap adaptasi dengan atmosfer kompetisi di tim utama Persebaya Surabaya.
Oktafianus Fernando
Nama kedua adalah Oktafianus Fernando yang berposisi sebagai sayap kanan. Pemain berusia 32 tahun ini justru memiliki catatan yang cukup mengejutkan.
Oktafianus Fernando sudah 25 kali masuk daftar susunan pemain Green Force. Namun ia hanya sekali bermain dengan total waktu tampil selama tiga menit.
Statistik tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain paling minim kesempatan tampil meski sering berada di bangku cadangan. Situasi ini memperlihatkan ketatnya persaingan di sektor sayap Persebaya Surabaya.
Bruno Paraíba
Nama berikutnya adalah Bruno Paraíba yang menjadi salah satu pemain asing dalam skuad Green Force. Striker asal Brasil tersebut justru menjadi anomali dalam daftar pemain dengan menit bermain paling sedikit.
Bruno Paraíba baru bergabung dengan Persebaya Surabaya pada paruh musim kompetisi. Meski baru dua kali bermain, ia sudah mampu mencetak satu gol untuk tim.
Namun total menit bermainnya masih sangat terbatas. Striker berusia 31 tahun itu baru mencatatkan 43 menit di lapangan.
Minimnya menit bermain Bruno Paraíba tidak sepenuhnya disebabkan oleh keputusan taktik. Ia sempat mengalami cedera yang membuatnya harus absen dalam beberapa pertandingan.
Kondisi tersebut membuat proses adaptasinya bersama Persebaya Surabaya belum berjalan maksimal. Meski begitu, catatan satu gol dari dua penampilan menunjukkan potensi yang cukup menjanjikan.
Baca Juga: Drama 9 Pemain Arema FC! Bhayangkara FC Menang Comeback, Marcos Santos Ngomel Soal Wasit
Randy May
Pemain keempat dalam daftar ini adalah Randy May yang berposisi sebagai bek tengah. Pemain berusia 25 tahun tersebut sudah enam kali tampil bersama Green Force.
Meski sudah beberapa kali bermain, total menit bermainnya tetap tergolong minim. Randy May baru mengumpulkan 90 menit bermain sepanjang era Bernardo Tavares.
Menariknya, Randy May sebenarnya sudah 18 kali masuk daftar susunan pemain Persebaya Surabaya. Artinya ia cukup sering berada di bangku cadangan meski jarang benar-benar dimainkan.
Ichsas Baihaqi
Nama terakhir adalah Ichsas Baihaqi yang juga merupakan pemain muda di lini tengah. Gelandang berusia 18 tahun itu tercatat sudah lima kali tampil bersama Green Force.
Namun total menit bermainnya juga hanya mencapai 90 menit. Jumlah tersebut menunjukkan ia lebih sering dimainkan sebagai pemain pengganti.
Ichsas Baihaqi sendiri sudah 23 kali masuk daftar susunan pemain Persebaya Surabaya. Statistik ini memperlihatkan ia cukup sering berada dalam skuad pertandingan meski jarang mendapat kesempatan bermain lebih lama.
Daftar lima pemain ini memperlihatkan bagaimana distribusi menit bermain di skuad Green Force masih cukup timpang.
Sebagian pemain menjadi pilihan utama, sementara yang lain lebih sering menunggu peluang dari bangku cadangan.
Situasi tersebut tentu bisa berubah pada paruh akhir musim. Apalagi jadwal kompetisi yang padat sering memaksa tim pelatih melakukan rotasi pemain.
Jika kesempatan itu datang, para pemain dengan menit bermain minim ini berpotensi menjadi kejutan baru bagi Persebaya Surabaya.
Momentum tersebut bisa menjadi peluang bagi mereka untuk membuktikan kualitasnya di skuad Green Force.